Tampilkan postingan dengan label Konsumsi Garam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konsumsi Garam. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 September 2010

Cara Praktis Batasi Konsumsi Garam

Selasa, 21/09/2010 17:36 WIB

Cara Praktis Batasi Konsumsi Garam

Eka Septia Wulan - detikFood
Cara Praktis Batasi Konsumsi Garam
Foto: angelans.blogspot.com
Jakarta - Banyak yang bilang, makanan tanpa garam hambar rasanya. Meskipun begitu, jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh ada baiknya dibatasi jumlahnya. Bukan saja untuk masakan, tapi juga perhatikan camilan-camilan Anda yang juga mengandung garam.

Apakah Anda mengkonsumsi banyak garam? Mungkin Anda merasa tidak mengkonsumsi terlalu banyak dalam masakan Anda. Tapi jangan sampai Anda melupakan camilan yang Anda konsumsi setiap hari. Berapa kadar garam yang terdapat didalamnya. Kalau tidak diperhatikan dengan benar, bisa jadi tubuh kelebihan garam yang mengakibatkan gangguan hipertensi.

Tanpa kita sadari, 75% jumlah garam yang masuk ke dalam tubuh kita berasal dari makanan yang kita beli diluar. Baik itu menu makan besar ataupun makanan ringan sehari-hari. Penumpukan jumlah garam dalam tubuh bisa meningkatkan tekanan darah, dan hal ini bisa memicu terjadinya serangan jantung dan juga stroke.

Jumlah garam yang seharusnya masuk ke dalam tubuh tidak lebihd ari 6gr (kurang lebih satu sendok teh) per harinya. Tapi yang perlu diperhatikan adalah, bukan jumlah garam yang kita masukkan ke dalam masakan saja. Tapi juga garam yang ada di makanan olahan ataupun camilan sehari-hari, seperti roti, sereal, snack, saus, dll.

Kalau ternyata Anda termasuk orang yang doyan ngemil, sebaiknya lebih berhati-hati. Sebenarnya tidak sulit untuk mengurangi jumlah konsumsi garam setiap hari. Banyak cara sederhana bisa Anda lakukan untuk menguranginya. Mulai dari mengurangi jumlah makanan asin atau belajar untuk menyukai makanan yang tawar rasanya.

Untuk Anda yang suka dengan camilan, perhatikan label yang tertera pada bagian belakang kemasan. Pilihlah jenis camilan yang mengandung garam paling rendah. Selalu bandingkan kandungan garam dalam produk-produk serupa yang akan Anda beli. Pastikan jumlahnya serendah mungkin agar jumlah garam yang Anda konsumsi tidak berlebihan. Tidak sulit bukan?

( eka / Odi )

http://www.detikfood.com/read/2010/09/21/173619/1445002/900/cara-praktis-batasi-konsumsi-garam

Kamis, 02 September 2010

Kurangi Konsumsi Garam Agar Panjang Umur

Kurangi Konsumsi Garam Agar Panjang Umur

Siagian Priska
28/08/2010 10:41 | Garam
Liputan6.com, Jakarta: Garam adalah salah satu unsur yang dibutuhkan dalam setiap masakan karena fungsinya sebagai pemberi rasa. Tetapi terlalu banyak mengonsumsi garam akan berbahaya bagi pembuluh darah Anda. Epidemolog Nancy R. Cook dan timnya melakukan penelitian Trials of Hypertension Prevention(TOHP) yang dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama adalah akhir 1980-an dan tahap kedua pada awal 1990-an. Penelitian tahap pertama, fokus pada empat hal yaitu stres manajemen, pola makan sehat, dan pengurangan garam. Sedangkan tahap kedua menitikberatkan pada penurunan berat badan dan pengurangan garam.

Mereka melibatkan 3.000 responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Para responden dipastikan tidak punya masalah dengan pembuluh darah dan tekanan darah mereka. Responden lalu dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama diajarkan untuk memilih makanan yang rendah sodium, sedangkan kelompok kedua hanya diajarkan bagaimana memilih makanan sehat secara umum.

Kedua kelompok selama penelitian diamati konsumsi garamnya. Pada penelitian tahap pertama yang berlangsung selama 18 bulan, respoden di kelompok itu dalam sehari hanya mengonsumsi sodium 1.000 miligram atau setara dengan satu setengah sendok teh garam.

Jumlah takaran tersebut menyelamatkan mereka dari gangguan pembuluh darah, termasuk tekanan darah tinggi. Sementara penelitian tahap kedua yang dilakukan selama 36 bulan, responden diberi arahan bagaimana memilih makanan yang kadar sodiumnya rendah berhasil mengurangi konsumsi sodiumnya menjadi 750 miligram atau setara dengan sepertiga sendok teh, sehingga kualitas saluran pembuluh darah prima.

Sedangkan pada kelompok yang hanya diberi tahu bagaimana memilih makanan sehat secara umum, tidak signifikan memengaruhi kadar sodium dalam tubuhnya. Bahkan sembilan persen dari mereka tetap mengalami serangan jantung atau stroke. Sedangkan kelompok yang memilih makanan untuk mengontrol kadar sodium hanya mengalami masalah tersebut sebanyak 7,5 persen.

Dalam tubuh, sodium diperlukan untuk mengantarkan rangsangan pada sistem saraf dan menjaga agar mineral tetap tercukupi dalam tubuh. Tapi tubuh tidak suka segala sesuatu yang berlebihan, termasuk sodium. Ketika kelebihan akan kesulitan bagi ginjal untuk mengeluarkannya yang kemudian membuat cairan antarsel menjadi lebih banyak.

Inilah yang kemudian membuat volume dalam sirkulasi darah meningkat yang kemudian menaikkan tekanan dalam darah atau sering disebut hipertensi. Takaran yang direkomendasikan � - 1 sendok teh dalam satu hari adalah rasa asin yang boleh dinikmati. Tapi bagi Anda yang memiliki gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi, takaran aman sekitar � sendok teh.(www.Prevention.com/IDS/MEL)