Tampilkan postingan dengan label pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pria. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Januari 2011

Pria Bisa Alergi dengan Sperma Sendiri

Senin, 17/01/2011 12:02 WIB

Pria Bisa Alergi dengan Sperma Sendiri

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
foto: Thinkstock
Utrecht, Belanda,Sindrom misterius menyebabkan pria bisa terserang flu setiap kali orgasme. Penyebabnya tak lain adalah alergi terhadap spermanya sendiri dan hanya bisa diatasi dengan imunoterapi yang memakan waktu cukup lama yakni sekitar 5 tahun.

Post orgasmic illness syndrome (POIS) atau sindrom penyakitsetelah orgasme ditandai dengan munculnya gejala-gejala mirip flu setiap kali mengalami orgasme dab bisa berlangsung hingga sepekan. Di antaranya demam tinggi, hidung meler dan mata pedas.

Penyebabnya adalah kelainan autoimun yang memicu reaksi yang tidak diharapkan ketika terlibat kontak dengan sperma sendiri. Kelainan ini hanya bisa diatasi dengan terapi hipersensitisasi, yakni menyuntikkan sperma sendiri dalam tingkat pengenceran tertentu selama kurang lebih 5 tahun.

Meski beberapa jurnal ilmiah telah mencatat kasus-kasus semacam ini sejak tahun 2002, hingga kini belum banyak penelitian yang mendalami POIS. Pasalnya, kebanyakan pria merasa malu jika harus memeriksakan diri saat mengalami gejala tersebut.

Penelitian terbaru tentang POIS dilakukan belum lama ini oleh Prof Marcel Waldinger, ahli farmakologi seksual dari Utrecht University di Belanda. Dalam penelitian tersebut, ia melibatkan 45 pria dewasa yang didiagnosis menderita POIS.

"Saat diminta melakukan masturbasi, para partisipan masih baik-baik saja. Gejala itu baru muncul setelah mengalami ejakulasi, beberapa pria mengalaminya kurang dari 1 menit kemudian," ungkap Prof Waldinger seperti dikutip dari Reuters, Senin (17/1/2011).

Hasil pemeriksaan pada 33 partisipan yang setuju menjalani skin-prick test menunjukkan 29 pria atau 88 persen di antaranya mengalami gejala yang mengindikasikan reaksi autoimun. Mekanisme terjadinya reaksi ini hampir sama dengan reaksi alergi pada umumnya, hanya sedikit lebih parah.

Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pemberian imunoterapi yang dinamakan terapi hipersensitisasi. Caranya dengan mengencerkan sperma hingga kadar tertentu, lalu menyuntikkannya secara teratur di bawah permukaan kulit.

"Prosesnya sangat lambat. Beberapa ada yang sudah membaik dalam 1-3 tahun, namun ada juga yang sampai 5 tahun," tambah Prof Waldinger.

(up/ir)

Senin, 26 Juli 2010

Seorang Pria di Inggris Meninggal karena Kanker Payudara

Seorang Pria di Inggris Meninggal karena Kanker Payudara


Seorang Pria di Inggris Meninggal karena Kanker Payudara

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Publik Inggris dikejutkan dengan kematian seorang pria 28 tahun akibat kanker payudara. Nicky Avery meninggal di rumah sakit pada Senin setelah berjuang melawan penyakit ini selama empat tahun terakhir.

Sebelumnya, setelah didiagnosa positif mengidap kanker di kedua payudaranya, Avery aktif dalam kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit ini. Setelah empat tahun perang melawan penyakit Nicky Avery, digambarkan di sini dengan istrinya Cheryl, menyerah untuk kanker payudara pada hari Senin

Setelah empat tahun perang melawan penyakit ini, Avery, yang selalu setia didampingi istrinya Cheryl, menyerah pada penyakitnya. Kanker diketahui telah menyebar ke dada, hati, tulang, dan kemungkinan besar, otaknya.

Mantan buruh dari Southend-on-Sea itu menjalani kemoterapi awal tahun ini. Ia dirawat di rumah sakit setelah kondisinya memburuk dan meninggal di kelilingi oleh keluarganya. Pada bulan April ia telah mencapai impiannya, untuk menikah dengan kekasihnya, Cheryl Perkins, 28 tahun.

Kanker payudara sangat jarang terjadi pada pria. Risiko seorang pria mengalami kanker payudara dalam hidupnya hanya satu banding 1.000. Setiap tahun 44.500 wanita didiagnosis dengan penyakit ini dibandingkan dengan 300 orang pada pria.

Gejala, diagnosis, dan pengobatan kanker payudara pada pria mirip dengan kanker payudara perempuan. Gejala yang paling umum adalah benjolan tak sakit tepat di bawah puting.

Faktor risiko termasuk tingkat estrogen yang tinggi, paparan radiasi, dan sejarah keluarga ada yang mengidap kanker payudara. Tingkat kelangsungan hidup secara keseluruhan sama dengan perempuan.

Avery didiagnosis dengan kanker pada tahun 2006 setelah pacar meyakinkannya untuk pergi ke dokter setelah menemukan benjolan di payudaranya. Biopsi dan scan yang dilakukan mengungkapkan benjolan itu potensial menjadi kanker.

Setelah melalui serangkaian pengobatan yang sangat melelahkan, dia diberitahu bahwa dia telah mengalahkan penyakit pada bulan Mei 2007. Namun pada Maret tahun lalu ia diberitahu itu telah menyebar. Meskipun bersumpah untuk mengalahkan kanker lagi, ternyata ia harus menyerah.

http://id.news.yahoo.com/repu/20100725/tls-seorang-pria-di-inggris-meninggal-ka-4d4f647.html

Sabtu, 27 Maret 2010

Pria Lebih Mudah Kena Flu

Jumat, 26/03/2010 17:00 WIB

Pria Lebih Mudah Kena Flu

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: dailymail)
Jakarta, Penyakit flu memang bisa menyerang siapa saja. Tapi ternyata laki-laki lebih mudah terkena virus flu dibanding perempuan. Ini karena laki-laki tidak memiliki hormon estrogen yang melindungi tubuh dari infeksi.

Karena tidak memiliki hormon estrogen, maka kaum laki-laki sering disebut dengan jenis kelamin yang lemah. Para peneliti menemukan bahwa perempuan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan dengan laki-laki karena hormon seksualnya.

Hasil studi menunjukkan bahwa hormon seksual perempuan yaitu estrogen dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang utama dalam mencegah serangan bakteri atau infeksi lainnya.

Berdasarkan temuan ini ada kemungkinan meningkatkan penggunan obat berbasis estrogen untuk membantu pertahanan tubuh kaum laki-laki. Dalam penelitian ini lebih difokuskan pada enzim yang disebut dengan caspase-12.

Enzim ini kemungkinan dapat melindungi tubuh terhadap infeksi dengan cara menghalangi peradangan di tubuh untuk melawan bakteri atau kuman lain yang tidak diinginkan.

Studi menunjukkan bahwa estrogen yang dibuat secara rekayasa genetis dapat memberikan kekebalan bagi tubuh. Hasil ini dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

"Hasil studi menunjukkan bahwa perempuan memiliki respons terhadap anti peradangan yang lebih kuat daripada laki-laki. Ketika studi ini dilakukan pada tikus, ada kemungkinan juga berlaku pada manusia dengan membuat obat immunityboosting," ujar peneliti Maya Saleh, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (26/3/2010).

Dr Saleh menambahkan bahwa laki-laki memang lebih rentan terhadap infeksi oleh bakteri, virus, jamur atau cacing dibanding perempuan. Selain itu juga didapatkan sekitar 30 persen laki-laki mengalami sakit pilek dan flu, sedangkan perempuan hanya 22 persen saja.

Penelitian sebelumnya telah mengungkapkan mengapa beberapa orang dapat menahan rasa sakit sementara orang lain harus berjuang mencari obat agar bisa merasa lebih baik. Hal ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh seberapa banyak hormon estrogen yang dimiliki orang tersebut untuk memberikan sistem kekebalan tubuh yang maksimal.

Sementara itu ilmuwan dari Stanford University di California menyimpulkan bahwa perbedaan diantara keduanya juga bisa terletak pada pikiran orang tersebut terhadap sesuatu. Rasa sakit bisa dihambat atau dikurangi dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa hal tersebut sebenarnya tidak ada.

(ver/ir)

Minggu, 11 Oktober 2009

Tidur Dengan Wanita Baik Untuk Kesehatan Pria

Jumat, 09/10/2009 18:05 WIB

Tidur Dengan Wanita Baik Untuk Kesehatan Pria

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Assetcache)
Jakarta, Data statistik menunjukkan bahwa pria akan tidur lebih baik di malam hari ketika bersama wanita daripada tidur sendirian. Pria tidur dengan lebih tenang dan lebih sedikit mengorok jika bersama wanita.

Tapi sayangnya, fakta itu tidak berlaku untuk wanita. Dari data statistik tersebut, wanita justru lebih buruk tidurnya ketika bersama pria seperti dikutip Askmen, Jumat (9/10/2009).

Seorang psikolog dari University of Washington, Neil Jacobson pun mengatakan bahwa setiap pria memiliki keinginan yang kuat untuk menikah daripada menjomblo, dan salah satu penyebabnya adalah karena pria ingin bisa tidur dalam satu ranjang dengan wanita.

Fakta di atas hanya salah satu rahasia pria diantara 2 fakta lainnya. Rahasia kedua adalah, pria yang menikah muda akan mendapat anak yang lebih sehat. Kenapa?

Karena setiap tahunnya pria kehilangan 1 persen hormon testosteronnya. Konsekuensinya adalah, produksi sperma akan menurun baik kualitas maupun kuantitasnya. Padahal kualitas sperma menentukan kesehatan anak. Jadi semakin tua pria memiliki anak, semakin tinggi risiko anaknya terlahir cacat seperti autis, schizophrenia dan beberapa sindrom lainnya.

Para ahli reproduksi pun menjelaskan fakta tersebut. Menurut mereka, setiap 16 hari sel-sel yang memproduksi sperma dan bertugas menentukan kode genetik akan mengalami proses pembelahan sel. Artinya semakin tua umur seseorang, sel-sel itu semakin banyak yang membelah dan kode genetik pun menjadi rentan berubah.

Hal itulah yang membuat penurunan kualitas genetik dan membuat anak yang dilahirkan menjadi cacat. Jadi para pria, sebaiknya menikahlah sebelum usia Anda bertambah tua dan risiko anak terlahir cacat pun bisa dikurangi.

Rahasia ketiga, pria lebih kuat menahan sakit daripada wanita. Rahasia dari kekuatan pria itu ternyata ada hubungannya dengan hormon estrogen. Estrogen adalah hormon yang lebih banyak terdapat pada wanita.

Peneliti menemukan bahwa ketika wanita mengalami menstruasi, hormon estrogennya yang sedang tinggi akan memicu otak untuk mengeluarkan hormon yang bisa menangani rasa sakit, yaitu hormon endorfin. Itu artinya ketika hormon estrogen rendah, kontrol rasa sakit oleh otak pun menjadi berkurang, hal itu membuat seseorang bisa menahan rasa sakit lebih baik, dan itulah yang terjadi pada pria.

Itulah beberapa rahasia pria yang patut diketahui.

Senin, 14 September 2009

5 Hal yang Tak Mau Didengar

5 Hal yang Tak Mau Didengar

Pria dari Wanita


5 Hal yang Tak Mau Didengar Pria dari Wanita

VIVAnews - Dalam menjalin hubungan antara pria dan wanita ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Ternyata, banyak hal yang tak ingin didengar pria dari mulut wanita. Mereka sangat menghindari hal tersebut.

Kira-kira ucapan atau kalimat apakah dari kaum wanita yang paling dihindari pria. Ini bocorannya.

1. Kalimat yang mengatakan 'saya menyukai kamu sebagai teman'. Memang kalimat itu sangat singkat dan terdengar klise. Tetapi kalimat itu terdengar seperti kalimat 'saya mencintai kamu tetapi saya tidak mencintai kamu'. Kalimat kamu seperti kakak bagi saya juga tak mau didengar oleh kaum pria dari mulut wanita.

2. Kalimat 'orangtua saya ingin bertemu denganmu'. Pria sangat menghindari kata-kata tersebut. Terkadang pria membutuhkan persiapan yang khusus untuk bertemu dengan orangtua dari kekasihnya.

3. Ungkapan apakah saya gemuk saat ini? Dan si wanita memaksakan pria itu untuk meyakinkan hal tersebut. Pria sangat tidak suka dengan pembicaraan mengenai berat badan.

4. Pria juga malas mendengar berbagai instruksi dari wanita. Pria sangat tidak suka dengan hal tersebut.

5. Segala sesuatu yang berhubungan dengan ungkapan yang membanding-bandingkan pacar Anda dengan pria lain. Termasuk dengan mantan pacar Anda.

http://id.news.yahoo.com/viva/20090912/tls-5-hal-yang-tak-mau-didengar-pria-dar-34dae5e.html

Rabu, 26 Agustus 2009

Perilaku Atasan

Bedanya Perilaku Atasan Pria
dan Wanita
Apapun gender bos Anda, lakukan yang terbaik untuk perusahaan Anda.
RABU, 26 AGUSTUS 2009 | 13:18 WIB

KOMPAS.com - Apakah menurut Anda orang yang bekerja tak secepat Anda adalah orang yang tak cerdas? Atau Anda mengira orang yang bekerja terlalu cepat adalah seorang maniak?

Di dunia bisnis, di samping ada standar ganda yang digunakan untuk melihat etos kerja yang lain, juga ada isu gender yang dikaitkan dengan performa kerja seseorang. Meski sudah banyak kenyataan membuktikan, wanita mampu bekerja layaknya pria, tetapi masih saja ada pandangan bahwa wanita punya banyak keterbatasan serius dalam dunia bisnis. Akibatnya, wanita dinilai kurang becus menjadi seorang pemimpin. Penilaian ini masih kerap terdengar di banyak ruang konferensi hingga kini.

Atasan wanita yang lebih asertif dan berorientasi pada tujuan seperti kebanyakan pebisnis, akan dianggap kejam dan kasar oleh banyak bawahannya. Bila atasan wanita banyak dipengaruhi emosi dan tak agresif –sebagaimana distereotipkan pada banyak atasan pria- maka ia akan kalah dalam dunia bisnis.

Namun, waktu kini telah berubah. Generasi muda masa kini dibesarkan pula dalam keluarga yang kedua orangtuanya bekerja. Atasan wanita kini bukanlah hal yang baru dalam hal ini. Mereka memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan atasan pria. Apa perbedaan mendasar itu?

Kreativitas
Penelitian telah membuktikan, wanita lebih komunikatif di dalam tim daripada pria. Ini merupakan sisi baik yang dimiliki pemimpin wanita. Wanita sangat unggul dalam hal kreativitas. Sebagai pekerja, ia akan unggul dalam bidang yang menghargai kreativitas seperti bidang komunikasi, seni, maupun menjadi penulis. Sedangkan pria lebih unggul dalam bidang eksakta seperti bidang akunting.

Bila Anda menginginkan atasan dengan kreativitas yang tinggi, pilihan atasan wanita memang sangat tepat. Selain itu, atasan wanita juga sangat memerhatikan hubungan antarpersonal, ramah, dan terbuka untuk sebuah gagasan.

Sangat baik atau buruk
Kepemimpinan wanita memang sangat menarik untuk diamati. Dalam sebuah kasus, ia bisa menjadi gambaran pemimpin yang sangat baik, tapi juga bisa menjadi amat sangat buruk. Pemimpin wanita bisa menjadi sangat totaliter bak Stalin dari Rusia. Ia bisa memiliki kecenderungan untuk menebar sejumlah kecurigaan yang membuat suasana tak nyaman di lingkungan kerja. Wanita dianggap sering membungkam pemikiran anak buahnya hingga membuat mereka dilanda ketakutan setiap saat berada di bawah tekanannya. Sikap ini seolah memupuk budaya bergosip, main tusuk dari belakang, hingga aksi saling mengadu.

Namun, di sisi lain atasan wanita juga bisa jadi sangat baik, penyayang, tenggang rasa, ramah, sensitif, dan bisa menjadi pendengar yang baik. Kebanyakan atasan wanita menunjukkan sikap amat peduli kepada bawahannya, dan ini tergambar dari seluruh sikap yang ditunjukkannya sehari-hari.

Selain itu, atasan wanita juga sangat tegas dan memegang teguh visi yang sudah ditetapkannya terhadap organisasi atau perusahaan. Ia sangat memegang prinsip dan memiliki integritas tinggi.

Tak ada yang lebih baik atau lebih buruk
Sebagaimana atasan pria, atasan wanita juga ada yang baik, buruk, bahkan amat sangat buruk. Banyak jenis gaya kepemimpinan yang dimiliki atasan wanita. Ketika pegawai memiliki pendirian definitif tentang apakah atasan pria atau wanita yang paling baik atau buruk, sebenarnya mereka sedang terlalu berasumsi.

Kendati demikian, tak ada pemimpin yang benar-benar buruk. Semua itu kembali kepada kebutuhan organisasi dan lingkungan kerja.


(Laili Damayanti/NOVA)

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/08/26/1318401/bedanya.perilaku.atasan.pria.dan.wanita