Jumat, 02 April 2010

Berapa Lama Penderita Kanker Bertahan Hidup?

Jumat, 02/04/2010 09:20 WIB

Berapa Lama Penderita Kanker Bertahan Hidup?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: sober)
London, Bukan perkara mudah bagi seorang dokter untuk menentukan berapa lama seorang penderita kanker akan bertahan hidup. Perkiraan mengenai hal itu selalu didasarkan pada hasil rata-rata, sementara kekhasan individual pada tiap pasien membuat perkiraan tersebut tidak pernah pasti.

Umumnya para ahli menggunakan angka ketahanan hidup 5 tahun untuk memperkirakan berapa lama pasien kanker akan bertahan. Angka ini menunjukkan perbandingan jumlah pasien yang bertahan hidup dalam 5 tahun sejak didiagnosis.

Kenyataannnya, seperti diungkap Dr Mark Porter, dikutip daritimesonline, Jumat (2/4/2010), ada banyak variabel yang mempengaruhi kemampuan pasien untuk bertahan. Di antaranya adalah usia pasien, kondisi kesehatan secara umum, jenis kanker, tingkat keganasan dan seberapa luas kanker telah menyebar.

Sebagai contoh, Dr Poter menyebut kanker usus besar. Lebih dari setengah penderita jenis kanker ini mampu bertahan hidup 5 tahun kemudian, sebagian besar akhirnya bisa disembuhkan. Namun berarti bahwa angka ketahanan hidup 5 tahunnya adalah 50 persen, sebab bagi beberapa pasien peluangnya lebih besar dari itu dan bagi sebagian yang lain mungkin lebih kecil.

Jika kanker usus besar terdeteksi pada stadium awal, operasi pengangkatan dapat menyelamatkan 9 dari 10 pasien. Lain halnya jika sel kanker telah menyebar hingga ujung limpa, angka ketahanan hidup 5 tahun akan turun hingga di bawah 50 persen.

Pada kondisi tertentu bahkan tidak perlu dilihat angka ketahanan hidupnya. Di tahun 1980-an, kanker usus besar yang telah menyebar ke organ lain terutama hati dianggap sangat fatal. Perkiraan pasien dapat bertahan hidup saat
itu hanya dalam hitungan bulan.

Tapi kini kemajuan dalam hal penanganan kanker juga sudah mengubah perkiraan tersebut. Beberapa studi terbaru menunjukkan ketahanan hidup 5 tahun pada kasus kanker yang parah saat ini meningkat hingga 40 persen.

Beberapa kesalahan prediksi terkait peluang pasien kanker untuk bertahan hidup juga dicontohkan oleh Dr Porter. Seorang pasien yang ia perkirakan meninggal keesokan harinya, ternyata masih bisa menghadiri pernikahan kerabatnya beberapa minggu kemudian.

Contoh lain yang ia kemukakan adalah kasus yang dialami tersangka tragedi Lockerbie, Abdul Baset Ali al-Megrahi. Pada 10 Agustus 2009 ia didiagnosis kanker prostat, dan diperkirakan hanya mampu bertahan kurang dari 3 bulan. Namun yang terjadi, Megrahi masih hidup sampai saat ini.

Dr Porter menegaskan meski prediksi semacam itu dibutuhkan untuk merencanakan hari depan, pada akhirnya baik dokter maupun pasien harus ingat bahwa mereka hanya bisa menduga. Sangat lumrah jika kenyataan yang terjadi di luar dugaan.

(ir/ir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar