Tampilkan postingan dengan label Flu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flu. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

Flu Bisa Dicegah dengan Pijat

Sabtu, 08/10/2011 17:38 WIB

Flu Bisa Dicegah dengan Pijat

Vera Farah Bararah - detikSurabaya

Surabaya - Seseorang biasanya mengonsumsi vitamin C untuk menangkal infeksi kuman seperti flu. Tapi ada cara yang lebih menyenangkan untuk mencegah flu yaitu mendapatkan pijat.
Sebuah penelitian yang dihasilnya dipublikasikan dalamThe Journal of Complimentary and Alternative Medicinemelaporkan bahwa pijat bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta membantu mengatasi stres dengan lebih baik.

Kedua kondisi ini menunjukkan bahwa pijat tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan secara umum, namun membantu mencegah penyakit infeksi yang mudah menular seperti flu.

Dalam studi ini peneliti membagi peserta menjadi 2 kelompok, satu kelompok mendapatkan pijat tradisional Swedia sedangkan kelompok lainnya hanya mendapatkan sentuhan ringan yang tidak mencakup teknik terapi pijat.

Setelah 45 menit kedua kelompok diambil sampel darahnya lalu dibandingkan. Diketahui kelompok yang mendapatkan pijat tradisional Swedia mengalami peningkatan yang signifikan dalam jumlah limfosit (sel darah putih).

Seperti diketahui sel darah putih ini memainkan peran besar dalam melindungi tubuh terhadap serangan penyakit serta menurunkan kadar hormon stres yang dimiliki.

"Kami menemukan bahwa perubahan biologis terjadi ketika seseorang mendapatkan pemijatan, perubahan ini memberikan manfaat terhadap kesehatan tubuh," ujar Mark Hyman Rapaport, MD ketua departemen psikiatri dan ilmu saraf perilaku di Cedars-Sinai Medical Center, seperti dikutip dari Menshealth.com, Sabtu (8/10/2011).

Tak ada salahnya jika mendapatkan pijat secara teratur karena bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh seperti meningkatkan kekebalan tubuh dan memperlancar aliran darah, sedangkan pijat 5 menit di tangan juga mampu menurunkan kadar stres.

(bdh/bdh) 


http://surabaya.detik.com/read/2011/10/08/173809/1739750/595/flu-bisa-dicegah-dengan-pijat

Sabtu, 27 November 2010

Hindari Makanan Ini Saat Sedang Flu

Sabtu, 27/11/2010 08:11 WIB

Hindari Makanan Ini Saat Sedang Flu

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Flu merupakanpenyakit yang umum saat musim pancaroba atau musim hujan. Meski bukan penyakit serius, gejala-gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila ingin cepat sembuh, sebaiknya hindari makanan berikut saat flu.

Gejala flu seperti hidung tersumbat, meler, batuk serta demam tentunya sangat mengganggu aktivitas. Ada beberapa makanan tertentu yang dapat mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan, tapi ada pula makanan yang justru harus dihindari saat sedang flu.

Dilansir Livestrong, Sabtu (27/11/2010), berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sedang flu:

1. Makanan manis
Menurut buku 'Diets for Healthy Living: Dr. Linda Page's Natural Solutions to America's 10 Biggest Health Problems', gula mencegah tubuh memerangi bakteri yang menyebabkan gejala flu.

Makan makanan yang mengandung banyak gula seperti cake, permen dan kue dapat mencegah tubuh mengatasi hidung tersumbat yang merupakan keluhan umum saat flu. Gula membuat lendir dapat bertahan lama di saluran pernapasan karena lingkungannya yang hangat dan lembab, sehingga menyediakan tempat yang nyaman bagi virus.

Makanan lain yang sebaiknya dipantang saat flu adalah makanan tinggi lemak seperti kentang goreng dan makanan cepat saji.

2. Susu
Susu dapat menyebabkan lendir di paru-paru dan sinus bertahan lebih lama. Virus tumbuh di lingkungan yang hangat dan lembab yang disediakan oleh lendir, yang dapat membuatnya tinggal di dalam tubuh lebih lama dan juga dapat menyebabkan gejala flu lebih parah.

Ganti susu dengan air atau jus buah segar sampai gejala flu Anda sembuh. Sebaiknya juga hindari semua produk susu selama beberapa minggu setelah flu sembuh. Ini akan membantu paru-paru pulih sempurna.

3. Daging
Lemak hewani menghalangi kemampuan tubuh untuk menyingkirkan kuman yang menyebabkan gejala flu, sehingga flu akan berlangsung lama atau mengalami gejala yang lebih parah.

Ganti ayam dan daging dengan makanan nabati, seperti salad hijau yang mengandung banyak antioksidan sehingga dapat melawan infeksi lebih cepat.

(mer/ir)


Sabtu, 16 Oktober 2010

Jauhi Flu Dengan Rutin Berjalan Kaki

Jumat, 15/10/2010 19:10 WIB

Jauhi Flu Dengan Rutin Berjalan Kaki

Eya Ekasari - wolipop

img
Dok. Thinkstock
Jakarta - perti yang dikutip dari About.com, terdapat sebuah studi yang melibatkan 50 wanita yang terbiasa berjalan cepat selama 45 menit sehari dan wanita yang tidak berolahraga. Dalam syudi tersebut diungkapkan bahwa lebih dari setengah wanita yang terbiasa berjalan, jarang terkena flu bila dibandingkan wanita yang tidak berolahraga. Hal ini dikarenakan, wanita yang terbiasa berjalan mengalami peningkatan sistem kekebalan tubuh

Anda mungkin sering mendengar bahwa latihan yang rutin bisa meningkatkan sistem imun dalam tubuh. Kata kuncinya disini adalah 'rutin'. Oleh karena itu, buatlah kebiasaan berjalan kaki dengan jadwal yang selalu sama seperti sebelumnya, agar tubuh tidak kaget. Setelah tubuh mulai terbiasa, mulailah untuk meningkatkan intensitas dan durasi latihan Anda.

Cara terbaik untuk mencegah flu:
1. Olahraga dengan rutin mulai selama 30-60 menit dalam sehari.
2. Diet sehat, menerapkan diet sehat setidaknya lima porsi sayuran dan buah dalam sehari.
3. Janga lupa untuk selalu mencuci tanga sesering mungkin. Anda tidak tahu bahkan sadar kapan tangan Anda akan menyentuh mulut. Kombinasi antara sabun dengan menggosok tangan akan menjauhkan anda dari kuman flu.
4. Usahakan untuk selalu menyimpan gel pembersih tangan di dalam tas. Anda tetap bisa membersihkan tangan walau jauh dari sabun dan air.

(eya/eya)

Sabtu, 27 Maret 2010

Pria Lebih Mudah Kena Flu

Jumat, 26/03/2010 17:00 WIB

Pria Lebih Mudah Kena Flu

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: dailymail)
Jakarta, Penyakit flu memang bisa menyerang siapa saja. Tapi ternyata laki-laki lebih mudah terkena virus flu dibanding perempuan. Ini karena laki-laki tidak memiliki hormon estrogen yang melindungi tubuh dari infeksi.

Karena tidak memiliki hormon estrogen, maka kaum laki-laki sering disebut dengan jenis kelamin yang lemah. Para peneliti menemukan bahwa perempuan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibandingkan dengan laki-laki karena hormon seksualnya.

Hasil studi menunjukkan bahwa hormon seksual perempuan yaitu estrogen dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang utama dalam mencegah serangan bakteri atau infeksi lainnya.

Berdasarkan temuan ini ada kemungkinan meningkatkan penggunan obat berbasis estrogen untuk membantu pertahanan tubuh kaum laki-laki. Dalam penelitian ini lebih difokuskan pada enzim yang disebut dengan caspase-12.

Enzim ini kemungkinan dapat melindungi tubuh terhadap infeksi dengan cara menghalangi peradangan di tubuh untuk melawan bakteri atau kuman lain yang tidak diinginkan.

Studi menunjukkan bahwa estrogen yang dibuat secara rekayasa genetis dapat memberikan kekebalan bagi tubuh. Hasil ini dilaporkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

"Hasil studi menunjukkan bahwa perempuan memiliki respons terhadap anti peradangan yang lebih kuat daripada laki-laki. Ketika studi ini dilakukan pada tikus, ada kemungkinan juga berlaku pada manusia dengan membuat obat immunityboosting," ujar peneliti Maya Saleh, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (26/3/2010).

Dr Saleh menambahkan bahwa laki-laki memang lebih rentan terhadap infeksi oleh bakteri, virus, jamur atau cacing dibanding perempuan. Selain itu juga didapatkan sekitar 30 persen laki-laki mengalami sakit pilek dan flu, sedangkan perempuan hanya 22 persen saja.

Penelitian sebelumnya telah mengungkapkan mengapa beberapa orang dapat menahan rasa sakit sementara orang lain harus berjuang mencari obat agar bisa merasa lebih baik. Hal ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh seberapa banyak hormon estrogen yang dimiliki orang tersebut untuk memberikan sistem kekebalan tubuh yang maksimal.

Sementara itu ilmuwan dari Stanford University di California menyimpulkan bahwa perbedaan diantara keduanya juga bisa terletak pada pikiran orang tersebut terhadap sesuatu. Rasa sakit bisa dihambat atau dikurangi dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa hal tersebut sebenarnya tidak ada.

(ver/ir)

Minggu, 01 November 2009

Flu, si Pengganggu Aktivitas

Jumat, 16/10/2009 10:50 WIB

Flu, si Pengganggu Aktivitas


img
(Foto: Indofarma)
Penyakit flu acap kali dianggap sebagai penyakit ringan tapi sangat mengganggu aktivitas. Flu kerap muncul saat musim pancaroba dan ketika sistem imun tubuh dalam kondisi lemah sehingga tak mampu menghalau virus.

Virus penyebab flu adalah virus influenza, coronavirus, rhinovirus dan RSV. Adajuga penyebabnya yang dari bakteri yakni Haemophillus influenza dan Streptococcus pneumonia.

Flu gampang sekali menular ketika kita kontak dengan penderita atau percikan dari air liur penderita yang sedang bersin atau batuk.

Penyakit ini biasanya muncul ketika dengan cepat ketika di lingkungan Anda yang terkena penyakit ini. Virus ini dengan gampang masuk ketika seseorang mengalami kurang tidur, kelelahan atau kehujanan.

Gejala yang paling umum adalah sering bersin, ingusan, pilek, batuk, sakit kepala, demam hingga nyeri badan. Istirahat yang cukup dengan tidur sangat membantu pemulihan flu.

Seperti yang dialami Ibu Ira Nuraini, karyawan perusahaan air minum daerah kota Surabaya, Jl. Dr. Moestopo� Surabaya. Suatu ketika Ibu Ira terkena flu, akibat perubahan cuaca yang tidak menentu di kota Surabaya. Tentu saja hal ini mengganggu aktivitas sehari-harinya.

Ibu Ira tertarik dengan brosur Indo Obat Serbu� yang ada di meja kasir, didalam benaknya Ibu Ira bertanya apa benar obat ini manjur, harganya kok cuma 1.000 rupiah. Tapi begitu mengetahui bahwa Indo Obat Serbu ini merupakan program pemerintah dalam hal ini program yang didukung oleh departemen kesehatan akhirnya ibu Ira membeli Indo Obat Flu 5 blister untuk persediaan di rumah.

Setelah beberapa saat minum obatnya, kemudian flu yang dirasakan ibu Ira mereda, padahal ibu Ira baru mengkonsumsi 2 x 1 tablet saja dari dosis yang dianjurkan 3 x 1. Akhirnya keraguan ibu Ira akan khasiat Indo Obat Serbu terjawab, Indo Obat Serbu adalah obat yang ampuh dan bermutu. (Advetorial Indofarma)