Tampilkan postingan dengan label Panjang Umur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panjang Umur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

Lari, Rahasia Panjang Umur

Lari, Rahasia Panjang Umur
Hasil riset mengungkapkan, berlari selama 2,5 jam per minggu mengurangi resiko mati muda.
SABTU, 19 MARET 2011, 16:14 WIB
Anggi Kusumadewi
Lomba lari (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews – Peneliti telah menemukan rahasia untuk hidup sehat sekaligus berumur panjang. Resepnya adalah berlari. Ya, lari. Cara itu tidak muluk-muluk, tapi terbukti berhasil meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur. “Banyak manfaat yang diperoleh dari berlari,” kata Joann Manson, kepala pengobatan preventif di Rumah Sakit Brigham, Boston. Inilah 10 manfaat yang dapat Anda peroleh dari berlari seperti dikutip dari Runner’s World.

1. Melatih berpikir cepat
Karyawan-karyawan kantor di Inggris disurvei pada hari di mana mereka berlari dan tidak. Hasilnya, pada hari ketika mereka melakukan olahraga lari, atasan mereka di kantor mengatakan bahwa mereka hanya berbuat sedikit kesalahan, berkonsentrasi lebih baik, dan bekerja lebih produktif.

2. Membuat tidur lebih nyenyak
Dengan meluangkan waktu untuk berlari, pengidap insomnia berhasil ertidur pada menit ke-17. Sementara bila mereka tidak berlari, mereka baru bisa tidur sekurang-kurangnya pada menit ke-38. Pengidap insomnia ini juga tertidur sejam lebih lama jika mereka telah berlari.

3. Memperkuat tulang
Peneliti dari Universitas Missouri mengatakan, berlari terbukti memperkuat tulang secara lebih efektif ketimbang melakukan aktivitas aerobik lainnya. Sebelumnya, ia telah meneliti kepadatan tulang dari seorang atlet lari dan sepeda. Hasilnya, 63 persen pesepeda memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah pada tulang punggung dan panggul mereka.

4. Menghindari disfungsi seksual
Pria yang membakar sekurang-kurangnya 3.000 kalori per minggu (setara dengan berlari lima jam dalam seminggu) relatif bebas dari masalah disfungsi seksual.

5. Menjaga ketajaman daya ingat
Sebuah studi di Jurnal Geriatri (ilmu kedokteran yang mempelaajari tentang orang tua) Amerika melaporkan bahwa wanita yang aktif layaknya remaja, mengurangi resiko mengidap demensia atau pikun di masa tuanya.

6. Mengurangi bersin
Berdasarkan sebuah studi di Swedia, mereka yang berlatih berlari setidaknya satu jam dalam sehari, terbukti berhasil mengurangi resiko terkena infeksi saluran pernafasan. Berlari meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh.

7. Mempermudah bernafas
Peneliti menyarankan sejumlah penderita asma untuk berlari secara rutin. Setelah tiga bulan, nafas mereka relatif bersih dan tidak berbunyi. Mereka pun dapat bernafas panjang, tidak pendek-pendek seperti umumnya penderita asma.

8. Membuat Anda berpikir panjang
Orang yang berlari lebih dari 35 mil per minggu, dapat berpikir lebih panjang dan bervisi, dibanding mereka yang berlari hanya 10 mil per minggu.

9. Menjaga tekanan darah
Orang yang berlari 10 mil per minggu, relatif bebas dari persoalan tekanan darah dan kolesterol, dibanding mereka yang berlari tidak sampai 3 mil dalam seminggu.

10. Membuat Anda berumur panjang
Sebanyak 22 hasil riset menunjukkan bahwa orang yang berlari 2,5 jam per minggu, relatif terhindar dari mati muda, dibanding mereka yang tidak berlari sama sekali.

• VIVAnews

Kamis, 02 September 2010

Kurangi Konsumsi Garam Agar Panjang Umur

Kurangi Konsumsi Garam Agar Panjang Umur

Siagian Priska
28/08/2010 10:41 | Garam
Liputan6.com, Jakarta: Garam adalah salah satu unsur yang dibutuhkan dalam setiap masakan karena fungsinya sebagai pemberi rasa. Tetapi terlalu banyak mengonsumsi garam akan berbahaya bagi pembuluh darah Anda. Epidemolog Nancy R. Cook dan timnya melakukan penelitian Trials of Hypertension Prevention(TOHP) yang dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama adalah akhir 1980-an dan tahap kedua pada awal 1990-an. Penelitian tahap pertama, fokus pada empat hal yaitu stres manajemen, pola makan sehat, dan pengurangan garam. Sedangkan tahap kedua menitikberatkan pada penurunan berat badan dan pengurangan garam.

Mereka melibatkan 3.000 responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Para responden dipastikan tidak punya masalah dengan pembuluh darah dan tekanan darah mereka. Responden lalu dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diajarkan untuk memilih makanan yang rendah sodium, sedangkan kelompok kedua hanya diajarkan bagaimana memilih makanan sehat secara umum.

Kedua kelompok selama penelitian diamati konsumsi garamnya. Pada penelitian tahap pertama yang berlangsung selama 18 bulan, respoden di kelompok itu dalam sehari hanya mengonsumsi sodium 1.000 miligram atau setara dengan satu setengah sendok teh garam.

Jumlah takaran tersebut menyelamatkan mereka dari gangguan pembuluh darah, termasuk tekanan darah tinggi. Sementara penelitian tahap kedua yang dilakukan selama 36 bulan, responden diberi arahan bagaimana memilih makanan yang kadar sodiumnya rendah berhasil mengurangi konsumsi sodiumnya menjadi 750 miligram atau setara dengan sepertiga sendok teh, sehingga kualitas saluran pembuluh darah prima.

Sedangkan pada kelompok yang hanya diberi tahu bagaimana memilih makanan sehat secara umum, tidak signifikan memengaruhi kadar sodium dalam tubuhnya. Bahkan sembilan persen dari mereka tetap mengalami serangan jantung atau stroke. Sedangkan kelompok yang memilih makanan untuk mengontrol kadar sodium hanya mengalami masalah tersebut sebanyak 7,5 persen.

Dalam tubuh, sodium diperlukan untuk mengantarkan rangsangan pada sistem saraf dan menjaga agar mineral tetap tercukupi dalam tubuh. Tapi tubuh tidak suka segala sesuatu yang berlebihan, termasuk sodium. Ketika kelebihan akan kesulitan bagi ginjal untuk mengeluarkannya yang kemudian membuat cairan antarsel menjadi lebih banyak.

Inilah yang kemudian membuat volume dalam sirkulasi darah meningkat yang kemudian menaikkan tekanan dalam darah atau sering disebut hipertensi. Takaran yang direkomendasikan � - 1 sendok teh dalam satu hari adalah rasa asin yang boleh dinikmati. Tapi bagi Anda yang memiliki gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi, takaran aman sekitar � sendok teh.(www.Prevention.com/IDS/MEL)

Minggu, 11 Juli 2010

Makan Sedikit Bisa Bikin Panjang Umur

Selasa, 06/07/2010 14:30 WIB

Makan Sedikit Bisa Bikin Panjang Umur

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: scientificamerican)
Missouri, Orang yang sangat hati-hati mengatur asupan kalori bisa memperpanjang usianya. Karena orang-orang ini dapat menghindari berbagai masalahkesehatan yang datang seiring dengan proses penuaan.

Ilmuwan menelitikesehatan pada sekelompok orang yang berusia 35-82 tahun yang telah memutuskan untuk membatasi asupan kalori.

Hasilnya didapatkan partisipan yang makan lebih sedikit memiliki risiko lebih rendah dari penyakit jantung, stroke dan juga diabetes.

"Diet untuk pembatasan kalori memberikan efek menguntungkan untuk jangka panjang," ujar John O. Holloszy dari Washington University School of Medicine, di St Louis, Missouri, seperti dikutip dari Genomenewsnetwork, Selasa (6/7/2010).

Tim yang dipimpin oleh Holloszky membandingkan 18 orang yang mengonsumsi sedikit kalori dengan 18 orang sehat yang tidak obesitas yang tetap mengonsumsi makanan pola barat.

Peserta yang normal mengonsumsi 2.000-3.550 kalori per hari, sedangkan yang dibatasi mengonsumsi 1.000-2.000 kalori yang terdiri dari 26 persen protein, 28 persen lemak dan 46 persen karbohidrat kompleks.

"Pembatasan kalori disini bukan berarti kelaparan, karena hanya menurunkan asupan kalori tanpa membuatnya malnutrisi (kekurangan gizi)," ujar Chhanda Dutta, kepala Clinical Gerontology Branch of the National Institute on Aging di Bethesda, Maryland.

Peserta yang dibatasi kalorinya memiliki faktor risiko rendah terhadap penyakit jantung, diabetes, memiliki kolesterol lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol serta tekanan darah yang normal.

Selain itu pembatasan kalori ini juga membuat 3 partisipan tidak perlu lagi mengonsumsi obat penurun kolesterol.

"Hal yang menakjubkan adalah terlepas dari latar belakang genetiknya, semua partisipan menunjukkan respons yang sama," ungkap Holloszy.

Sementara pengujian terhadap hewan bahwa setiap kalori yang dihindari bisa menambah sekitar 30 detik kehidupan ekstra. Para ilmuwan telah mengetahui bahwa tikus, mencit dan cacing yang makan lebih sedikit bisa berumur panjang.

Ilmuwan mengungkapkan diperlukan waktu puluhan tahun untuk bisa membuktikan bahwa orang yang sangat hati-hati mengatur asupan kalorinya bisa memperpanjang usianya.

Terdapat dua teori yang menjelaskan mengapa orang yang membatasi asupan kalori bisa memperpanjang usianya, yaitu:
  1. Pembatasan kalori akan mengurangi jumlah glukosa yang masuk ke dalam sel dari waktu ke waktu. Hal ini berarti membatasi produksi radikal bebas di dalam organel mitokondria yang mengandung banyak enzim penting untuk metabolisme.
  2. Pembatasan kalori membuat seseorang lebih mampu mengatasi stres yang parah di tingkat selulernya dan untuk melawan penyakit yang berhubungan dengan beberapa tipe stres tertentu.
(ver/ir)

Rabu, 19 Mei 2010

Makan Ini Agar Panjang Umur

Makan Ini Agar Panjang Umur
Berikut tujuh makanan yang bisa membuat Anda berumur panjang dalam keadaan sehat.
RABU, 19 MEI 2010, 18:03 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni
Diet (getty image)

VIVAnews - Umur panjang adalah sesuatu yang diinginkan banyak orang. Untuk bisa berumur panjang tentunya Anda harus memiliki gaya hidup yang sehat. Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat kaya nutrisi seperti serat, likopen, vitamin A, asam lemak omega 3, vitamin C, antioksidan dan kalsium.

Berikut makanan yang bisa membuat Anda berumur panjang dalam keadaan sehat.

- Brokoli

Kandungan vitamin C pada brokoli sangat tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain. Brokoli juga kaya serat dan kalsium. Cara terbaik mengolah brokoli adalah dengan mengukusnya atau hanya direbus sebentar lalu dimakan. Menambahkan sedikit keju, bisa menjadi cara untuk membuat rasa brokoli menjadi lebih enak. Zat dalam brokoli bersifat antikanker, mencegah katarak dan penyakit jantung.

- Minyak ikan

Minyak ikan merupakan sumber utama asam lemak omega 3. Anda juga mendapatkannya dengan mengonsumsi ikan, makarel, tuna atau salmon. Asam lemak omega 3 bisa mencegah penyakit stroke dan menstabilkan kolesterol dalam darah.

- Gandum
Gandum memang makanan sederhana, tetap efeknya pada kesehatan lauar biasa. Kandungan serat dan kalsium pada gandum sangat tinggi, serta terbukti dapat menurunkan kolesterol jahat dalam darah. Gandum juga mengandung protein yang sangat penting bagi orang yang sudah berumur.

- Tomat
Tomat mengandung likopen yang sangat tinggi dan bersifat antioksidan yaitu menangkal zat radikal bebas. Anda bisa mengonsumsinya mentah atau direbus terlebih dahulu. Tomat memiliki zat anti kanker, termasuk kanker yang menyerang pria, kanker prostat.

- Daun salada
Daun salada mengandung berbagai vitamin yaitu, vitamin A, C dan K. Kandungan folatnya juga tinggi, sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil untuk perkembangan otak bayi.

- Cranberry
Cranberry mengandung vitamin C dan antioksidan quercetin yang cukup tinggi. Cranberry bisa mencegah infeksi saluran kemih, kanker, serta menghambat pertumbuhan bakteri jahat.

- Chamomile
Bunga chamomile biasanya diolah menjadi campuran teh. Rasanya yang segar, bisa menjadi pengusir stres. Jadi, saat stres minumlah teh chamomile. Ingatlah stres berkepanjangan bisa menimbulkan penyakit serius dan memperpendek umur Anda. (umi)

• VIVAnews