Minggu, 07 Agustus 2011

Bila Orang Bisa Mendengar Gerakan Bola Mata

Minggu, 07/08/2011 10:02 WIB

Bila Orang Bisa Mendengar Gerakan Bola Mata

Putro Agus Harnowo - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Maine, AS, Manusia dengan pendengaran normal hampir tidak ada yang bisa mendengar gerakan bola matanya. Tapi seorang pria mampu mendengar suara gerakan bola matanya yang terdengar seperti kayu yang digosok dengan amplas dari telinga kiri. Letih 2 tahun bolak-balik ke dokter, akhirnya penyebabnya ditemukan.

Selama dua tahun, Toby Spencer (41 tahun) pria asal Maine Amerika, seperti dihantui mimpi buruk karena selalu mendengar gerakan bola matanya yang sangat mengganggu kenyamanannya sehari-hari. Toby kerap menghidupkan kipas angin atau membuat suara lain agar tak mendengar gerakan bola matanya yang sangat meneror.

Berbagai dokter yang memeriksanya hanya bisa memberikan penjelasan bahwa kondisi ini karena masalah pendengaran, masalah keseimbangan, dugaan tumor, aneurisma (perdarahan dari pembuluh darah), gangguan rahang hingga kurangnya keseimbangan tekanan darahnya. Tapi tetap saja suara gerakan bola mata itu terus terdengar.

Menurut Toby, awal mula penyakit ini muncul dengan gejala mendengar pergerakan mata kiri di kepalanya. "Dalam ruangan yang tenang, hal itu sangat mengganggu. Saya berupaya untuk menghidupkan kipas atau membuat suara lain untuk mencoba menutupinya. Suara bicara dan suara napas sendiri juga sangat besar terdengar di telinga saya," kata Toby seperti dilansir dalam MSNBC.com, Minggu (7/8/2011).

Tanda-tanda aneh lainnya ungkap Toby, "Jika saya menoleh terlalu cepat terutama ke kiri, saya merasa seperti jatuh ke samping. Suara keras juga akan membuat saya seperti kehilangan keseimbangan".

Lelah dengan gangguan tubuhnya yang tak kunjung ketahuan, Toby yang berkarir sebagai profesional IT itu, kemudian secara tak sengaja terdampar pada sebuah forum online di mana ada seseorang yang menjelaskan dengan tepat gejala yang ia alami.

Ia kemudian membaca mengenai kondisi langka yang dikenal sebagai Superior Canal Dehiscence Syndrome (SCDS). Dehiscence adalah istilah lain dari kata membuka atau lubang. Ia kemudian mencari spesialis yang terkait dalam gangguan ini.

Dokter yang menangani akhirnya bisa menemukan penyebab gangguan yang dialami Toby. Gejala yang dialami Toby disebabkan oleh lubang kecil pada tulang yang meliputi saluran setengah lingkaran di dalam telinga bagian dalam. Ukuran lubangnya tidak lebih besar dari kepala peniti.

Superior Canal Dehiscence Syndrome (SCDS) ditemukan pada tahun 1998 oleh Dr Lloyd Kecil, seorang dokter dari Johns Hopkins Hospital. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran, masalah keseimbangan atau keduanya. Salah satu keluhan yang lebih tidak biasa dan aneh dari penderitanya adalah mendengar bola mata bergerak dalam rongganya yang terdengar seperti kayu yang digosok dengan amplas.

"Kondisi ini sangat menarik dan gejalanya kadang-kadang sulit dipercaya. Bagaimana sebuah lubang kecil dapat menyebabkan begitu banyak masalah," kata Dr Daniel Lee, dokter bedah telinga dan tengkorak di Massachusetts Eye and Ear Infirmary di Boston. Dr Lee mengkhususkan diri dalam SCDS dan bertanggungjawab dalam pengobatan Toby.

Lubang kecil ini disebabkan oleh penipisan tulang kepala sejak lahir. Adanya lubang ini menyebabkan kanal keseimbangan di telinga bagian dalam menjadi tidak normal sehingga sangat aktif merespons suara keras dan tekanan di telinga.

Selain gejala aneh mendengar gerakan mata sendiri, Dr Lee mengatakan, pasien juga melaporkan mendengar suara-suara lain yang luar biasa keras melalui telinga. Misalnya suara derap langkah kaki mereka sendiri, detak jantung mereka, gema suara sendiri ketika berbicara atau gaung keras saat menyikat rambut atau mencukur.

"Penderita mungkin mengeluh pusing atau merasa seolah-olah telinga mereka terhalang. Pembedahan tidak diperlukan hanya karena lubang kecil di telinga bagian dalam, dan mayoritas pasien tidak melakukan apa-apa sama sekali setelah didiagnosis", tutur Dr Lee.

Tapi pada bulan April 2011, Toby memilih melakukan operasi kraniotomi karena ia merasa gejalanya telah menurunkan kualitas hidupnya. "Mimpi buruk terbesar saya adalah selama dua tahun kemarin tanpa tahu apa yang salah dengan saya," kata Toby. Sekarang gejalanya sudah hilang, ia merasa lebih baik, memiliki lebih banyak energi dan dapat menikmati lebih banyak hal.


(ir/ir)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar