Sabtu, 21 Agustus 2010

Homeopathy, Terapi yang Percaya Semua Penyakit Bisa Sembuh

Selasa, 10/08/2010 13:12 WIB

Homeopathy, Terapi yang Percaya Semua Penyakit Bisa Sembuh

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Klinik Homeopathy (detikHealth)
Jakarta, Homeopathy adalah terapi alternatif yang mempercayai semua penyakit bisa disembuhkan. Tak heran jika kini banyak bermunculan klinik homeopathy dengan berbagai 'spesialisasi' mulai dari autis hingga masalah ketombe.

Homeopathy merupakan metode pengobatan alternatif yang mulai dikembangkan di Eropa sejak akhir tahun 1700-an. Penggagasnya adalah Samuel Hahnemann, seorang pakar kesehatan dari Jerman.

Prinsip dari pengobatan ini adalah penggunaan larutan dari bahan alam, baik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan maupun hewan. Larutan tersebut diencerkan hingga dosis yang sangat rendah, berkebalikan dengan pengobatan medis saat itu yang dirasakan terlalu keras.

Prinsip pengobatan homeopathy sebenarnya bukan untuk mengatasi penyakitnya melainkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika daya tahan sudah baik, dengan sendirinya tubuh akan melawan penyakit tersebut.

dr Jenny Bashiruddin, Sp.THT dari RS Cipto Mangunkusumo membenarkan bahwa terapi ini bisa mengatasi berbagai macam penyakit, namun sifatnya hanya mengatasi gejala. Dalam kedokteran, homeopathy juga sering digunakan sebagai pelengkap (komplementer).

Salah satu kelebihannya, menurut Dr Jenny adalah harganya yang relatif terjangkau. Dibandingkan pengobatan barat (western medicine), harganya bisa jauh lebih murah karena menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapatkan.

Sayangnya, dr Jenny yang pernah mendalami homeopathy di London ini menilai perkembangan homeopathy di Indonesia kurang terkontrol. Masing-masing praktisi mengembangkan metodenya sendiri secara otodidak, sehingga tidak ada standar yang baku dari sisi keilmuan.

"Karena dianggap pengobatan tradisional, berkembang seenaknya. Meski ada asosiasinya, tapi sifatnya lebih komersial dibanding sosial," ungkap dr Jenny saat dihubungi detikHealth, Selasa (10/8/2010).

Salah seorang pengelola klinik homeopathy di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat Sugiharto Djayasaputra yang mengakui tidak pernah secara khusus mempelajari homeopathy. Menurutnya ilmu dan ramuan yang digunakannya merupakan warisan turun-temurun dari leluhurnya.

Namun ia juga mengatakan, homeopathy bukan satu-satunya terapi yang ia gunakan untuk menangani pasien. Dalam menangani kecanduan narkotika yang merupakan 'spesialisasinya', ia lebih banyak mengedepankan pendampingan bagi yang bersangkutan maupun orang tuanya.

"Di sini, homeopathy justru yang paling rendah tingkatannya. Itu hanya untuk mengatasi komplikasi yang dialami, sementara untuk kecanduannya ya tetap dengan pendampingan," ungkap Sugiharto saat ditemui detikHealth, Selasa (10/8/2010) di tempat praktiknya Jl Dwi Warna A No 26 Jakarta Pusat, telepon (021) 6260287.

Tahap paling tinggi menurutnya adalah menyadarkan pasien sebagai makhluk yang lemah di hadapan Sang Pencipta. Berikutnya menumbuhkan niat dalam diri pasien, lalu yang terakhir adalah mengarahkan orang tua sebagai sumber kasih sayang paling utama.

Oleh karena itu, Sugiharto yang pernah menjadi pengurus DPD Yayasan Penanggulangan Bahaya Narkotika Indonesia DKI Jakarta ini mengaku cukup menggunakan satu jenis ramuan saja untuk mengatasi berbagai keluhan yang dialami para pecandu.

Pasien yang datang ke klinik Sugiharto yang bernama 'Sugih Jaya' itu kebanyakan mengalami hepatitis, meski ada juga beberapa yang terjangkit HIV positif.

(up/ir)

Kebiasaan buruk yang merusak Otak

Kebiasaan buruk yang merusak Otak

Published by lion80 at 17:00 under Kesehatan

1. Tidak Mau Sarapan

Net Info-Banyak orang yang menyepelekan sarapan. Padahal tidak mengkonsumsi apapun di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak. Sarapan yang terbaik di pagi hari bukanlah makanan berat seperti nasi goreng spesial, tetapi cukup air putih dan segelas jus buah segar. Ringkas dan berguna untuk tubuh!

2. Kebanyakan Makan.

Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yang biasanya menuntun orang pada menurunnya kekuatan mental. Jadi makanlah dalam porsi yang normal. Biasakan menahan diri dengan cara berhenti makan sebelum Anda kekenyangan.

3. Merokok

Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).

4. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Gula

Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu. Karena itu, kurangi konsumsi makanan manis favorit Anda.

5. Polusi Udara

Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien.

6. Kurang Tidur

Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak menjadi mati kelelahan. Tapi jangan juga kebanyakan tidur karena bisa membuat Anda menjadi pemalas yang lamban. Sebaiknya tidur 6-8 jam sehari agar sehat dan bugar.

7. Menutup Kepala Ketika Sedang Tidur

Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.

8. Berpikir Terlalu Keras Ketika Sedang Sakit

Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak. Sudah tahu sedang tidak sehat, sebaiknya istirahat total dan jangan forsir otak Anda.

9. Kurangnya Stimulasi Otak

Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir akan membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Rajin membaca, mendengar musik dan bermain (catur, scrabble, dll) membuat otak Anda terbiasa berpikir aktif dan kreatif.

10. Jarang Bicara

Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak. Jadi jangan terlalu bangga menjadi pendiam. Obrolan yang bermutu sangat baik untuk kesehatan Anda.


http://lion80.blogdetik.com/index.php/2008/11/22/kebiasaan-buruk-yang-merusak-otak/?l991101blog

Cara Jitu Atasi Bungkuk!!

Cara Jitu Atasi Bungkuk!!

bungkuk

Tubuh bungkuk bukan hanya tak sedap dipandang mata. Postur macamini juga membuat anda rentan cedera. Tulang belakang berfungsi sebagai penahan kejut bagi tubuh. Membiarkannya bengkuk bida menyebabkan ketidaseimbangan. Alhasil, otot dan ligamen leher, pundak, punggung, dan kaki yang kena batunya. Inilah mengapa orang yang tak berdiri tegak lebih mudah cedera.

Membungkuk juga berdampak pada kesehatan. Studi University Of Leeds, 2007, menemukan korelasi antara otot leher dan bagian dari otak yang mengatur tekanan darah dan detak jantung. Selain itu, organ-organ internal juga bisa menekan paru-paru.

Untuk mengatasinya, kami berikan beberapa langkah agar tubuh anda kembali lurus. Tambahka gerakan ini dalam rutinitas olahraga anda 3 kali sepekan. Kalau anda bugar dan tualng belakang kembali pada posisinya hanya dalam 6 pekan. Berikut ini langkah-langkahnya:

Ø Pilates

Dua manfaat Pilates menguatkan perut shingga mampu menyokong otottubuh bagian belakang, mengangkat dan memanjangkan tubuh baigan atas. Banyak orang merasa bertambah beberapa cm lebih tinggi setelah mengikuti kelas Pilates. Padahal sebenarnya, anda namya mengembalikan ruang kosong pada tualng belakang.

pilates

Caranya: Tidur tellungkup di atas matras dengan kedua kaki dan tangan diluruskan, membentuk huruf X. Tarik perut , lemaskan pundak, tarik seraya mengangkat tangan dan kaki dari lantai, pastikan kaki tak lebih tinggi daripada tangan. Embuskan napas, tekuk sikut ke arah pinggang dan angkat kedua kaki bersamaan. Ualngi 6-8 kali

Ø Balet

Seorang balerina diajarkan untuk menarik perutnya ke dalm dan selalu berpostur tegak, ini membuat tuang belakang ikut terangkat. Untuk bisa mendapatkan tubuh tegak lurus sperti itu, anda tak harus menekuni balet.

ballet

Ø Yoga

Berdiri dengan kedua kaki dilebarkan selebar-lebarnya. Tekuk kaki kirisekitar 90 derajat. Rentangkan tangan, angkat lengan kanan melewati kepala, lengan kiri menyentuh latai. Wajah menghadap ke atas, ambil napas 5 kali. Kembali ke posisi semula, ualngi dengan kaki kanan. Lakukan 3-5 kali.

yoga

Ø Teknik Alexander

Teknik Alexander ini marak dilakukan slebritis, dunia untuk membetulkan kebiasaan buruk membungkuk. Initi gerkanannya adalah mengembalikan tubuh ke posisi naturalnlya yang seringkali tertutup otot yang menegang. Nah, ketika otot melemas, berdiri tegak terada lebih mudah.

Pada teknik ini membutuhkan bantuan Swiss Ball. Berlutut dengan kedua tangan memegang bola di depan kepala. Sementara posisi leher sejajar dengan tualng belakang.

teknik-alexander

Semoga artikel ini bermanfaat bagi temen-temen, biar gak pade bungkuk lage,,he..canda cuy……

http://jarip.blogdetik.com/2010/06/04/cara-jitu-atasi-bungkuk/?l991101blog

Kenapa Gugup Bikin Sakit Perut?

Sabtu, 21/08/2010 11:55 WIB

Kenapa Gugup Bikin Sakit Perut?

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstocks)
Jakarta, Sebagian besar orang pasti pernah merasakan sakit perut saat sedang gugup, panik atau stres ketika mau tampil di muka umum atau menjelang wawancara penting. Kenapa kondisi tersebut bisa memicu sakit perut?

Kebanyakan orang yang mengalami stres secara harfiah juga merasakannya di dalam usus. Seperti dijelaskan dalam Harvard Mental Health Letter pada Agustus 2010, bahwa ada sistem saraf informal yang dikenal sebagai 'brain-gut axis' atau sumbu otak-usus diduga sebagai penyebabnya.

Pada dasarnya otak berinteraksi dengan seluruh tubuh melalui sistem saraf yang memiliki beberapa komponen utama. Salah satunya adalah sistem saraf enterik yang membantu mengatur proses pencernaan.

Dikutip dari Health.harvard.edu, Sabtu (21/8/2010) saat tubuh mengalami stres, gugup atau panik, maka proses pencernaan akan melambat atau berhenti sama sekali. Sehingga tubuh dapat memfokuskan seluruh energi internal untuk menghadapi ancaman atau gangguan psikologis tersebut. Gangguan proses pencernaan inilah yang menyebabkan timbulnya sakit perut.

Identifikasi penyebab sakit perut ini akan dikenal dengan nama perut gugup (nervous stomach). Nervous stomachadalah sumber dari adanya gangguan pada perut yang bisa disebabkan oleh stres atau gugup.

Seseorang yang sedang merasa tertekan baik oleh stres, panik atau gugup, maka otak akan melepaskan asam lebih banyak ke dalam perut. Hal inilah yang mempengaruhi adanya gangguan pada perut seperti sakit perut, perut merasa kembung, bersendawa, perut terasa perih, tiba-tiba merasa ingin buang air besar atau kecil, mual dan juga mulas.

Nervous stomach
tidak bisa dikategorikan sebagai penyakit tertentu. Karena pada umumnya dokter akan menggunakan istilah ini setelah pemeriksaan diagnostik tidak bisa mengungkap apa penyebabnya dan juga setelah menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan lain.

Kondisi ini ternyata juga bisa dialami oleh anak-anak, misalnya saat anak merasa adanya tekanan dari teman sebaya atau dalam hal akademisnya seperti ketika ujian sekolah.

Dr Michael Miller selaku editor dari Harvard Mental Health Letter menjelaskan bahwa beberapa intervensi psikologis bisa dilakukan untuk mengurasi sakit perut akibat stres.

Terapi perilaku kognitif untuk mengubah stres dan merangsang pemikiran, teknik relaksasi yang diarahkan untuk menenangkan tubuh dan usus serta pikiran positif.bagai penyebabnya.

(ver/ir)

Susahnya Membedakan Telur Sehat dan yang Terinfeksi Bakteri

Kamis, 19/08/2010 10:45 WIB

Susahnya Membedakan Telur Sehat dan yang Terinfeksi Bakteri

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Atlanta, Di balik khasiatnya sebagai makanan sehat, telur sangat rawan terinfeksi bakteri Salmonella. Tapi sayang, untuk mengetahui apakah telur ini sehat atau terinfeksi bakteri susah dilakukan. Yang bisa dilakukan hanya mencegahnya.

Telur bisa mengandung bakteri makanan berbahaya yang disebut denganSalmonella enteritidis (S. enteritidis). Bakteri ini umumnya masuk ke dalam telur melalui beberapa cara, salah satunya adalah terkontaminasinya kulit telur dengan kotoran.

Bisa juga karena ayam petelur itu sudah memiliki bakteri Salmonella di dalam ususnya. Pada manusia bakteri ini ditemukan di usus dan kotoran (feses) terutama bagi orang yang sudah terinfeksi.

Bisakah masyarakat membedakan telur yang sehat dengan telur yang sudah terinfeksi bakteri Salmonella?

"Tidak ada cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengetahui apakah telur telah tercemar atau belum. Karena Salmonella bisa menginfeksi setiap jenis ayam dan tidak ada bukti ilmiah yang bisa menunjukkan suatu telur bebas dari bakteri," ujar Profesor Rob Gravani, seorang profesor ilmu pangan dari Cornell University, seperti dikutip dari LiveScience, Kamis (19/8/2010).

Kasus telur yang terkena Salmonella harus dibuktikan lewat pengujian laboratorium dan tidak bisa diterawang dengan mata telanjang.

Maka itu, menurut Prof Gravani jika sudah ada pengumuman bahwa telur tersebut terinfeksi sebaiknya masyarakat tidak mengonsumsinya. Karena bagian luar dan dalam telur yang terinfeksi akan tampak normal. Cara lain adalah memperhatikan cara masak dan menyimpan yang benar sehingga bakterinya bisa mati.

Wabah telur yang terinfeksi Salmonella secara besar-besaran baru-baru ini terjadi di Atlanta AS. Pemerintah setempat menarik sekitar 380 juta telur dari pasaran akibat terkena wabah Salmonella.

Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab wabah Salmonella pada telur ini. Penyelidikan dilakukan di beberapa tempat makan yang memang menyajikan menu makanan dengan telur mentah, telur yang dimasak tidak sampai matang dan telur yang tidak dipasteurisasi.

Meski tidak bisa dibedakan antara telur sehat dan yang terinfeksi, ada beberapa tindakan spesifik yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi Salmonella.

Caranya seperti dikutip dari CDC.gov adalah:

  1. Tidak mengonsumsi telur yang sudah retak atau kotor (pada kulit telur terdapat kotoran ayam).
  2. Mencuci tangan, peralatan masak dengan sabun dan air setelah kontak dengan telur mentah.
  3. Telur harus dimasak hingga bagian putih dan kuningnya matang (mencapai suhu 71 derajat Celsius) lalu tidak menunda-nunda untuk mengonsumsinya.
  4. Jangan menyimpan telur pada suhu hangat atau kamar selama lebih dari 2 jam.
  5. Simpan telur di lemari pendingin jika tidak ingin digunakan.
  6. Menghindari mengonsumsi telur mentah.
  7. Usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan di restoran yang dibuat dengan telur mentah, kurang matang atau belum di pasteurisasi.
  8. Usahakan untuk selalu menyimpan telur pada suhu 45 derajat Fahrenheit (kurang dari 7 derajat Celsius) sepanjang waktu.

Jika seseorang keracunan Salmonella, biasanya akan mengalami gejala demam, kram perut dan diare sekitar 12-72 jam setelah mengonsumsi makanan yang dikonsumsi. Penyakit ini biasanya berlangsung 4-7 hari.

Seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, orangtua dan bayi adalah kelompok yang paling rentan terkena sakit akibat infeksi Salmonella. Pada kelompok ini infeksi dapat menyebar dari usus ke aliran darah dan bagian tubuh lain.

(ver/ir)

Perempuan Pekerja dan Penyakitnya

Sabtu, 21/08/2010 14:00 WIB

Perempuan Pekerja dan Penyakitnya

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstocks)
Jakarta, Beberapa pekerjaan terkadang bisa menimbulkan risiko penyakit tertentu pada seseorang. Karena itu ketahui penyakit dan pekerjaan apa saja yang saling berhubungan.

Seseorang seharusnya memiliki kondisi tubuh yang prima agar bisa bekerja dengan baik dan optimal. Tapi justru pekerjaan yang dijalaninya bisa menimbulkan penyakit tertentu yang dapat merugikan.

Seperti dikutip dari GeniusBeauty, Sabtu (21/8/2010) ada penyakit tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang, yaitu:

Sekretaris dan Carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome biasanya ditandai dengan mati rasa di pergelangan tangan yang diikuti oleh rasa nyeri akibat tekanan dari saraf median. Kondisi ini biasanya terjadi karena sekretaris sering mengetik dan menggunakan mouse komputer. Karena jika seseorang menggunakan komputer atau mengetik terus menerus, maka urat di pergelangan tangan bisa melukai saraf median yang bertanggung jawab terhadap fungsi jari.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya tempat kerja yang digunakan harus memenuhi standar ergonomis seseorang, sehingga tidak menimbulkan cedera atau risiko kesehatan tertentu, serta memberikan waktu bagi jari dan tangan untuk beristirahat.

Guru, penyiar dan sakit tenggorokan
Jika seseorang bicara terus menerus dalam jangka waktu yang lama bisa membuat vocal menjadi stres, hal ini menyebabkan adanya regangan besar pada pita suara dan membuat dinding belakang tenggorokan mengering. Kondisi ini membuat tenggorokan lebih rentan terkena infeksi dan memicu timbulnya sakit atau radang tenggorokan.

Untuk mencegah hal tersebut usahakan mengurangi waktu berbicara, bernapas melalui hidung, berkumur di tenggorokan dan juga mengonsumsi air putih yang cukup.

Varises dan penjaga toko
Para penjaga toko pada umumnya berdiri dalam jangka waktu lama dan menggunakan sepatu hak tinggi. Hal ini akan menimbulkan jaring-jaring darah yang melalui pembuluh darah, sehingga menyebabkan pembuluh darah membengkak. Jika kasusnya sangat parah, bisa dilakukan pembedahan untuk mengatasi varises tersebut.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya melakukan aktivitas fisik, beristirahat di rumah dengan berbaring sambil meninggikan posisi kaki dan juga usahakan untuk tidak menggunakan sepatu dengan hak yang terlalu tinggi.

Keguguran dan petugas penerbangan
Adanya perubahan zona waktu, gangguan jam biologis tubuh, getaran dan adanya fluktuasi tekanan udara bisa menyebabkan gangguan perkembangan kehamilan seorang pramugari. Hal inilah yang membuat seorang pramugari berisiko mengalami keguguran atau bayi lahir dengan mengalami cacat perkembangan.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya tidak bekerja atau beristirahat setidaknya selama usia kehamilan mencapai minggu ketiga dan keempat.
(ver/ir)

Manusia-manusia dengan Anggota Tubuh Ekstra

Sabtu, 21/08/2010 16:00 WIB

Manusia-manusia dengan Anggota Tubuh Ekstra

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
Anne Boleyn (Foto: thinkstock)
Jakarta, Anggota tubuh yang berlebih bisa terjadi pada jari, kepala, rahim, kaki atau bahkan puting susu. Kejadian ini mungkin banyak terjadi, tapi tidak banyak masyarakat yang mengetahuinya.

Seperti dikutip dariHowstuffworks, Sabtu (21/8/2010) ada beberapa orang yang memang diketahui memiliki anggota tubuh ekstra. Ini dia beberapa orang yang memiliki salah satu anggota tubuh ekstra.

1. Manusia dengan ekstra jari dan 3 payudara
Anne Boleyn yang merupakan istri kedua Henry VII dari Inggris diyakini memiliki 11 jari dan juga tiga payudara. Para sejarahwan telah mempercayai hal tersebut. Karena diyakini memiliki tiga payudara, hal ini diyakini sebagai tanda bahwa Anne adalah seorang penyihir.

2. Pemain bisbol dengan 12 jari

Antonio Anfonseca, seorang pitcher bisbol liga utama memiliki enam jari pada setiap tangannya. Kondisi ini disebut dengan polydactylism (adanya kelebihan jari tangan atau kaki) yang terkadang bisa menghambat mobilitas seseorang. Diperkirakan satu dari 500 anak mengalami kondisi ini.

3. Laki-laki dengan tiga puting susu
Seorang aktor Mark Wahlberg memiliki puting ketiga di sisi kiri dadanya. Pada awalnya ia berniat untuk menghapus kelebihan puting tersebut, tapi akhirnya ia mulai bisa menerima keadaan tersebut. Puting berlebih ini bisa ditemukan di ketiak, pangkal paha atau di dada.

Sekitar 2 persen perempuan dan sedikit laki-laki memiliki puting ekstra, terkadang puting berlebih ini bisa digunakan untuk menyusui (laktasi).

4. Laki-laki dengan dua penis
Tahun 2006 seorang laki-laki di India mendatangi rumah sakit untuk meminta dokter menghilangkan salah satu penisnya. Kondisi yang dikenal dengan istilah diphallia ini sangat langka, dan kemungkinan hanya ada 100 kasus di seluruh dunia.

5. Bayi dengan dua kepala
Pada umumnya seseorang hanya memiliki satu kepala, tapi pada kondisi tertentu seorang bayi bisa memiliki kepala kembar parasit (craniopagus parasiticus). Kondisi ini berbeda dengan kembar siam, karena satu kepala tambahan tidak memiliki fungsi otak dan hanya merupakan kepala mati yang menempel saja. Saat ini ada delapan kasus yang pernah didokumentasikan, tapi hanya 3 bayi yang selamat.

6. Bayi dengan alat kelamin laki-laki dan perempuan
Sekitar 1 persen dari populasi yang dilahirkan memiliki organ reproduksi laki-laki dan juga perempuan dan disebut dengan hermaphroditism. Terkadang kondisi ini membuat orangtua harus memilih organ reproduksi mana yang ingin dipertahankan, biasanya setelah para dokter melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut.

7. Laki-laki dengan tiga lengan
Pada tahun 2006, seorang anak laki-laki di China bernama Jie-Jie memiliki satu lengan kanan dan dua lengan kiri. Meskipun ketiga lengan tampak normal, tapi tangan kirinya tidak bisa berfungsi sepenuhnya. Saat ia berusia 2 bulan, dokter di Shanghai menghapus satu lengan yang paling mendekati dadanya karena kurang berkembang.

8. Perempuan dengan empat kaki
Josephene Myrtle Corbin yang lahir pada tahun 1868 memiliki kondisi yang disebut dengan dipygus, yaitu memiliki tulang panggul yang terpisah dan empat buah kaki. Ia bisa memindahkan atau menggerakkan kakinya tapi terlalu lemah untuk berjalan.

9. Manusia dengan dua badan

Pada abad ke 20 dikenal seorang bintang bernama jean Libbera yang dijuluki 'The Man with Two Bodies' yang lahir di Roma pada tahun 1884. Ia dilahirkan dengan kembar siam parasit yang menempel di tubuhnya, dalam hal ini satu badannya hanya menempel tapi tidak memiliki fungsi.

10. Perempuan dengan dua rahim

Normalnya seorang perempuan memiliki satu rahim, tapi ada juga beberapa yang memiliki dua rahim dan dikenal sebagai uterine didelphys. Kondisi ini kemungkinan hanya terjadi pada 1 dari 1.000 perempuan. Rahim ini berfungsi dengan normal, jadi bisa saja dua bayi yang dikandung tumbuh pada rahim berbeda.

(ver/ir)

Benarkah Mentega Lebih Sehat dari Margarin

Benarkah Mentega Lebih Sehat dari Margarin


Roti Oles Mentega

VIVAnews - Selama ini mungkin Anda berpikir bahwa mentega dan margarin sama. Keduanya memang sumber lemak. Hanya, kandungan jenis lemaknya berbeda. Mengetaui perbedaannya penting demi pilihan makanan sehat untuk keluarga.

Menurut tim peneliti Harvard University, Amerika Serikat, margarin dan mentega adalah sumber lemak berkalori sama. Namun, mentega dianggap lebih baik karena mengandung lemak alami yang penting untuk kekuatan tulang. Mentega juga mengandung nutrisi lain untuk kesehatan tubuh.

Sedangkan margarin mengandung lemak jenuh yang dihasilkan ketika hidrogen dipanaskan sehingga minyak sayur mengeras. Suhu tinggi dalam proses produksi margarin ini berpotensi menghancurkan vitamin E dan nutrisi lainnya.

Margarin juga menggunakan zat pengeras dalam produksinya, semacam nikel dan cadmium. Nikel adalah logam beracun. Paparan nikel berlebih di dalam tubuh berisiko menyebabkan masalah pada paru-paru dan ginjal. Sedangkan cadmium merupakan zat beracun dari logam berat yang dapat menyebabkan penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi.

Selama ini, margarin sering diklaim sebagai lemak tak jenuh ganda mengandung asam lemak omega 3 dan omega 6 yang tak dihasilkan tubuh. Margarin juga dikata dapat membantu menekan kolesterol dalam darah dan melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular. Benarkah?

Tim peneliti Harvard University mengungkap, margarin justru mengandung asam lemak yang dapat meningkatkan risiko inflamasi, meningkatkan risiko serangan jantung, dan mengurangi harapan hidup. Konsumsi margarin secara berlebihan juga bisa memicu penyakit seperti colitis and arthritis.

Untuk itu, konsumsilah mentega dan margarin secara wajar. Asal tak berlebihan, tak masalah. Yang pasti, ketika dihadapkan dengan margarin dan mentega, kini Anda bisa memutuskan mana yang lebih sehat. (pet)

http://id.news.yahoo.com/viva/20100820/tls-benarkah-mentega-lebih-sehat-dari-ma-34dae5e.html

Jumat, 20 Agustus 2010

10 Kesalahan Saat Menyikat Gigi

10 Kesalahan Saat Menyikat Gigi
Menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung sodium fluoride dan zinc citrate bisa membantu kurangi 8 masalah gigi dan mulut.
Jumat, 20/8/2010 | 11:05 WIB

KOMPAS.com — Bagaimana kebiasaan Anda menyikat gigi? Sudah melakukan saran dokter untuk menyikat gigi minimal 2 kali dalam sehari? Tak lupa menyikat lidah pula? Ya, Anda bisa saja percaya diri sudah membersihkan gigi dengan baik dan sesuai aturan. Tetapi kadang, ada saatnya Anda lalai dan menganggap hal-hal sepele tidak akan bermasalah pada gigi kuat Anda. Padahal, hal-hal kecil pun bisa mendatangkan masalah di seputar mulut. Apa sajakah?

1. Tidak Menggunakan Sikat Gigi yang Tepat
Jika Anda perhatikan, ada berbagai ukuran sikat gigi ada banyak ragamnya. Richard H Price, DMD, penasihat American Dental Association (ADA) mengatakan, "Jika Anda harus membuka rahang cukup besar untuk membiarkan gagang sikat masuk ke dalam mulut, bisa jadi sikat gigi terlalu besar untuk Anda. Gagangnya pun harus nyaman digenggam, sensasinya harus senyaman saat Anda memegang garpu saat makan. Semakin nyaman sikat gigi Anda, makin sering Anda akan menggunakannya dengan benar."

2. Memilih Bulu Sikat yang Salah
Ada beberapa tipe sikat pada sikat gigi. Ada yang memiliki sudut menyempit, ada yang rata, ada yang pakai karet. Apakah ada satu tipe yang lebih baik? Menurut para dokter gigi di WebMD, tak ada pengaruh lebih. Tampaknya, yang lebih penting adalah teknik membersihkannya ketimbang bentuk sikatnya. Para dokter gigi ADA menyarankan agar memilih sikat yang lembut, jangan yang kasar atau kaku karena bisa merusak/menyakiti gusi. Carilah bulu sikat yang cukup kaku untuk mengangkat plak, tetapi tidak cukup kuat untuk merusak gigi.

3. Kurang Sering atau Kurang Lama
Selama ini kita disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 kali sehari. Namun menurut para dokter di WebMD, tiga kali dalam sehari adalah yang terbaik. Ketika jarak waktu menyikat gigi terlalu jauh, plak bakteri akan menumpuk, bisa membuat radang gusi dan masalah lain pada mulut. Disarankan untuk menyikat gigi setidaknya 2 menit setiap kali, akan lebih baik lagi jika dilakukan selama 3 menit. Angka waktu tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, namun dipatok agar kita bisa mempunyai waktu yang cukup untuk membersihkan permukaan gigi.

4. Menyikat Gigi Terlalu Keras atau Terlalu Sering
Seperti disebutkan, menyikat gigi 3 kali dalam sehari memang ideal. Namun, jika terlalu sering, bisa jadi kompulsif. Terlalu sering menyikat gigi, misal 4 kali dalam sehari, bisa membuat akar gigi teriritasi dan menyakiti gusi. Menyikat terlalu keras juga bisa merusak enamel (lapisan teratas gigi). Cara terbaik adalah menyikat gigi secara perlahan dan lembut selama 2-3 menit.

5. Tidak Menyikat dengan Benar
Buat sudut 45 derajat dari garis gusi dan buat gerakan pendek-pendek saat menyikat. Gerakan menyikat panjang di sepanjang garis gusi bisa menyebabkan abrasi pada gusi. Sikatlah perlahan ke arah atas dan bawah dari gigi, jangan dengan gerakan menyamping pada gigi. Buat gerakan sirkular vertikal, jangan horizontal. Lakukan pada bagian permukaan gigi bagian depan, belakang, atas dan bawah serta pada lidah.

6. Selalu Memulai Pada Titik yang Sama
Kebanyakan orang akan memulai pada titik yang sama setiap kali akan mulai menyikat gigi. "Mulailah di tempat-tempat yang berbeda supaya Anda tidak menjadi 'malas' untuk membersihkan titik yang lainnya. Jika Anda memulai di titik yang sama, Anda cenderung semangat di titik tersebut, kemudian malas membersihkan di titik yang terakhir," jelas Price.

7. Melewatkan Bagian Dalam Gigi
Kebanyakan orang ternyata sering kali lupa membersihkan bagian dalam gigi, bagian yang bersentuhan dengan lidah. Plak yang tersembunyi sama pentingnya untuk dibersihkan seperti plak yang terlihat. Titik yang paling sering dilupakan untuk dibersihkan adalah pada bagian dalam gigi depan.

8. Kurang Bersih Membilas
Bakteri bisa tumbuh pada sikat gigi yang lupa dibersihkan. Jika ini terjadi, bakteri tersebut bisa tumbuh dan kembali hinggap pada mulut Anda di sesi penyikatan berikutnya. Bersihkan sikat gigi setelah Anda menggunakannya dan pastikan tak ada yang menyangkut atau pasta gigi yang tersisa.

9. Membiarkan Sikat Gigi dalam Keadaan Basah
Anda pasti sudah tahu bahwa bakteri senang hidup dalam kondisi lembab. Sikat gigi yang basah dan lembab pun akan menjadi tempat favorit bakteri. Tak hanya itu, sikat gigi yang lembab akan merusak bulu sikatnya jika dibiarkan begitu saja. Akan lebih baik jika sikat gigi disimpan tertutup dalam keadaan kering. Biarkan kering, baru tutup dengan tutupnya.

10. Tidak Mengganti Sikat Gigi Cukup Sering
ADA merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi setelah 3-4 bulan pemakaian atau langsung ganti ketika bulu sikatnya terlihat mulai rusak. Ketimbang Anda mematok waktu, perhatikan sikat gigi Anda. Saat ini sudah ada sikat gigi yang bulunya diberikan penanda warna. Saat warna memudar, maka sudah waktunya sikat tersebut diganti. Atau ketika Anda menemukan sudah ada bulu sikat gigi yang rontok, atau fleksibilitasnya mulai berkurang, segera ganti.


NAD

Editor: Nadia Felicia

Sumber: WebMD

http://female.kompas.com/read/xml/2010/08/20/11051034/10.Kesalahan.Saat.Menyikat.Gigi

Kamis, 19 Agustus 2010

How Does Salmonella Get Inside Eggs?

How Does Salmonella Get Inside Eggs?

Carton of eggs (Thinkstock)

Although the average egg looks innocent enough, it can harbor dangerous foodborne bacteria called Salmonella. It's these bacteria that led to the ongoing nationwide recall of Wright Country Eggs. But how do the bacteria get in there?

The bacteria, Salmonella enteritidis (also referred to as S. enteritidis), can invade an egg in several ways. One way is by the contamination of egg shells with fecal matter. The bacteria are present in the intestines and feces of infected humans and animals, including chickens, and can be passed to the eggs when chickens sit on them.

Stringent cleaning and inspecting procedures of shells were implemented in the 1970s to decrease this form of contamination, according to the U.S. Department of Agriculture's Food Safety and Inspection Service (FSIS).

However, outbreaks of salmonellosis (an infection caused by Salmonella bacteria) still happen because Salmonella also silently infects the ovaries of healthy-looking hens, contaminating the eggs inside the chicken before the shells are even formed, according to FSIS. To curb this form of contamination, the egg industry regularly tests hens for the ovarian bacteria.

Only a small number of hens in the United States seem to be infected with Salmonella at any given time, according to the Centers for Disease Control and Prevention. The CDC also assures that an infected hen can lay many normal eggs while only occasionally laying an egg that's contaminated.

So how can consumers tell if an egg contains salmonella? There is no way for grocery shoppers to tell if an egg has been contaminated, according to Rob Gravani, a professor of food science at the Cornell University. In fact, Salmonella affect chicken of every quality, and there is no valid scientific evidence that shows that poultry products labeled "Kosher," "free-range," "organic," or "natural" have more or less of the bacteria, according to FSIS.

"The best thing for consumers to do is to pay attention to the brand of eggs that are being recalled, and to return any eggs that they've purchased of that brand to the store," Gravani told Life's Little Mysteries.

Health officials also recommend not serving undercooked eggs, since thorough cooking kills the bacteria, according to the CDC. Because both the outside and inside of contaminated eggs appear to be normal, even if an egg seems "safe" to eat with a runny-style yoke, it is always best to err on the side of caution and eat only well-cooked eggs. The FSIS recommends that egg dishes be heated up to an internal temperature of at least 160 degrees Fahrenheit (71 degrees Celsius).

Typically, a person with salmonella poisoning develops a fever, abdominal cramps and diarrhea approximately 12 to 72 hours after consuming the contaminated food. The illness usually lasts from four to seven days, and most people do not need antibiotics in order to recover.

However, the elderly, infants, and those with impaired immune systems may be the most susceptible to becoming seriously ill as a result of salmonellosis. In these patients, the infection may spread from the intestines to the blood stream, and then to other parts of the body. This can lead to death unless the person is promptly treated with antibiotics, according to the CDC.

This article was provided by Life's Little Mysteries, a sister site to LiveScience.LiveScience.com chronicles the daily advances and innovations made in science and technology. We take on the misconceptions that often pop up around scientific discoveries and deliver short, provocative explanations with a certain wit and style. Check out our science videos, Trivia & Quizzes and Top 10s. Join our communityto debate hot-button issues like stem cells, climate change and evolution. You can also sign up for freenewsletters, register for RSS feeds and get cool gadgets at the LiveScience Store.

http://news.yahoo.com/s/livescience/20100818/sc_livescience/howdoessalmonellagetinsideeggs