Tampilkan postingan dengan label Kanker Payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanker Payudara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 November 2010

JENIS – JENIS KANKER PAYUDARA

JENIS – JENIS KANKER PAYUDARA

Posted by kanker on 4 September 2009

breast-anatomythumbnail

NORMAL BREAST PROFILE :
A. Ducts
B. Lobules
C. Dilated section of duct to hold milk
D. Nipple
E. Fat
F. Pectoralis major muscles
G. Chest wall / Rib cage

ENLARGEMENT :
A. Normal Duct Cells
B. Basement Membrane
C. Lumen

Jenis kanker payudara yang paling umum adalah berasal dari saluran air susu ( ductal carcinoma ) atau kelenjar air susu ( lobular carcinoma ). Penentuan asal kanker ditentukan dari bentuk sel kanker yang terlihat secara microscopic dalam biopsy.

In situ breast cancer

In situ breast cancer adalah type kanker yang mana sel kanker tetap berada dalam selubung tempat asalnya. Jadi sel kanker tidak menyerang jaringan disekitar saluran air susu atau kelenjar air susu. Jenisnya antara lain :

Ductal Carsinoma In Situ ( DCIS )

ductal-carcinoma-in-situthumbnail

ENLARGEMENT:
A. Normal duct cells
B. Duct cancer cells
C. Basement membrane
D. lumen ( centre of duct )

Adalah suatu sel abnormal di sepanjang saluran air susu yang tidak menyerang jaringan sekitar payudara. Ini adalah kanker payudara stadium awal. Beberapa ahli menganggap DCIS adalah kondisi sangat awal dari kanker. Hampir semua wanita dengan DCIS ini bisa disembuhkan. Tapi ada juga yang berkembang menjadi kanker payudara yang invasife.

· Lobular Carsinoma In Situ ( LCIS )

lobular-carcinoma-in-situthumbnail

ENLARGEMENT :
A. Normal lobular cells
B. Lobular cancer cells
C. Basement membrane

Bahwa suatu sel abnormal masih berada dalam kelenjar air susu, dan tidak menyerang jaringan disekitarnya. Masih menjadi kontroversi diantara ahli-ahli kanker bahwa apakah LCIS merupakan suatu stadium sangat awal dari kanker ataukah hanya merupakan penanda bahwa itu dimasa datang akan berubah menjadi kanker. Tetapi para ahli juga sepakat bahwa apabila seseorang mempunyai LCIS, berarti di kemudian hari dia mempunyai resiko untuk mempunyai kanker pada salah satu payudaranya. Pada payudara yang terdapat LCIS bisa berubah menjadi invasive lobular breast cancer. Bila kanker berkembang pada payudara yang lain, maka bisa jadi menjadi Invasife Lobular atau Invasife Ductal Carsinoma.

Invasive breast cancer ( Kanker payudara yang invasive )

Invasive ( infiltrating ) breast cancer adalah jenis kanker yang sel kankernya telah keluar / lepas dari mana dia berasal, menyerang jaringan sekitar yang mendukung saluran dan kelenjar- kelenjar payudara. Sel-sel kanker ini bisa menyebar keberbagai bagian tubuh, seperti ke kelenjar getah bening. Jenisnya antara lain :

· Invasive Ductal Carsinoma ( IDC )

invasive-ductal-carcinomathumbnail

ENLARGEMENT :
A. Normal duct cells
B. Ductal cancer cell breaking through basement membrane
C. Basement membrane

Dianggap sebagai penyebab terbesar kanker payudara yang invasive. Jika seorang wanita mempunyai IDC, maka sel kanker yang berada di sepanjang saluran air susu akan keluar dari dinding saluran tersebut dan menyerang jaringan disekitar payudara. Sel kanker bisa saja tetap terlokalisir, berada didekat tempat asalnya atau menyebar ( metastasis ) kebagian tubuh yang lain, terbawa oleh peredaran darah atau system kelenjar getah bening. Untuk jenis IDC solid tubular, meskipun invasive tapi masih lumayan terkendali dibanding jenis invasive lain.

· Invasive Lobular Carsinoma ( ILC )

invasive-lobular-carcinomathumbnail

ENLARGMENT :
A. Normal cells
B. Lobular cancer cells breaking through the basement membrane
C. Basement membrane

Meskipun tidak sebanyak IDC, type ini juga mempunyai sifat yang mirip. ILC, berkembang dari kelenjar yang memproduksi susu dan kemudian menyerang jaringan payudara disekitarnya. Juga bahkan ke tempat yang lebih jauh dari asalnya. Dengan ILC, penderita mungkin tidak akan merasakan suatu benjolan, yang dirasakan hanyalah adanya semacam gumpalan atau suatu sensasi bahwa ada yang berbeda pada payudara. ILC, bisa diditeksi hanya dengan menyentuh, dan kadang juga bisa tidak terlihat dalam mammogram. ILC ini bersifat seperti cermin, kalau payudara kanan ada benjolan, biasanya sebelah kiri juga ada.

Type – type yang tidak biasa / Jarang pada kanker payudara

Tidak semua type kanker payudara berasal dari saluran air susu atau kelenjar air susu. Beberapa jenis yang tidak umum adalah :

Inflammatory Breast Cancer
jenis ini jarang, tapi termasuk type kanker payudara yang agresive. Kulit pada payudara menjadi merah dan bengkak. Atau menjadi tebal / besar. Berbintik-bintik menyerupai jeruk yang terkelupas. Ini dikarenakan oleh sel kanker yang memblock pembuluh getah bening yang letaknya dekat permukaan payudara.


Medullary Carcinoma.

Type spesifik pada invasive breast cancer. Dimana batas tumor jelas terlihat. Sel kanker lebar dan sel system imun terlihat disekitar batas tumor.

Tubular carcinoma

Jenis kanker yang jarang ini dinamaidemikian karena bentuk sel kanker ketika dilihat dibawah microscope. Meskipun merupakan invasive breast cancer tapi tampilannya lebih baik dari Invasive Ductal Carcinoma dan Invasive Lobular Carcinoma.

Metaplastic carcinoma

Mewakili kurang dari 1% dari seluruh pasien yang baru didiagnosis mempunyai kanker payudara.Perubahan bentuk jaringan biasanya terlokalisir / terbatas dan berisi beberapa sel yang berbeda, yang secara typical tidak ditemui pada kanker payudara yang lain.Harapan kesembuhan dan cara penanganannya sama dengan Invasive Ductal Carcinoma.Sarcoma
Tumor yang tumbuh pada sambungan antara jaringan di payudara. Jenis tumor ini biasanya kemudian menjadi kanker ( malignant )

Micropapillary carcinoma

Type ini cenderung untuk menjadi agresive, sering menyebarnya ke kelenjar getah bening, meskipun ukurannya kecil.

Adenoid cystic carcinoma

Jenis kanker ini penggolongannya dilihat dari ukurannya, tumor local.Termasuk jenis invasive, tetapi lambat dalam pertumbuhan dan penyebaran

Sumber : http://kankerpayudara.wordpress.com

http://kankerku.blogdetik.com/?p=134?l991101blog

Rabu, 08 September 2010

Vaksin Pencegah Kanker Payudara Segera Muncu

Senin, 31/05/2010 09:43 WIB

Vaksin Pencegah Kanker Payudara Segera Muncul

Irna Gustia - detikHealth


img
Mamografi payudara (telegraph)
Ohio, Ancaman kanker payudara terus menghantui perempuan. Kini mulai ada titik cerah setelah ilmuwan menemukan vaksin yang bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati kanker payudara.

"Semua perempuan di atas usia 40 tahun dapat diberikan vaksin ini untuk mencegah mereka dari kanker payudara," kata Dr Vincent Tuohy yang menciptakan vaksin ini seperti dilansir dari Telegraph, Senin (31/5/2010).

Vaksin ini akan mulai diujicobakan dalam setahun ini. Saat ini penelitian yang dilakukan terhadap tikus sudah memberikan hasil bahwa vaksin ini bisa menghentikan aktivitas tumor baik yang pernah muncul atau pun yang tumor yang sedang menyerang.

Jika ujicoba dalam setahun ini berhasil akan dilakukan uji klinis terhadap perempuan pada tahun depan. Peneliti akan mempersilakan dokter untuk memberikan vaksin pada perempuan berumur 40 tahun, usia ketika risiko kanker payudara mulai meningkat.

Dalam pengujian saat ini, vaksin tersebut sudah bisa menghilangkan 70 persen kanker payudara. Tapi Dr Vincent berjanji akan mengupayakan pembuatan vaksin yang memberikan perlindungan substansial dan menghapus penyakit itu sama sekali.

"Kami benar-benar percaya bahwa vaksin pencegah kanker payudara akan bekerja seperti vaksin pencegah polio," kata Dr Vincent dari Cleveland Clinic di Ohio.

"Kami berusaha untuk memberikan perlindungan substansial dan kami berpendapat kanker payudara adalahpenyakit benar-benar bisa dicegah," lanjut sang penemu vaksin itu.

Vaksin ini memakai bahan dasar protein yang disebut alpha-laktoalbumin yang merupakan protein penyebabutama kanker payudara. Bahan dasar protein yang sama diketahui bisa menjadi vaksin terhadap penyakit.

Dalam tes yang dilakukan pada tikus, vaksin ini dapat membebaskan tumor seperti yang dilaporkan dalam jurnalNature Medicine.

Suntikan vaksin ini akan merangsang sistem kekebalan tubuh, yang akan menghancurkan alpha-laktoalbuminsehingga pembentukan tumor akan berhenti.

Vaksin juga dimanfaatkan sebagai sistem kekebalan tubuh yang bisa mengecilkan tumor yang sudah ada sebelumnya hingga setengahnya.

Peneliti kini sedang mencari cara bagaimana melakukan suntikan dan pemberian dosis yang aman sehingga bisa mengenai target pada sel-sel yang sakit.

Jika penelitian ini berhasil akan memberikan manfaat penting untuk mencegah kanker payudara di masa mendatang.

Yang pasti perempuan juga disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko kanker payudara seperti mengurangi konsumsi alkohol, menjaga berat badan yang sehat dan berolahraga secara teratur.

(ir/up)

Senin, 26 Juli 2010

Seorang Pria di Inggris Meninggal karena Kanker Payudara

Seorang Pria di Inggris Meninggal karena Kanker Payudara


Seorang Pria di Inggris Meninggal karena Kanker Payudara

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON--Publik Inggris dikejutkan dengan kematian seorang pria 28 tahun akibat kanker payudara. Nicky Avery meninggal di rumah sakit pada Senin setelah berjuang melawan penyakit ini selama empat tahun terakhir.

Sebelumnya, setelah didiagnosa positif mengidap kanker di kedua payudaranya, Avery aktif dalam kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit ini. Setelah empat tahun perang melawan penyakit Nicky Avery, digambarkan di sini dengan istrinya Cheryl, menyerah untuk kanker payudara pada hari Senin

Setelah empat tahun perang melawan penyakit ini, Avery, yang selalu setia didampingi istrinya Cheryl, menyerah pada penyakitnya. Kanker diketahui telah menyebar ke dada, hati, tulang, dan kemungkinan besar, otaknya.

Mantan buruh dari Southend-on-Sea itu menjalani kemoterapi awal tahun ini. Ia dirawat di rumah sakit setelah kondisinya memburuk dan meninggal di kelilingi oleh keluarganya. Pada bulan April ia telah mencapai impiannya, untuk menikah dengan kekasihnya, Cheryl Perkins, 28 tahun.

Kanker payudara sangat jarang terjadi pada pria. Risiko seorang pria mengalami kanker payudara dalam hidupnya hanya satu banding 1.000. Setiap tahun 44.500 wanita didiagnosis dengan penyakit ini dibandingkan dengan 300 orang pada pria.

Gejala, diagnosis, dan pengobatan kanker payudara pada pria mirip dengan kanker payudara perempuan. Gejala yang paling umum adalah benjolan tak sakit tepat di bawah puting.

Faktor risiko termasuk tingkat estrogen yang tinggi, paparan radiasi, dan sejarah keluarga ada yang mengidap kanker payudara. Tingkat kelangsungan hidup secara keseluruhan sama dengan perempuan.

Avery didiagnosis dengan kanker pada tahun 2006 setelah pacar meyakinkannya untuk pergi ke dokter setelah menemukan benjolan di payudaranya. Biopsi dan scan yang dilakukan mengungkapkan benjolan itu potensial menjadi kanker.

Setelah melalui serangkaian pengobatan yang sangat melelahkan, dia diberitahu bahwa dia telah mengalahkan penyakit pada bulan Mei 2007. Namun pada Maret tahun lalu ia diberitahu itu telah menyebar. Meskipun bersumpah untuk mengalahkan kanker lagi, ternyata ia harus menyerah.

http://id.news.yahoo.com/repu/20100725/tls-seorang-pria-di-inggris-meninggal-ka-4d4f647.html

Jumat, 14 Mei 2010

Jauhi Kanker Payudara dengan Jalan Kaki

Jauhi Kanker Payudara dengan Jalan Kaki


Jauhi Kanker Payudara dengan Jalan Kaki

KOMPAS.com — Untuk mengurangi risiko kanker payudara, kita tak perlu sampai berolahraga ekstrem. Bahkan dengan melangkahkan kaki saja kita sudah bisa menjaga kesehatan payudara secara signifikan. Tidak ada kata terlambat untuk bisa merasakan manfaatnya.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association, para ilmuwan menemukan bahwa perempuan yang rutin melakukan olahraga jalan cepat di akhir usia 30 dan 40 tahun memiliki risiko terkena kanker payudara lebih rendah dibanding rekan mereka yang malas bergerak.

Penelitian ini melibatkan 74.000 perempuan menopause berusia 50-79 tahun. Mereka adalah responden dalam studi Women's Health Initiative tahun 2002. Hasil studi tersebut antara lain menyimpulkan manfaat terapi sulih hormon untuk mengurangi risiko kanker payudara.

Hasil penelitian mengenai manfaat jalan kaki ini menguatkan berbagai studi yang menyebutkan olahraga secara teratur efektif mengurangi risiko kanker payudara. Selain itu, ternyata tidak ada kata terlambat untuk memulainya.

Responden yang hanya berolahraga jalan cepat 1,5-2 jam setiap minggu dan dimulai saat mereka berusia 35 dan 50 tahun juga mendapatkan manfaat penurunan risiko kanker hingga 18 persen. Namun, tentu saja manfaatnya akan lebih bermakna bila olahraganya dimulai sedini mungkin.

Selain berjalan kaki, jenis olahraga lain yang bersifat fun seperti berenang dan bersepeda, jika dilakukan secara teratur, maka akan mengurangi risiko terkena kanker lebih besar lagi. Tak ketinggalan, ada bonus jantung lebih sehat sekaligus menjaga agar berat badan tetap ideal.

http://id.news.yahoo.com/kmps/20100514/tls-jauhi-kanker-payudara-dengan-jalan-k-8d16233.html