Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 September 2010

Naik Kendaraan Umum Baik untuk Kesehatan

Rabu, 30/06/2010 09:50 WIB

Naik Kendaraan Umum Baik untuk Kesehatan

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: telegraph)
Charlotte, Naik kendaraan umum seharusnya bisa jadi solusi untuk mengurangi kemacetan di kota-kota besar seperti Jakarta. Selain mengurangi kemacetan dan menghemat pengeluaran, naik angkutan umum ternyata juga baik untuk kesehatan.

Menurut penelitian, naik kereta api, trem atau bus dapat meningkatkan aktifitas fisik dan menurunkan berat badan lebih dari 3 kg per tahun dibandingkan naik mobil atau kendaraan pribadi.

Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan angkutan umum dapat meningkatkan kesehatan dan tingkat obesitas (kegemukan) menjadi lebih rendah.

"Pembangunan lingkungan dapat memfasilitasi atau menghambat kegiatan fisik. Memahami bagaimana penggunaan kendaraan umum menawarkan aktifitas fisik memberi harapan untuk dapat mengurangi pertumbuhan prevalensi obesitas," ujar Dr John MacDonald, penulis studi dari University of Pennsylvania, seperti dilansir Telegraph, Rabu (30/6/2010).

Dalam penelitian yang akan diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine edisi Agustus ini, peneliti dari University of Pennsylvania, Drexel University dan RAND Corporation menemukan bahwa pembangunan sistem KRL (kereta api listrik) atau light-rail system (LRT) mengakibatkan aktivitas fisik (berjalan) meningkat dan tentunya akan diikuti dengan penurunan berat badan.

Penelitian ini dilakukan dengan dua survei, yaitu pada partisipan sebelum dan setelah naik KRL di daerah Charlotte, North Carolina. Peneliti menemukan bahwa naik kendaraan umum tersebut berkaitan dengan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah dari hari ke hari.

KRL mengurangi BMI rata-rata 1,18 kg/m2, dibandingkan dengan pengguna non-KRL (kendaraan pribadi) di daerah yang sama selama masa penelitian 12-18 bulan.

Ini sama halnya dengan menurunkan berat badan sebesar 3 kg. Pengguna kendaraan umum khususnya KRL juga 81 persen lebih kecil mengalami obesitas alias kegemukan.

(mer/ir)

Sabtu, 24 April 2010

Anak Jangan Pakai Ponsel Sebelum 12 Tahun

Sabtu, 24/04/2010 08:03 WIB

Bahaya Kesehatan, Anak Jangan Pakai Ponsel Sebelum 12 Tahun

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: dailymail)
London, Telepon genggam alias ponsel memang sudah menjadi kebutuhan yang sulit dipisahkan. Tak hanya orang dewasa, bahkan anak-anak pun kini banyak yang dibekali ponsel. Tapi para ahli mengingatkan, jangan pernah biarkan anak-anak menggunakan ponsel sebelum berusia 12 tahun.

Bahkan menurut fisikawan dan ahli di bidang radiasi, anak usia remaja pun sebaiknya hanya menggunakan ponsel untuk mengirim pesan singkat (SMS) saja, bukan untuk berbicara atau melakukan panggilan.

"Anak bukanlah orang dewasa yang bertubuh kecil, mereka tak seharusnya menggunakan ponsel sebelum usia 12 tahun," ujar Profesor Lawrie Challis, mantan kepala Mobile Telecommunications and Health Research programme (MTHR) seperti dilansir dariDailymail, Sabtu (24/4/2010).

Profesor Challis mengatakan, hal tersebut memang masuk akal, karena sistem kekebalan tubuh anak-anak masih berkembang dan kita tahu bahwa mereka lebih sensitif terhadap hal-hal lain, seperti ultra-violet dari sinar matahari.

Sayangnya, banyak orangtua yang merasa tenang jika membekali anaknya ke sekolah dengan ponsel karena bisa memantau anak dengan mudah.

Tapi bagi Profesor Challis, alasan-alasan tersebut bukanlah ide yang baik. Kecuali jika memang ada alasan keamanan tertentu yang harus dilakukan.

Rekomendasi ini datang dari MTHR, dimana Profesor Challis masih menjadi anggota, yang meluncurkan hasil penelitian mereka selama 30 tahun tentang risiko penggunaan ponsel terhadap 250.000 warga Eropa, 100.000 warga Inggris termasuk partisipan anak-anak.

Peneliti mendata jumlah panggilan pada masing-masing ponsel partisipan dan membandingkannya dengan catatan kesehatan, untuk menentukan apakah ponsel memicu atau memperburuk kanker, termasuk kanker telinga, kulit dan otak.

Studi ini juga melihat apakah ponsel meningkatkan kemungkinan penyakit saraf seperti Alzheimer, Parkinson dan multiple sklerosis, stroke dan penyakit jantung, serta kondisi yang kurang serius seperti sakit kepala dan gangguan tidur.

Hasilnya, mereka yang berusia di bawah usia 12 tahun, yang memang dibekali ponsel oleh orang tuanya, paling rentan terhadap semua dampak negatif dari penggunaan ponsel.

Dan menurut para peneliti dari Imperial College London, hasil ini memang akan mengejutkan banyak orangtua. Tapi jika keadaannya mendesak dan anak-anak memang tidak bisa tanpa dibekali ponsel, pilihanya adalah dengan membekali anak ponsel beserta handset yang memang dirancang untuk anak.

"Jika orangtua khawatir, mereka dapat memantau anak-anak cukup dengan melakukan panggilan singkat, atau menggunakan perangkat hands-free," ujar John Cooke, direktur eksekutif Mobile Operators Association.

Menurutnya, orangtua harus bisa menimbang-nimbang antara manfaat jaminan nyata yang diberikan oleh teknologi ini terhadap kemungkinan efek kesehatan masa depan yang tidak diketahui.

(mer/ir)

Minggu, 11 Oktober 2009

Tidur Dengan Wanita Baik Untuk Kesehatan Pria

Jumat, 09/10/2009 18:05 WIB

Tidur Dengan Wanita Baik Untuk Kesehatan Pria

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Assetcache)
Jakarta, Data statistik menunjukkan bahwa pria akan tidur lebih baik di malam hari ketika bersama wanita daripada tidur sendirian. Pria tidur dengan lebih tenang dan lebih sedikit mengorok jika bersama wanita.

Tapi sayangnya, fakta itu tidak berlaku untuk wanita. Dari data statistik tersebut, wanita justru lebih buruk tidurnya ketika bersama pria seperti dikutip Askmen, Jumat (9/10/2009).

Seorang psikolog dari University of Washington, Neil Jacobson pun mengatakan bahwa setiap pria memiliki keinginan yang kuat untuk menikah daripada menjomblo, dan salah satu penyebabnya adalah karena pria ingin bisa tidur dalam satu ranjang dengan wanita.

Fakta di atas hanya salah satu rahasia pria diantara 2 fakta lainnya. Rahasia kedua adalah, pria yang menikah muda akan mendapat anak yang lebih sehat. Kenapa?

Karena setiap tahunnya pria kehilangan 1 persen hormon testosteronnya. Konsekuensinya adalah, produksi sperma akan menurun baik kualitas maupun kuantitasnya. Padahal kualitas sperma menentukan kesehatan anak. Jadi semakin tua pria memiliki anak, semakin tinggi risiko anaknya terlahir cacat seperti autis, schizophrenia dan beberapa sindrom lainnya.

Para ahli reproduksi pun menjelaskan fakta tersebut. Menurut mereka, setiap 16 hari sel-sel yang memproduksi sperma dan bertugas menentukan kode genetik akan mengalami proses pembelahan sel. Artinya semakin tua umur seseorang, sel-sel itu semakin banyak yang membelah dan kode genetik pun menjadi rentan berubah.

Hal itulah yang membuat penurunan kualitas genetik dan membuat anak yang dilahirkan menjadi cacat. Jadi para pria, sebaiknya menikahlah sebelum usia Anda bertambah tua dan risiko anak terlahir cacat pun bisa dikurangi.

Rahasia ketiga, pria lebih kuat menahan sakit daripada wanita. Rahasia dari kekuatan pria itu ternyata ada hubungannya dengan hormon estrogen. Estrogen adalah hormon yang lebih banyak terdapat pada wanita.

Peneliti menemukan bahwa ketika wanita mengalami menstruasi, hormon estrogennya yang sedang tinggi akan memicu otak untuk mengeluarkan hormon yang bisa menangani rasa sakit, yaitu hormon endorfin. Itu artinya ketika hormon estrogen rendah, kontrol rasa sakit oleh otak pun menjadi berkurang, hal itu membuat seseorang bisa menahan rasa sakit lebih baik, dan itulah yang terjadi pada pria.

Itulah beberapa rahasia pria yang patut diketahui.