Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Februari 2010

Fungsi Reproduksi, Ukuran Wanita Sempurna

Fungsi Reproduksi, Ukuran Wanita Sempurna
Perempuan semestinya lebih fokus pada value dalam diri untuk menghargai dirinya.
Sabtu, 27/2/2010 | 22:11 WIB

KOMPAS.com - Ketidaksempurnaan perempuan kerapkali identik dengan fungsi reproduksinya. Perempuan cenderung dilemahkan secara psikologis ketika dinyatakan tak bisa memiliki anak, karena gangguan kesehatan pada rahimnya.

Musisi yang juga aktif sebagai penggiat kemanusiaan, Melanie Subono, mengatakan perempuan yang tidak mampu memiliki anak cenderung direndahkan. Namun bagi Melani, stigma semacam ini tak cukup kuat mengalahkan dirinya. Melani divonis tak bisa memiliki anak, disebabkan tumor yang masih bersarang di rahimnya.

Meski begitu, tumor rahim bukan menjadi hambatan bagi Melanie dalam menjalankan aktifitasnya, termasuk dalam hubungan berpasangan dengan suaminya. Duta Peduli Perempuan yang disematkan kepadanya dari Kementrian Perempuan ini, mengaku tidak mengasihani dirinya atas anggapan ketidaksempurnaan karena tak bisa punya anak.

"Bagaimana perempuan memandang dirinya, fokus pada value yang ada dalam dirinya, akan memberikan kekuatan," papar Melanie dalam talkshow bertema 'Bicara Soal Laki-Laki' yang diselenggarakan Jurnal Perempuan bekerja sama dengan IMM Muhammadiyah, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta (25/2/2010).

Perempuan perlu lebih menghargai dirinya untuk menjawab pandangan budaya seperti ini. Menurut Melanie, persoalan utamanya adalah perempuan menjadi tak berdaya karena dirinya sendiri. Perempuan harus membangun kesadaran dalam dirinya, kata perempuan yang aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi kemanusiaan ini.

Penghargaan atas dirinya yang juga mendorong Melanie untuk memutuskan tidak akan mengangkat rahim meski tumor masih terus bersarang. Kesadaran bahwa organ rahim mempengaruhi kualitas seksual perempuan menjadi alasannya. Menurutnya, perempuan sebagai manusia juga berhak memutuskan apa yang tepat untuk dirinya. Termasuk hak untuk menikmati hubungan berpasangan dengan organ reproduksi yang lengkap.

C1-10


Editor: wsn

http://female.kompas.com/read/xml/2010/02/27/22110114/fungsi.reproduksi.ukuran.wanita.sempurna.

Minggu, 25 Oktober 2009

Wanita Lebih Panjang Umur Tanpa Menikah

Rabu, 14/10/2009 16:45 WIB

Wanita Lebih Panjang Umur Tanpa Menikah

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Rechargelounge)
Jakarta, Sebuah studi menyebutkan bahwa wanita akan lebih panjang umur jika tidak menikah. Wanita yang menikah justru lebih cepat meninggal dunia ketimbang mereka yang tidak menikah. Benarkah?

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Magdeburg, Jerman menyebutkan bahwa wanita yang menikah akan mengalami penyusutan umur sekitar 1,4 tahun. Berbeda dengan wanita, pria yang menikah justru lebih panjang umurnya, yaitu meningkat hingga 1,7 tahun.

Dalam studi yang melibatkan sekitar 100.000 orang di seluruh Eropa, dilaporkan bahwa penyebab kematian lebih cepat pada wanita yang menikah adalah faktor stres. Wanita menikah memiliki tanggung jawab yang lebih tinggi, diantaranya mengurus rumah, anak, suami, belum lagi mereka yang harus bekerja atau wanita karir.

"Wanita menikah dituntut berperan lebih banyak ketimbang pria. Faktor lainnya yaitu perubahan perilaku mengikuti suami. Sebagai contoh, wanita yang menikah dengan pria perokok cenderung ikut merokok atau menjadi perokok pasif," ujar Stefan Felder seperti dilansir dari Genius Beauty, Rabu (14/10/2009).

Peneliti juga menyebutkan bahwa kehidupan seks setelah menikah akan mengganggu hormon wanita. Di sisi lain, prialah yang justru diuntungkan dengan hal itu. Data statistik di Inggris (tahun 1981-2008) menunjukkan bahwa umur seorang pria yang menikah akan meningkat lebih tinggi sebanyak 5,1 tahun dibanding wanita yang hanya 3,7 tahun.

Dalam acara seminar Terapi Hormon Meningkatkan Gejala Menopause dan Meningkatkan Kualitas Hidup yang diadakan di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (14/10/2009), Prof. Dr. med. Ali Baziad, SpOG (K) pun membenarkan fakta itu.

"Wanita yang menikah harus melayani suami, melahirkan, mengurus anak, dan lainnya. Energi mereka lebih banyak terkuras dibanding wanita yang tidak menikah, dan mereka lebih cepat stres dibanding wanita yang tidak menikah," ujar Ali.

Meskipun begitu, Ali tidak menganjurkan supaya wanita tidak usah menikah, karena wanita yang tidak menikah pun tetap berisiko terkena penyakit, seperti kanker payudara dan gangguan hormon lainnya.

"Asal bisa jaga pola kesehatan fisik dan mental, menikah tidak akan jadi masalah. Modalnya cuma satu, 'Lahaula wala kuwwata illa billah'," ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Wolfgang Goethe University of Frankfurt, Jerman tersebut.

Minggu, 11 Oktober 2009

Tidur Dengan Wanita Baik Untuk Kesehatan Pria

Jumat, 09/10/2009 18:05 WIB

Tidur Dengan Wanita Baik Untuk Kesehatan Pria

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Assetcache)
Jakarta, Data statistik menunjukkan bahwa pria akan tidur lebih baik di malam hari ketika bersama wanita daripada tidur sendirian. Pria tidur dengan lebih tenang dan lebih sedikit mengorok jika bersama wanita.

Tapi sayangnya, fakta itu tidak berlaku untuk wanita. Dari data statistik tersebut, wanita justru lebih buruk tidurnya ketika bersama pria seperti dikutip Askmen, Jumat (9/10/2009).

Seorang psikolog dari University of Washington, Neil Jacobson pun mengatakan bahwa setiap pria memiliki keinginan yang kuat untuk menikah daripada menjomblo, dan salah satu penyebabnya adalah karena pria ingin bisa tidur dalam satu ranjang dengan wanita.

Fakta di atas hanya salah satu rahasia pria diantara 2 fakta lainnya. Rahasia kedua adalah, pria yang menikah muda akan mendapat anak yang lebih sehat. Kenapa?

Karena setiap tahunnya pria kehilangan 1 persen hormon testosteronnya. Konsekuensinya adalah, produksi sperma akan menurun baik kualitas maupun kuantitasnya. Padahal kualitas sperma menentukan kesehatan anak. Jadi semakin tua pria memiliki anak, semakin tinggi risiko anaknya terlahir cacat seperti autis, schizophrenia dan beberapa sindrom lainnya.

Para ahli reproduksi pun menjelaskan fakta tersebut. Menurut mereka, setiap 16 hari sel-sel yang memproduksi sperma dan bertugas menentukan kode genetik akan mengalami proses pembelahan sel. Artinya semakin tua umur seseorang, sel-sel itu semakin banyak yang membelah dan kode genetik pun menjadi rentan berubah.

Hal itulah yang membuat penurunan kualitas genetik dan membuat anak yang dilahirkan menjadi cacat. Jadi para pria, sebaiknya menikahlah sebelum usia Anda bertambah tua dan risiko anak terlahir cacat pun bisa dikurangi.

Rahasia ketiga, pria lebih kuat menahan sakit daripada wanita. Rahasia dari kekuatan pria itu ternyata ada hubungannya dengan hormon estrogen. Estrogen adalah hormon yang lebih banyak terdapat pada wanita.

Peneliti menemukan bahwa ketika wanita mengalami menstruasi, hormon estrogennya yang sedang tinggi akan memicu otak untuk mengeluarkan hormon yang bisa menangani rasa sakit, yaitu hormon endorfin. Itu artinya ketika hormon estrogen rendah, kontrol rasa sakit oleh otak pun menjadi berkurang, hal itu membuat seseorang bisa menahan rasa sakit lebih baik, dan itulah yang terjadi pada pria.

Itulah beberapa rahasia pria yang patut diketahui.

Senin, 14 September 2009

5 Hal yang Tak Mau Didengar

5 Hal yang Tak Mau Didengar

Pria dari Wanita


5 Hal yang Tak Mau Didengar Pria dari Wanita

VIVAnews - Dalam menjalin hubungan antara pria dan wanita ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Ternyata, banyak hal yang tak ingin didengar pria dari mulut wanita. Mereka sangat menghindari hal tersebut.

Kira-kira ucapan atau kalimat apakah dari kaum wanita yang paling dihindari pria. Ini bocorannya.

1. Kalimat yang mengatakan 'saya menyukai kamu sebagai teman'. Memang kalimat itu sangat singkat dan terdengar klise. Tetapi kalimat itu terdengar seperti kalimat 'saya mencintai kamu tetapi saya tidak mencintai kamu'. Kalimat kamu seperti kakak bagi saya juga tak mau didengar oleh kaum pria dari mulut wanita.

2. Kalimat 'orangtua saya ingin bertemu denganmu'. Pria sangat menghindari kata-kata tersebut. Terkadang pria membutuhkan persiapan yang khusus untuk bertemu dengan orangtua dari kekasihnya.

3. Ungkapan apakah saya gemuk saat ini? Dan si wanita memaksakan pria itu untuk meyakinkan hal tersebut. Pria sangat tidak suka dengan pembicaraan mengenai berat badan.

4. Pria juga malas mendengar berbagai instruksi dari wanita. Pria sangat tidak suka dengan hal tersebut.

5. Segala sesuatu yang berhubungan dengan ungkapan yang membanding-bandingkan pacar Anda dengan pria lain. Termasuk dengan mantan pacar Anda.

http://id.news.yahoo.com/viva/20090912/tls-5-hal-yang-tak-mau-didengar-pria-dar-34dae5e.html

Rabu, 26 Agustus 2009

Perilaku Atasan

Bedanya Perilaku Atasan Pria
dan Wanita
Apapun gender bos Anda, lakukan yang terbaik untuk perusahaan Anda.
RABU, 26 AGUSTUS 2009 | 13:18 WIB

KOMPAS.com - Apakah menurut Anda orang yang bekerja tak secepat Anda adalah orang yang tak cerdas? Atau Anda mengira orang yang bekerja terlalu cepat adalah seorang maniak?

Di dunia bisnis, di samping ada standar ganda yang digunakan untuk melihat etos kerja yang lain, juga ada isu gender yang dikaitkan dengan performa kerja seseorang. Meski sudah banyak kenyataan membuktikan, wanita mampu bekerja layaknya pria, tetapi masih saja ada pandangan bahwa wanita punya banyak keterbatasan serius dalam dunia bisnis. Akibatnya, wanita dinilai kurang becus menjadi seorang pemimpin. Penilaian ini masih kerap terdengar di banyak ruang konferensi hingga kini.

Atasan wanita yang lebih asertif dan berorientasi pada tujuan seperti kebanyakan pebisnis, akan dianggap kejam dan kasar oleh banyak bawahannya. Bila atasan wanita banyak dipengaruhi emosi dan tak agresif –sebagaimana distereotipkan pada banyak atasan pria- maka ia akan kalah dalam dunia bisnis.

Namun, waktu kini telah berubah. Generasi muda masa kini dibesarkan pula dalam keluarga yang kedua orangtuanya bekerja. Atasan wanita kini bukanlah hal yang baru dalam hal ini. Mereka memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan atasan pria. Apa perbedaan mendasar itu?

Kreativitas
Penelitian telah membuktikan, wanita lebih komunikatif di dalam tim daripada pria. Ini merupakan sisi baik yang dimiliki pemimpin wanita. Wanita sangat unggul dalam hal kreativitas. Sebagai pekerja, ia akan unggul dalam bidang yang menghargai kreativitas seperti bidang komunikasi, seni, maupun menjadi penulis. Sedangkan pria lebih unggul dalam bidang eksakta seperti bidang akunting.

Bila Anda menginginkan atasan dengan kreativitas yang tinggi, pilihan atasan wanita memang sangat tepat. Selain itu, atasan wanita juga sangat memerhatikan hubungan antarpersonal, ramah, dan terbuka untuk sebuah gagasan.

Sangat baik atau buruk
Kepemimpinan wanita memang sangat menarik untuk diamati. Dalam sebuah kasus, ia bisa menjadi gambaran pemimpin yang sangat baik, tapi juga bisa menjadi amat sangat buruk. Pemimpin wanita bisa menjadi sangat totaliter bak Stalin dari Rusia. Ia bisa memiliki kecenderungan untuk menebar sejumlah kecurigaan yang membuat suasana tak nyaman di lingkungan kerja. Wanita dianggap sering membungkam pemikiran anak buahnya hingga membuat mereka dilanda ketakutan setiap saat berada di bawah tekanannya. Sikap ini seolah memupuk budaya bergosip, main tusuk dari belakang, hingga aksi saling mengadu.

Namun, di sisi lain atasan wanita juga bisa jadi sangat baik, penyayang, tenggang rasa, ramah, sensitif, dan bisa menjadi pendengar yang baik. Kebanyakan atasan wanita menunjukkan sikap amat peduli kepada bawahannya, dan ini tergambar dari seluruh sikap yang ditunjukkannya sehari-hari.

Selain itu, atasan wanita juga sangat tegas dan memegang teguh visi yang sudah ditetapkannya terhadap organisasi atau perusahaan. Ia sangat memegang prinsip dan memiliki integritas tinggi.

Tak ada yang lebih baik atau lebih buruk
Sebagaimana atasan pria, atasan wanita juga ada yang baik, buruk, bahkan amat sangat buruk. Banyak jenis gaya kepemimpinan yang dimiliki atasan wanita. Ketika pegawai memiliki pendirian definitif tentang apakah atasan pria atau wanita yang paling baik atau buruk, sebenarnya mereka sedang terlalu berasumsi.

Kendati demikian, tak ada pemimpin yang benar-benar buruk. Semua itu kembali kepada kebutuhan organisasi dan lingkungan kerja.


(Laili Damayanti/NOVA)

http://perempuan.kompas.com/read/xml/2009/08/26/1318401/bedanya.perilaku.atasan.pria.dan.wanita