Minggu, 05 September 2010

Bocah Lemah yang Harus Menjauhi Teman-temannya

Sabtu, 04/09/2010 13:00 WIB

Bocah Lemah yang Harus Menjauhi Teman-temannya

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
Bea Todd (Foto; dailymail)
London, Alangkah sepinya hidup bocah Bea Todd yang harus selalu menjauhi teman-teman mainnya. Sistem tubuhnya yang amat lemah membuatnya tak boleh sembarangan bertemu orang.

Padahal masa kanak-kanak adalah saatnya untuk bermain dan berkumpul bersama teman-teman. Tapi bocah berusia 3 tahun harus selalu bermain sendiri agar teman-temannya tidak menularkan penyakit seringan apapun yang tidak bisa dilawannya.

Bea Todd dilahirkan dengan memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, hal ini mengharuskannya untuk jauh-jauh dari anak-anak lain seusianya. Ia tidak bisa bermain atau berkumpul di pesta ulangtahun temannya dan tidak bisa memiliki saudara kandung. Karena tubuhnya sangat lemah, ia bahkan tidak akan mampu melawanpenyakit flu biasa.

"Agar semangat bermainnya tidak hilang dan ia bisa tetap menikmati masa kecilnya, kini ia memiliki taman bermain sendiri. Sekarang ia bisa keluar dan bermain kapan saja," ujar Anna Todd (33 tahun) sang bunda, seperti dikutip dari Dailymail, Sabtu (4/9/2010).

Anna menuturkan sebelum Bea memiliki taman sendiri terkadang ia harus melihat pemandangan 'memilukan' ketika melihat putrinya hanya bisa menonton anak-anak lain yang bermain di taman tanpa bisa ikut bergabung. Ia hanya bisa bermain di taman jika tidak ada anak-anak lain yang bermain, tapi jika ada anak-anak maka ia tidak bisa bermain dan terpaksa harus pulang kembali ke rumah.

"Sistem kekebalan tubuhnya sangat rapuh dan rendah, sehingga ia lebih mudah dan cepat terkena penyakit yang ringan sekalipun. Sementara itu tubuhnya tidak memiliki kekuatan untuk melawan penyakit yang ada," ujarnya.

Lebih lanjut Anna menuturkan karena itulah ia tidak bisa bermain dengan anak-anak lain, karena terkadang seseorang tidak bisa mengetahui apakah anak tersebut memiliki penyakit seperti batuk, virus, infeksi bakteri atau cacar air yang bisa mengancam jiwanya.

Bea didiagnosis memiliki juvenile arthritis dan HRH hemophagocytic, hal ini diketahui setelah ia menderita ruam saat berusia 5 bulan. Ia harus menjalani perawatan di ruang intensif selama beberapa hari dan berada 6 bulan di rumah sakit. Bea berhasil melakukan transplantasi sumsum tulang di London's Great Ormond Street Hospital ketika berusia 2 tahun. Setelahnya ia harus menjalani kemoterapi dan menghabiskan waktu selama 4 bulan di bangsal isolasi.

Hingga akhirnya pada Februari 2010 ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit, namun terdapat tabung di hidungnya yang berfungsi sebagai tempat pemberian obat dan juga transfusi trombosit setiap dua hari. Selain itu ia harus mendapatkan perlakuan yang intensif untuk mempertahankan dirinya dan keluarga juga harus tetap menjaga rumahnya agar selalu bersih.

Orangtuanya harus membersihkan rumah secara keseluruhan setiap dua hari sekali dan menggunakan alat penghisap debu setiap pagi untuk menghilangkan debu dan kuman. Sedangkan anak-anak kerabatnya baru diizinkan untuk bermain atau memasuki rumah jika sudah melakukan pemeriksaan terhadap masalah kesehatan dan penyakit.

(ver/ir)

Berapa Lama Nikotin Berada di dalam Tubuh?

Sabtu, 04/09/2010 15:30 WIB

Berapa Lama Nikotin Berada di dalam Tubuh?

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstocks)
Jakarta, Salah satu zat di dalam rokok yang diketahui berbahaya atau menimbulkan risiko kesehatan adalah nikotin. Berapa lama nikotin berada di dalam tubuh seseorang?

Selain bisa menimbulkan risiko kesehatan, nikotin yang terkandung di dalam rokok juga membuat seseorang ketergantungan (adiksi) dan melemahkan keinginan seseorang untuk berhenti merokok. Hal inilah yang menyebabkan banyak orang gagal
untuk berhenti merokok.

Ketika seseorang merokok, maka nikotin akan masuk dan mulai menumpuk di dalam tubuh. Lama kelamaan seseorang akan terbiasa dengan nikotin dan jika ia tidak mendapatkan jumlah yang sama maka tubuh akan meminta lebih. Dan biasanya jumlah nikotin yang masuk akan semakin besar atau meningkat.

Seperti dikutip dari eHow, Sabtu (4/9/2010) sebagian besar nikotin yang dikonsumsi (atau sekitar 90 persen) dengan cepat dimetabolisme oleh hati dan kemudian akan dikeluarkan melalui ginjal. Jumlah sisa nikotin akan tetap berada di dalam aliran darah selama 6-8 jam setelah merokok.

Jumlah nikotin yang tetap berada di dalam sistem tubuh tergantung pada seberapa banyak nikotin yang masuk. Hal ini dipengaruhi oleh jumlah rokok yang dihisap setiap harinya. Namun tidak semua nikotin yang masuk akan dikeluarkan oleh tubuh, karena ada kemungkinan sejumlah tertentu nikotin yang tetap berada di dalam tubuh. Karena itu efek yang ditimbulkan dari nikotin membutuhkan waktu jangka panjang.

Rata-rata dalam satu batang rokok yang dihisap mengandung 1 mg nikotin yang masuk ke tubuh. Karenanya semakin banyak rokok yang dihisap dalam satu hari, maka semakin banyak pula nikotin yang masuk ke dalam tubuh.

Jika orang hanya sesekali merokok, kemungkinan nikotin akan menetap beberapa hari di dalam tubuh. Tapi jika termasuk perokok berat maka nikotin akan tetap berada di dalam aliran darah selama 30 hari setelah merokok. Hal tersebut terjadi jika seseorang berhenti merokok sama sekali setelahnya.

Jika dilihat dari jumlah rokok yang dikonsumsi, maka tingkatan kadar nikotin di dalam sistem tubuh manuisa terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

  1. Perokok ringan. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah orang yang hanya sekali kali saja merokoknya, sehingga kemungkinan nikotin masih akan terdeteksi hingga 2-3 hari setelah merokok. Semakin lama jangka waktu seseorang berhenti merokok, maka akan semakin sedikit jumlah nikotin yang terdeteksi.
  2. Perokok sedang. Yang termasuk kelompok ini adalah orang yang merokok secara tidak beraturan, mungkin sekali atau hanya dua kali dalam seminggu. Jumlah nikotin yang terdeteksi kemungkinan sedikit lebih tinggi dibandingkan pengguna ringan.
  3. Perokok berat. Yang termasuk kelompok ini adalah orang yang merokok secara teratur atau sudah masuk ke dalam kategori kecanduan. Jumlah nikotin yang terdeteksi tinggi karena hampir setiap hari menerima asupan nikotin baru yang masuk ke dalam tubuh.

Kadar nikotin ini bisa dideteksi melalui pemeriksaan urine, tapi zat ini hanya bisa terdeteksi dalam waktu 3-4 hari saja atau pada perokok berat dalam waktu 10-20 hari. Untuk pemeriksaan yang lebih sensitif melalui pengujian folikel rambut, pemeriksaan ini bisa mendeteksi kadar nikotin dan juga obat-obatan terlarang namun harganya akan lebih mahal.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kadar nikotin di dalam tubuh adalah dengan mengonsumsi air yang cukup dan berolahraga. Dengan mengonsumsi air yang cukup akan membantu mempercepat proses pembersihan tubuh. Sedangkan olahraga yang dilakukakn berguna untuk membantu mempercepat proses metabolisme tubuh.

(ver/ir)

Hindari Pisang Jika Ingin Punya Anak Perempuan

Minggu, 05/09/2010 16:05 WIB

Hindari Pisang Jika Ingin Punya Anak Perempuan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Foto: Thinkstock
Maastricht, Kombinasi diet dan pengaturan jadwal berhubungan seks dapat menentukan jenis kelamin bayi yang dihasilkan. Jika menginginkan anak perempuan, hindari pisang dan lakukan hubungan seks dengan pasangan sesering mungkin.

Kalium yang terkandung dalam pisang merupakan unsur yang harus dihindari bersama garam natrium, jika sedang berusaha untuk mendapatkan anak perempuan. Unsur-unsur tersebut juga terkandung dalam ikan teri, zaitun, ikan salmon, udang, kentang, daging olahan, roti dan kue kering.

Sebaliknya, konsumsi kalsium dan magnesium harus diperbanyak oleh si calon ibu. Diet yang dianjurkan antara lain meliputi yoghurt, keju keras, salmon kalengan, tofu, oatmeal, sereal gandum, brokoli, jeruk, almond dan jenis kacang-kacangan lainnya.

Selain diet, faktor lainnya yang menentukan jenis kelamin bayi adalah pengaturan jadwal berhubungan seks. Seperti dikutip dari Dailymail, Minggu (5/9/2010), peluang untuk mendapatkan bayi perempuan semakin besar jika pasangan lebih sering berhubungan seks.

Hal ini sesuai dengan teori yang berkembang selama ini, bahwa kandungan kromosom seks dapat mempengaruhi kecepatan gerak sel sperma. Sperma dengan kromosom laki-laki cenderung bergerak lebih cepat, sehingga akan sangat mendominasi jika jarang dikeluarkan.

Sebaliknya jika sering dikeluarkan, maka sperma dengan kromosom perempuan yang gerakannya lebih lambat namun umurnya lebih panjang akan mengambil alih dominasi tersebut. Jumlah sperma dengan kromosom pria jumlahnya menyusut jika sering dikeluarkan, justru karena gerakannya sangat cepat.

Kombinasi kedua teknik tersebut dimunculkan dalam penelitian yang dilakukan oleh tim ahli dari Maastricht University di Belanda. Penelitian eksperimental itu dilakukan dalam kurun waktu 5 tahun dan melibatkan 172 orang wanita dengan rentang usia 23 hingga 42 tahun.

Seluruh partisipan merupakan ibu-ibu yang pernah melahirkan anak laki-laki dan tengah mendambakan anak perempuan. Atas persetujuan masing-masing, para partisipan diminta berhubungan seks sesering mungkin dan menjalani diet rendah garam serta tinggi kalsium dan magnesium.

Karena berbagai alasan, banyak partisipan gagal mengikuti pengaturan jadwal berhubungan seks maupun diet ketat yang telah ditentukan. Namun dari 21 wanita yang berhasil mengikutinya sampai akhir, 16 orang atau nyaris 20 persen sukses mendapatkan anak perempuan.

Penelitian ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan dengan subyek uji manusia. Penelitian sejenis dengan hasil yang kurang lebih sama juga pernah dilakukan sebelumnya pada cacing laut, sapi perah, babi dan tikus.

(up/ir)

Terhindar dari Depresi Hebat Karena Berenang

Minggu, 05/09/2010 13:16 WIB

Terhindar dari Depresi Hebat Karena Berenang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Libby Trickett (dok: Herald Sun)
Sydney, Perenang asal Australia, Libby Trickett beberapa kali menjuarai olimpiade meski ibu dan 3 saudara kandungnya dinyatakan menderita depresi klinis. Secara genetik ia berisiko tinggi mengalami kondisi yang sama, namun olahraga telah menyelamatkannya.

Riwayat depresi di keluarga Libby terungkap 15 tahun lalu saat ia baru berusia 10 tahun. Perceraian yang terjadi di antara kedua orangtua membuat ia dan 3 kakak kandungnya mengalami goncangan jiwa yang hebat.

Goncangan paling berat dialami oleh kakak laki-laki Libby, Stuart yang kini berusia 29 tahun. Dokter yang merawatnya mengatakan, pria itu mengalami gangguan kejiwaan berupa kegelisahan dan depresi klinis akibat perceraian tersebut.

Gangguan itu diduga kuat dipicu oleh faktor genetik, sebab 2 kakak perempuan Libby yakni Victoria (30) dan Justine (32) juga mendapatkan diagnosis serupa. Kemungkinan gen itu diturunkan dari sang ibu, Marilyn Lenton yang secara sangat kebetulan juga menunjukkan gejala depresi sejak saat itu.

Meski menimpa hampir seluruh keluarga, kondisi itu tidak terjadi pada Libby yang menekuni olahraga renang sejak usia sangat muda. Ia bahkan sukses mengukir prestasi di tingkat dunia, melalui sejumlah rekor serta emas olimpiade yang sering diraihnya.

Gejala yang mencirikan bahwa sebenarnya ia punya potensi untuk mengalami depresi kembali muncul setelah ia mundur dari olahraga tersebut, pada Desember 2009. Ia menggambarkan beberapa bulan sejak saat itu sebagai periode gelap, ketika rasa kesepian mulai sering ia rasakan meski berada di antara teman-temannya.

"Secara klinis belum ada dokter yang mendiagnosis kondisi ini sebagai depresi klinis, tapi yang saya rasakan hidup saya benar-benar datar dan selalu mengingat banyak momen kehilangan," ungkap Libby seperti dikutip dariNews.com.au, Minggu (5/9/2010).

Keputusan untuk mengundurkan diri memang dibuat pada saat Libby berada di puncak sukses. Pada saat itu ia sudah merasa puas dan sudah tidak mempunyai target lain yang ingin ia capai sebagai seorang atlet profesional.

Namun karena merasa bahwa renang telah banyak membantunya melewati saat-saat sulit, Libby kini mengumumkan untuk kembali ikut kejuaraan resmi mulai bulan September ini. Sepertinya ia tak ingin periode gelap itu berlanjut lalu berkembang menjadi gangguan jiwa yang lebih serius.

Atas keputusannya tersebut, sejumlah penghargaan datang tidak hanya dari dunia olahraga. Sebuah organisasi nirlaba untuk penderita depresi, Black Dog Institute's Exercise Your Mood Week bahkan menobatkan Libby sebagai duta.

Direktur organisasi tersebut, Gordon Parker mengaku kagum pada semangat hidup Libby. Ia berharap semangat itu bisa dicontoh oleh para penderita depresi untuk dapat lebih meningkatkan kualitas hidupnya.

Menurutnya, olahraga tidak hanya mengalihkan pikiran negatif tetapi juga menstimulasi hampir semua syaraf dan neurotransmiter yang bertanggung jawab terhadap berbagai bentuk gangguan kejiwaan. Oleh karena itu penderita depresi dianjurkan untuk berolahraga sekitar 15-30 menit perhari, dengan sesekali melakukannya di bawah sinar matahari.

Di Australia, depresi terjadi pada 1 di antara 5 orang dewasa. Sementara itu organisasi kesehatan dunia WHO meramalkan, gangguan kejiwaan tersebut bakal menjadi salah satu penyebab kecacatan pada tahun 2030.

(up/ir)

Jumat, 03 September 2010

6 Tanda Jika Dia Pria Yang Tepat Untuk Anda

Kamis, 02/09/2010 18:43 WIB

6 Tanda Jika Dia Pria Yang Tepat Untuk Anda

Eya Ekasari - wolipop

img
Dok. : Thinkstock
Jakarta - Pria yang tepat untuk Anda akan datang dengan sendirinya, tapi bagaimana cara mengenalinya jika dialah si Mr. Right. Ini beberapa sikap yang biasanya dilakukan oleh Mr. Right hanya untuk Anda.

1. Si dia mau meminta maaf dengan tulus ketika ia melakukan kesalahan, baik kesalahan yang serius atau yang kecil. Saat memninta maaf, ia pun tidak segan memberikan hadiah kecil atau paling tidak melakukannya dengan usaha yang lebih untuk menunjukkan rasa bersalahnya.

2. Si dia sudah memiliki pendapatan yang tepat dan juga tabungan dalam jumlah cukup. Tak perlu berlimpah, yang terpenting bijak dalam mengatur keuangannya sendiri dan tidak boros.

3. Ia selalu berkata jujur kepada Anda dan juga tidak pernah menyimpan rahasia dari Anda.

4. Buat dia, tidak masalah jika berat badan Anda naik 5 kg atau wajah Anda berjerawat karena PMS. Baginya, Andalah yang tercantik.

5. Tidak lagi melirik wanita lain saat sedang berjalan dengan Anda. Si dia pun tidak ragu lagi berbicara mengenai wanita-wanita cantik di televisi.

6. Jika ia benar adalah pria yang tepat untuk Anda, ia pasti tidak ragu untuk mengungkapkan perasaanya dengan Anda, ia akan menyatakan cintanya. Tidak hanya itu saja, ia pun mengungkapkan alasan mengapa ia mencintai Anda.

Coba perhatikan sikap pasangan Anda, apakah ia memiliki semuadari syarat diatas. Jika keenam hal tersebut sudah ia lakukan, berarti dialah Mr. Right untuk Anda.
(eya/eya)

Kamis, 02 September 2010

Tetap Aktif di Usia 72 Tahun

Tetap Aktif di Usia 72 Tahun

Desika Pemita
01/09/2010 23:16 | Kesehatan
Liputan6.com, Beijing: Seorang wanita yang berusia 72 tahun ini masih sangat aktif. Namun, bukan itu saja yang menjadi pemberitaan, wanita yang bernama Gu Jie (nama samaran) ini mengakui bahwa dirinya masih mendapatkan "tamu bulanan". Ia akhirnya memutuskan untuk menerima suntikan kontrasepsi dari pusat pelayanan KB di Haikou, Cina.

Sebelumnya, ia membutuhkan waktu selama 17 hari untuk ke berbagai instansi pemerintah. Ia melakukan suntikan kontrasepsi setelah mendapat persetujuan dari dokter. Ia mengatakan bahwa dirinya dan suaminya bahagia masih bisa merasakan apa yang biasa dilakukan suami-istri selama 42 tahun.

Ia mengatakan, "Walaupun telah di usia senja, namun kehidupan suami-istri kami tidak berpengaruh. Namun saya terlalu tua untuk memiliki seorang bayi, sehingga kami memutuskan untuk melakukan kontrasepsi."(Xinhua/AYB)

Mani Chamba, Beras Rendah Karbohidrat

Mani Chamba, Beras Rendah Karbohidrat

Agus Kusno
30/08/2010 06:29 | Kesehatan
Liputan6.com, Johor: Beras merupakan sumber makanan utama yang kaya akan karbohidrat. Namun bagi Anda yang mengidap diabetes disarankan agar mengurangi konsumsi beras. Pasalnya kandungan beras yang kaya akan karbohidrat dapat memicu tingginya kadar gula darah Anda.

Mengatasi hal tersebut, baru baru ini, di India telah ditemukan beras varietas baru yang dapat menjadi sahabat para pengidap diabetes. Beras tersebut berasal dari padi bernama mani chamba. Selain tumbuh alami tanpa sentuhan bahan kimia, beras ini juga terbukti mempunyai kadar karbohidrat yang 70 persen lebih rendah dari beras pada umumnya. Padi varietas mani chamba ini selain baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dapat juga dikonsumsi oleh semua kalangan.(IAN)

Jangan Diet Saat Hamil

Jangan Diet Saat Hamil

Addy Hasan
30/08/2010 16:44 | Diet
Liputan6.com, New York: Bagi wanita yang gemar memperhatikan penampilan, sebaiknya berpikir ulang melakukan diet saat berbadan dua. Riset membuktikan, wanita hamil berdiet beresiko terkena tekanan darah tinggi atau preeklamsia. Demikian dikatakan Dr Dorothea Mostello dari Universitas St Louis School of Medicine di New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/8).

Mostello mengatakan, wanita merasa tidak percaya diri ketika mengetahui berat badannya bertambah saat memasuki masa prakehamilan. "Mereka dihantui perasaan takut kesulitan menurunkan bobot usai melahirkan," katanya.

Alhasil, kata Mostello, beberapa wanita berusaha mengontrol berat badannya seideal mungkin. "Itu sangat berbahaya. Selain tekanan darah tinggi, wanita hamil beresiko terkena penyakit hati, ginjal, hingga pembekuan darah," jelasnya.

Ahli kandungan itu juga mengingatkan, berdiet saat hamil menjadi salah satu kasus penyebab utama kematian ibu melahirkan di beberapa negara maju. Hal itu berdasarkan penelitiannya yang melibatkan 18.000 wanita asal Missouri antara 1989 hingga 2005.(SHA)

Sayuran Hijau Cegah Diabetes

Sayuran Hijau Cegah Diabetes

Desika Pemita
29/08/2010 16:34 | Kesehatan
Liputan6.com, Leicester: Penelitian baru menemukan bahwa mengonsumsi sayuran hijau setiap hari dapat mengurangi risiko terkena diabetes. Peneliti Inggris meninjau enam penelitian sebelumnya pada korelasi antara diabetes dan konsumsi buah-buahan dan sayuran.

Hasil penelitian menemukan bahwa makan satu sayuran seperti bayam, kubis dan brokoli mengurangi risiko terkena diabetes tipe dua sebesar 14 persen pada orang dewasa. Diabetes tipe dua adalah kelainan metabolis yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan simtoma berupa hiperglisemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Temuan tidak membuktikan bahwa sayuran sendiri mencegah diabetes tipe dua, yang sering dikaitkan dengan diet yang buruk dan kurangnya olahraga dan mencapai tingkat epidemi sebagai harga naik obesitas. Namun, Patrice Carter, ketua tim peneliti dari Universitas Leicester, menyatakan bahwa kunci utama mencegah diabetes dengan mengonsumsi sayuran hijau.

Orang-orang yang makan sayuran berdaun hijau juga lebih mungkin memiliki diet sehat secara keseluruhan, ditambah lagi olahraga yang lebih, atau mungkin mereka yang lebih baik secara finansial. Dan salah satu faktor tersebut dapat mempengaruhi seberapa besar kemungkinan mereka terkena diabetes.(Xinhua/ADO)

Kayu Manis Cegah Diabetes dan Lever

Kayu Manis Cegah Diabetes dan Lever

Aribowo Suprayogi
31/08/2010 14:15 | Info Kesehatan
Liputan6.com, Jakarta: Kayu manis dapat membantu mencegah penyakit Diabetes dan penyakit hati, Ungkap para ilmuwan seperti dikutip oleh Dailymail.

Sebuah penelitian menemukan bahwa segelas air rebusan kayu manis mengandung antioksidan yang mampu mengurangi kemungkinan dari serangan kedua penyakit tersebut hingga 23 persen. Para peneliti pada pusat ilmu pengetahuan kesehatan di Fairlawn, Ohio, AS meneliti sebanyak 22 obesitas yang "pre diabetes".Pre diabetes adalah keadaan ebelum terjangkit secara penuh penyakit diabetes.

Setengah dari partisipan diberikan sebanyak 250 mg air kayu manis untuk dikonsumsi setiap hari, dan setengah lainnya menjalani plasebo. Penderita menjadi lebih tinggi resisten ketimbang dengan tingkat insulin normal - hormon itu digunakan untuk mengatur tingkat gula darah - yang diproduksi oleh pankreas. Darah dikumpulkan pada awal dan akhir dari survei tersebut. Peminum kayu manis tercatat mengalami penambahan antioksidan sekitar 13 hingga 23 persen yang berguna menurunkan tingkat gula darah.

Richard Anderson, orang yang memimpin penelitian itu untuk Departemen pertanian AS, mengatakan pada the Journal of the American College of Nutrition bahwa penelitian lebih lanjut dibutuhkan ke dalam kegunaan atau manfaat dari jus kayu manis dalam mencegah penyakit diabetes dan hati. (DM/Ant)

Kurangi Konsumsi Garam Agar Panjang Umur

Kurangi Konsumsi Garam Agar Panjang Umur

Siagian Priska
28/08/2010 10:41 | Garam
Liputan6.com, Jakarta: Garam adalah salah satu unsur yang dibutuhkan dalam setiap masakan karena fungsinya sebagai pemberi rasa. Tetapi terlalu banyak mengonsumsi garam akan berbahaya bagi pembuluh darah Anda. Epidemolog Nancy R. Cook dan timnya melakukan penelitian Trials of Hypertension Prevention(TOHP) yang dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama adalah akhir 1980-an dan tahap kedua pada awal 1990-an. Penelitian tahap pertama, fokus pada empat hal yaitu stres manajemen, pola makan sehat, dan pengurangan garam. Sedangkan tahap kedua menitikberatkan pada penurunan berat badan dan pengurangan garam.

Mereka melibatkan 3.000 responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Para responden dipastikan tidak punya masalah dengan pembuluh darah dan tekanan darah mereka. Responden lalu dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diajarkan untuk memilih makanan yang rendah sodium, sedangkan kelompok kedua hanya diajarkan bagaimana memilih makanan sehat secara umum.

Kedua kelompok selama penelitian diamati konsumsi garamnya. Pada penelitian tahap pertama yang berlangsung selama 18 bulan, respoden di kelompok itu dalam sehari hanya mengonsumsi sodium 1.000 miligram atau setara dengan satu setengah sendok teh garam.

Jumlah takaran tersebut menyelamatkan mereka dari gangguan pembuluh darah, termasuk tekanan darah tinggi. Sementara penelitian tahap kedua yang dilakukan selama 36 bulan, responden diberi arahan bagaimana memilih makanan yang kadar sodiumnya rendah berhasil mengurangi konsumsi sodiumnya menjadi 750 miligram atau setara dengan sepertiga sendok teh, sehingga kualitas saluran pembuluh darah prima.

Sedangkan pada kelompok yang hanya diberi tahu bagaimana memilih makanan sehat secara umum, tidak signifikan memengaruhi kadar sodium dalam tubuhnya. Bahkan sembilan persen dari mereka tetap mengalami serangan jantung atau stroke. Sedangkan kelompok yang memilih makanan untuk mengontrol kadar sodium hanya mengalami masalah tersebut sebanyak 7,5 persen.

Dalam tubuh, sodium diperlukan untuk mengantarkan rangsangan pada sistem saraf dan menjaga agar mineral tetap tercukupi dalam tubuh. Tapi tubuh tidak suka segala sesuatu yang berlebihan, termasuk sodium. Ketika kelebihan akan kesulitan bagi ginjal untuk mengeluarkannya yang kemudian membuat cairan antarsel menjadi lebih banyak.

Inilah yang kemudian membuat volume dalam sirkulasi darah meningkat yang kemudian menaikkan tekanan dalam darah atau sering disebut hipertensi. Takaran yang direkomendasikan � - 1 sendok teh dalam satu hari adalah rasa asin yang boleh dinikmati. Tapi bagi Anda yang memiliki gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi, takaran aman sekitar � sendok teh.(www.Prevention.com/IDS/MEL)

Food expiration dates: What do they really mean?

Food expiration dates: What do they really mean?


refrigerator
(Photo: Getty Images)

Are you one of those people who pour the milk down the drain on the expiration date?

Expiration dates on food products can protect consumer health, but those dates are really more about quality than safety, and if not properly understood, they can also encourage consumers to discard food that is perfectly safe to eat.

A recent poll of more than 2,000 adults showed that most of us discard food we believe is unsafe to eat, which is a good thing, of course, but it is important that we understand what food expiration dates mean before we dump our food -- and our money -- down the drain or into the garbage. On average, in the U.S. we waste about 14% of the food we buy each year. The average American family of four throws out around $600 worth of groceries every year.

Which five foods are most often feared as being unsafe after the printed date? According toShelfLifeAdvice.com, we are most wary of milk, cottage cheese, mayonnaise, yogurt, and eggs, and the site offers these helpful explanations:

  • Milk: If properly refrigerated, milk will remain safe, nutritious, and tasty for about a week after the sell-by date and will probably be safe to drink longer than that, though there’s a decline in nutritional value and taste.
  • Cottage cheese: Pasteurized cottage cheese lasts for 10-14 days after the date on the carton.
  • Mayonnaise: Unopened, refrigerated Kraft mayonnaise can be kept for 30 days after its expiration date or 3-4 months after opening, the company told ShelfLifeAdvice.
  • Yogurt: Yogurt will remain good 7-10 days after its sell-by date.
  • Eggs: Properly refrigerated eggs should last at least 3-5 weeks after the sell-by date, according to Professor Joe Regenstein, a food scientist at Cornell University. Note: Use of either a sell-by or expiration (EXP) date is not federally required, but may be state required, as defined by the egg laws in the state where the eggs are marketed.

The “Use-By” Date

The “use-by” or “best if used-by” date indicates the last day that the item is at its best quality as far as taste, texture, appearance, odor, and nutritional value. The decline after that is gradual. The use-by date refers to product that has not yet been opened.

The “Sell By” Date

The “sell by” date is not really a matter of food safety, but a notice to stores that the product should be taken off the shelf because it will begin to decline in quality after that date.

The Law

From the U.S. Department of Agriculture (USDA): “Product dating is not generally required by federal regulations. However, if a calendar date is used, it must express both the month and day of the month (and the year, in the case of shelf-stable and frozen products). If a calendar date is shown, immediately adjacent to the date must be a phrase explaining the meaning of that date such as "sell-by" or "use before."

There is no uniform or universally accepted system used for food dating in the United States. Although dating of some foods is required by more than 20 states, there are areas of the country where much of the food supply has some type of open date and other areas where almost no food is dated.”

Food-Borne Illness

Cross-contamination and unsanitary conditions are a primary cause of food-related illnesses, whether it occurs in the home or in a restaurant, and this is independent of any expiration date. The leading culprits are:

  • Improper hand-washing prior to food preparation.
  • Storing food at the wrong temperature.
  • Cooking food to an inadequate temperature.
  • Cross-contamination (raw meats that come into contact with salads, for instance).
  • Improper washing of fresh produce.

The Yuck Factor: Common Sense Approach to Food Safety

Aside from any expiration date or lack thereof, if a food item is moldy or if it smells and looks spoiled, err on the side of caution. If it makes you say, “yuck,” throw it away.

More from Care2

Rabu, 01 September 2010

6 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis

Selasa, 31/08/2010 18:15 WIB

6 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Beberapa penyakitterkadang memiliki gejala yang sama, sehingga salah diagnosis bisa saja terjadi. Karena itu ketahui 6 penyakit atau kondisi pada perempuan yang sering salah diagnosis.

Jika penyakit yang diderita tak kunjung sembuh atau membaik, tak ada salahnya untuk mencari tahu apa penyebabnya. Ada kemungkinan hal tersebut diakibatkan kesalahan diagnosis, sehingga penyakit yang sebenarnya atau yang mendasarinya belum terobati.

Setiap dokter memiliki kemungkinan melakukan kesalahan diagnosis, meski demikian jika pasien tidak merasa lebih baik sebaiknya usahakan untuk mencari alternatif lain.

Dikutip dari Sheknows, Selasa (31/8/2010) ada beberapa kondisi kesehatan yang paling sering mengalami kesalahan diagnosis bagi perempuan, yaitu:

1. Perut kembung
Sebagian besar perempuan sering mengalami perut kembung, misalnya setelah makan, sekitar masa menstruasi, terlalu banyak mengonsumsi garam atau stres. Kondisi ini bisa terjadi pada tahapan ringan hingga parah.

Namun beberapa kasus kembung yang serius bisa jadi sebagai gejala dari kanker ovarium atau pertumbuhan bakteri yang terlalu cepat di usus kecil (divertikulitis).

2. Sindrom iritasi usus besar (Irritable bowel syndrome/IBS)
Penyakit ini termasuk salah satu yang sering terjadi kesalahan diagnosis. Biasanya didiagnosis sebagai gangguan perut kembung sederhana atau sebagai gejala PMS.

Gejala yang ditimbulkan dari IBS adalah sakit perut yang parah, kram, gas berlebih, pola buang air besar yang tidak teratur (diare, sembelit atau keduanya). Kondisi ini bisa diobati dengan perubahan pola makan, seperti perbanyak mengonsumsi serat.

3. Penyakit jantung

Penyakit jantung termasuk salah satu penyakit yang mematikan dan seringkali salah didiagnosis sebagai penyakit heartburn (rasa terbakar di perut) atau kecemasan berlebih. Karena gejala penyakit jantung yang timbul seperti nyeri dada, sesak napas dan mual, merupakan gejala dari dua penyakit tersebut.

Gejala penyakit jantung yang lain adalah jantung berdebar, pusing dan kelelahan di siang hari meski mendapat istirahat malam yang cukup.

4. Fibromyalgia
Fibromyalgia sering disebut sebagai 'penyakit yang tak terlihat (invisible disease)'. Hal ini karena sulit untuk mendiagnosa dan juga relatif jarang terjadi. Sebagian besar gejala yang muncul adalah rasa geli di kulit, nyeri otot dan kejang, kelemahan tungkai dan bahkan sakit pada saraf.

Gejala yang timbul bisa bervariasi dari orang ke orang, sehingga sering diartikan sebagai depresi, lupus, penyakit Lyme, gangguan tidur atau gangguan tiroid.

5. Penyakit tiroid
Karena gejala yang umum terjadi adalah kenaikan berat badan, kulit kering, kuku yang rapuh, sembelit serta rasa sakit atau nyeri, maka penyakit tiroid sering kali salah didiagnosis.

Misalnya didiagnosis sebagai depresi, ketidakseimbangan hormon atau pada usia lanjut sebagai gejala menopause. Gejala penyakit ini terjadi bertahap, sehingga kadang sulit didiagnosis oleh dokter.

6. Sindrom kelelahan kronis (Chronic fatigue syndrome)
Saat seseorang lelah, biasanya dengan istirahat akan hilang. Tapi untuk sindrom ini tidak cepat hilang dan biasanya ditandai dengan kelesuan, lekas marah, nyeri otot dan dalam beberapa kasus terjadi hilangnya memori.

Gejala ini seringkali didiagnosis sebagai flu, pilek atau penyakit infeksi lainnya. Tidak ada tes yang tepat untuk penyakit ini, tapi dokter harus mampu menyingkirkan penyakit lain melalui beberapa tes.

(ver/ir)

Enzim Air Mata Jadi Pelindung dari Ancaman Antraks

Selasa, 31/08/2010 16:10 WIB

Enzim Air Mata Jadi Pelindung dari Ancaman Antraks

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Arkansas, Air mata manusia tak hanya berguna membersihkan mata. Ilmuwan telah menunjukkan bahwa enzim antibakteri yang terdapat pada air mata dan cairan tubuh manusia bisa memberikan perlindungan terhadap kontaminasi Antraks.

"Data dari penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan makanan yang lebih aman untuk konsumsi manusia," ujar Saeed A. Khan dari Pusat Penelitian Nasional Toksikologi di Jefferson, Arkansas, seperti dilansir dari Medindia, Selasa (31/8/2010).

Khan menjelaskan bahwa di dalam air mata manusia terkandung enzim lisozim yang dapat membunuh bakteri tertentu. Enzim ini bekerja dengan menghancurkan dinding sel bakteri, yaitu kulit terluar yang bersifat kaku dan merupakan lapisan pelindung.

"Enzim lisozim memiliki potensi untuk menghilangkan bakteri Antraks dalam produksi makanan olahan," jelas Khan.

Selain di air mata, enzim ini banyak ditemui dalam cairan tubuh lainnya. Enzim lisozim kadang-kadang disebut juga dengan antibiotik tubuh sendiri.

Dalam penelitian, Khan dan rekannya menggunakan strain bakteri yang dianggap sebagai pengganti Antraks, karena berperilaku kurang lebih sama dengan strain Antraks tetapi tidak menyebabkan penyakit.

Peneliti mempelajari kelangsungan hidup spora pada putih telur ayam dan menemukan bahwa lisozim dalam putih telur sangat efektif dalam membunuh spora Antraks. Lisozim juga menunjukkan beberapa aktivitas dalam membunuh spora yang ditambahkan pada daging dan susu sapi.

Peneliti telah melaporkan penelitian ini pada National Meeting of the American Chemical Society (ACS) ke-24.

(mer/ir)

Obat HIV Harus Diminum Seumur Hidup dan Tepat Waktu

Rabu, 01/09/2010 07:52 WIB

Obat HIV Harus Diminum Seumur Hidup dan Tepat Waktu

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
Ilustrasi
Jakarta, Penyakit HIV merupakan salah satu penyakit yang belum ditemukan obatnya. Virus yang ada di dalam tubuh penderita ini tidak bisa keluar, sehingga seseorang harus mengonsumsi obat ARV (Antiretroviral) seumur hidup dan tepat waktu.

Jadwal ketat minum obat HIV ini tidak boleh meleset agar bisa menekan jumah virus di tubuhnya. Jika tidak disiplin maka obat akan menjadi resisten terhadap tubuh.

HIV (human immunodeficiency virus) adalah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel T CD4 dan makrofaga yang merupakan komponen vital dari sustem kekebalan tubuh.

Hal inilah yang membuat ODHA memiliki sistem kekebalan tubuh lemah dan mudah terkena infeksi. Karenanya seseorang harus mengonsumsi obat ARV untuk mempertahankan kekebalan tubuhnya.

"ARV memiliki tugas meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan jumlah virus, dalam arti mencegah agar virus tidak berkembang biak," ujar dr Aritha Herawati, kepala bidang terapi rehabilitasi KPA Provinsi DKI Jakarta, dalam acara temu media dan buka puasa bersama di Jakarta, Selasa (31/8/2010).

Lebih lanjut dr Aritha menuturkan virus yang ada di dalam tubuh seseorang ini tidak bisa keluar, sehingga seseorang harus mengonsumsi obat ARV seumur hidup.

"Pemberian obat ARV tidak sama dengan pemberian obat antibiotik. Kalau antibiotik cukup ditulis dua kali sehari, sedangkan obat ARV harus ditulis setiap 12 jam sekali dan ODHA harus mengonsumsinya tepat setiap 12 jam," ujar Dr Paul F Matulessy, MN. PGK. DSpGK dari RS UKI.

Pengaturan minum obat ARV ini sangat ketat karena terkait langsung dengan tingkat perkembangan HIV di dalam darah. Jika waktu aturan minum diubah, maka akan membuat konsentrasi obat di dalam darah menurun yang bisa memberi peluang bagi virus untuk berkembang biak.

Dr Paul menuturkan konsentrasi tertentu ARV di dalam darah mampu menjadi benteng pertahanan agar virus tidak bisa masuk atau menorobos ke sel target (CD4). Sehingga jika seseorang tidak tepat mengonsumsinya atau terlupa, maka konsentrasi ARV di dalam darah akan menurun.

Kondisi ini akan membuat virus bisa masuk ke sel hingga menuju inti sel. Nantinya virus ini akan berkembang biak di dalam inti dengan bantuan DNA manusia, setelah itu ia akan keluar dari sel dan menyebar mencari sel target baru.

Beberapa jam setelah mengonsumsi obat, maka aktivitas dari obat ini akan meningkat dan mampu menekan pertumbuhan virus. Tapi setelah mencapai masa puncaknya di dalam darah, aktivitas obat ini akan menurun. Itulah sebabnya jadwal minum obat sangat ketat agar perkembangan virus bisa tetap dikontrol.

"Kalau seseorang minum obat ARV tidak sesuai dengan waktu, maka virus akan merasa tidak ada polisi yang mengawasinya sehingga ia bebas berkembang biak," ungkap dr Aritha.

Sementara itu jika ARV yang dikonsumsi berlebih bisa menyebabkan overdosis dan membuat virus menjadi resisten dan juga toksik (racun) bagi tubuh. Jika virus sudah resisten dengan pengobatan lini 1, maka harus masuk ke lini 2 yang harga obatnya jauh lebih mahal serta belum sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah sehingga odha harus membeli sendiri.

Mengonsumsi obat yang sama seumur hidup, sangat memungkinkan seseorang mengalami kejenuhan atau kebosanan. Namun untuk mencegah kebosanan atau kejenuhan dibutuhkan dukungan dari keluarga dan juga masyarakat sekitar. Sehingga ODHA tidak merasa putus asa dan tetap memiliki pemikiran bahwa ia memiliki tanggung jawab terhadap keluarga dan dirinya sendiri.

(ver/ir)