Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 September 2010

Perempuan Pekerja dan Penyakitnya

Sabtu, 21/08/2010 14:00 WIB

Perempuan Pekerja dan Penyakitnya

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstocks)
Jakarta, Beberapa pekerjaan terkadang bisa menimbulkan risiko penyakit tertentu pada seseorang. Karena itu ketahui penyakit dan pekerjaan apa saja yang saling berhubungan.

Seseorang seharusnya memiliki kondisi tubuh yang prima agar bisa bekerja dengan baik dan optimal. Tapi justru pekerjaan yang dijalaninya bisa menimbulkanpenyakit tertentu yang dapat merugikan.

Seperti dikutip dari GeniusBeauty, Sabtu (21/8/2010) ada penyakit tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang, yaitu:

Sekretaris dan Carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome biasanya ditandai dengan mati rasa di pergelangan tangan yang diikuti oleh rasa nyeri akibat tekanan dari saraf median. Kondisi ini biasanya terjadi karena sekretaris sering mengetik dan menggunakan mouse komputer. Karena jika seseorang menggunakan komputer atau mengetik terus menerus, maka urat di pergelangan tangan bisa melukai saraf median yang bertanggung jawab terhadap fungsi jari.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya tempat kerja yang digunakan harus memenuhi standar ergonomis seseorang, sehingga tidak menimbulkan cedera atau risiko kesehatan tertentu, serta memberikan waktu bagi jari dan tangan untuk beristirahat.

Guru, penyiar dan sakit tenggorokan
Jika seseorang bicara terus menerus dalam jangka waktu yang lama bisa membuat vocal menjadi stres, hal ini menyebabkan adanya regangan besar pada pita suara dan membuat dinding belakang tenggorokan mengering. Kondisi ini membuat tenggorokan lebih rentan terkena infeksi dan memicu timbulnya sakit atau radang tenggorokan.

Untuk mencegah hal tersebut usahakan mengurangi waktu berbicara, bernapas melalui hidung, berkumur di tenggorokan dan juga mengonsumsi air putih yang cukup.

Varises dan penjaga toko
Para penjaga toko pada umumnya berdiri dalam jangka waktu lama dan menggunakan sepatu hak tinggi. Hal ini akan menimbulkan jaring-jaring darah yang melalui pembuluh darah, sehingga menyebabkan pembuluh darah membengkak. Jika kasusnya sangat parah, bisa dilakukan pembedahan untuk mengatasi varises tersebut.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya melakukan aktivitas fisik, beristirahat di rumah dengan berbaring sambil meninggikan posisi kaki dan juga usahakan untuk tidak menggunakan sepatu dengan hak yang terlalu tinggi.

Keguguran dan petugas penerbangan
Adanya perubahan zona waktu, gangguan jam biologis tubuh, getaran dan adanya fluktuasi tekanan udara bisa menyebabkan gangguan perkembangan kehamilan seorang pramugari. Hal inilah yang membuat seorang pramugari berisiko mengalami keguguran atau bayi lahir dengan mengalami cacat perkembangan.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya tidak bekerja atau beristirahat setidaknya selama usia kehamilan mencapai minggu ketiga dan keempat.

(ver/ir)

Sabtu, 21 Agustus 2010

Perempuan Pekerja dan Penyakitnya

Sabtu, 21/08/2010 14:00 WIB

Perempuan Pekerja dan Penyakitnya

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: thinkstocks)
Jakarta, Beberapa pekerjaan terkadang bisa menimbulkan risiko penyakit tertentu pada seseorang. Karena itu ketahui penyakit dan pekerjaan apa saja yang saling berhubungan.

Seseorang seharusnya memiliki kondisi tubuh yang prima agar bisa bekerja dengan baik dan optimal. Tapi justru pekerjaan yang dijalaninya bisa menimbulkan penyakit tertentu yang dapat merugikan.

Seperti dikutip dari GeniusBeauty, Sabtu (21/8/2010) ada penyakit tertentu yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang, yaitu:

Sekretaris dan Carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome biasanya ditandai dengan mati rasa di pergelangan tangan yang diikuti oleh rasa nyeri akibat tekanan dari saraf median. Kondisi ini biasanya terjadi karena sekretaris sering mengetik dan menggunakan mouse komputer. Karena jika seseorang menggunakan komputer atau mengetik terus menerus, maka urat di pergelangan tangan bisa melukai saraf median yang bertanggung jawab terhadap fungsi jari.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya tempat kerja yang digunakan harus memenuhi standar ergonomis seseorang, sehingga tidak menimbulkan cedera atau risiko kesehatan tertentu, serta memberikan waktu bagi jari dan tangan untuk beristirahat.

Guru, penyiar dan sakit tenggorokan
Jika seseorang bicara terus menerus dalam jangka waktu yang lama bisa membuat vocal menjadi stres, hal ini menyebabkan adanya regangan besar pada pita suara dan membuat dinding belakang tenggorokan mengering. Kondisi ini membuat tenggorokan lebih rentan terkena infeksi dan memicu timbulnya sakit atau radang tenggorokan.

Untuk mencegah hal tersebut usahakan mengurangi waktu berbicara, bernapas melalui hidung, berkumur di tenggorokan dan juga mengonsumsi air putih yang cukup.

Varises dan penjaga toko
Para penjaga toko pada umumnya berdiri dalam jangka waktu lama dan menggunakan sepatu hak tinggi. Hal ini akan menimbulkan jaring-jaring darah yang melalui pembuluh darah, sehingga menyebabkan pembuluh darah membengkak. Jika kasusnya sangat parah, bisa dilakukan pembedahan untuk mengatasi varises tersebut.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya melakukan aktivitas fisik, beristirahat di rumah dengan berbaring sambil meninggikan posisi kaki dan juga usahakan untuk tidak menggunakan sepatu dengan hak yang terlalu tinggi.

Keguguran dan petugas penerbangan
Adanya perubahan zona waktu, gangguan jam biologis tubuh, getaran dan adanya fluktuasi tekanan udara bisa menyebabkan gangguan perkembangan kehamilan seorang pramugari. Hal inilah yang membuat seorang pramugari berisiko mengalami keguguran atau bayi lahir dengan mengalami cacat perkembangan.

Untuk mencegah hal tersebut sebaiknya tidak bekerja atau beristirahat setidaknya selama usia kehamilan mencapai minggu ketiga dan keempat.
(ver/ir)

Selasa, 20 Juli 2010

Waspadai 7 Penyakit yang Mewabah

Kamis, 04/03/2010 17:00 WIB

Waspadai 7 Penyakit yang Mewabah

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: Foxnews)
Jakarta, Zaman moderen seperti saat ini memang sudah banyak jenis antibiotik dan obat-obatan. Namun tak ada salahnya untuk tetap selalu waspada terhadap penyakit-penyakit yang bisa mewabah.

Seperti dilansir FoxNews, Kamis (4/3/2010), ada 7 penyakit yang membahayakan yang masih menjadi wabah dunia:

1. Demam Kuning

Demam kuning adalah penyakit virus mematikan yang ditularkan oleh nyamuk. Pemberian nama ini karena pasien yang terinfeksi bisa tampak kuning.

Belum ada obat untuk menyembuhkan demam kuning ini. Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan mengurangi gejala-gejala pasien, seperti demam, sakit perut, muntah, serta pendarahan dari mulut, hidung dan mata.

Ada 30.000 kematian akibat demam kuning setiap tahunnya, biasanya paling banyak di daerah tropis. Saat ini, vaksinasi adalah tindakan pencegahan paling penting terhadap demam kuning.

2. Tifus

Tifus masih lazim di negara-negara berkembang, sehingga para wisatawan asing harus divaksinasi terhadapnya. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri salmonella typhi yang dibawa ke aliran darah dan saluran pencernaan.

Gejala-gejala tifus seperti demam yang berkelanjutan, lemah, sakit perut, sakit kepala dan hilangnya nafsu makan. Pada beberapa kasus, terdapat ruam dan bintik-bintik merah pada pasein. Demam tifus biasanya diobati dengan antibiotik yang dapat menghilang infeksi selama 2-3 hari.

3. Flu Spanyol

Antara tahun 1918 dan 1919, flu Spanyol telah membunuh 20 hingga 40 juta orang. Ini benar-benar bencana global. Flu mematikan ini menyerang orang usia 20 sampai 40 tahun, dan menginfeksi 28 persen penduduk Amerika.

Gejala flu Spanyol lebih parah daripada flu musiman biasanya. Pasien akan menggigil dan mengalami kelelahan ekstrim, serta terdapat cairan di paru-parunya. Wajah pasien terlihat coklat dan ungu, dan kakinya akan menjadi hitam.

4. Cacar

Cacar muncul dari virus variola ribuan tahun yang lalu, dan World Health Organization (WHO) baru mengeluarkan sertifikat untuk pemberantasan penyakit ini pada tahun 1979, dan sukses melalui kampanye vaksinasi.

Namun penyakit cacar ini telah membunuh sekitar 60 juta orang di Eropa pada abad ke-18. Dan diperkirakan 300-500 juta kematian di seluruh dunia pada abad ke-20 diakibatkan oleh penyakit ini juga.

Efek jangka panjangnya adalah cacat pada kulit, infertilitas, dan kadang-kadang kebutaan. Gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, nyeri tubuh dan ruam.

5. Malaria

Malaria telah membunuh 2 juta orang per tahun dan menyebabkan 400 hingga 900 juta kasus deman setiap tahunnya. Parasit malaria ditularkan oleh nyamuk, dan mereka berkembang biak di sel darah merah.

Gejalanya seperti anemia, demam, mual, dan pada beberapa kasus ekstrim dapat menyebabkan koma hingga kematian. Malaria merupakan permasalahan terbesar di daerah tropik dan subtropik di dunia.

6. Kolera

Kolera menyebabkan delapan wabah sepanjang sejarah, dimulai pada tahun 1817. Penyakit ini berasal dari air kotor Sungai Gangga di India dan meledak selama festival di Calcutta. Penyakit ini berpindah ke bagian India lainnya, dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia melalui air yang terkontaminasi dan juga melalui kotoran korban. Wabah terbaru pada tahun 1947 menyerang 20.500 orang di Mesir.

7. Pes

Penyakit pes yang lebih dikenal dengan "Black Death", merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pesti, paling sering dibawa oleh hewan pengerat dan kutu.

Pada abad pertengahan, jutaan orang di seluruh Eropa meninggal karena wabah yang diakibatkan oleh kutu tikus yang banyak terdapat di rumah-rumah dan perkantoran.

Sekarang telah ada antibiotik yang efisien mengobati penyakit ini jika terdeteksi secara dini. Namun jika seseorang telah terinfeksi dan tidak segera diobati, cenderung menyebabkan kematian. Wabah pes ini terkadang masih terjadi pada masyarakat di pedesaan.(ir/ir)

Minggu, 11 Juli 2010

Suka Pilih-pilih Makanan Termasuk Penyakit

Minggu, 11/07/2010 10:32 WIB

Suka Pilih-pilih Makanan Termasuk Penyakit

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Ilustrasi (foto: getty images)
New York, Dampak langsung dari kebiasaan pilih-pilih makanan memang tidak seburuk gangguan pola makan yang lain. Namun jika dibiarkan, dalam jangka panjang gangguan ini bisa mengancam kesehatantulang dan jantung.

Dikutip dari Dailymail, Minggu (11/7/2010), seseorang yang mengalamiSelective Eating Disorder (SED) tidak mampu mengontrol pilihan makanan yang akan disantap. Misalnya hanya mau makan jenis makanan tertentu, atau makanan yang dimasak dengan cara tertentu.

Dibandingkan dengan gangguan pola makan yang lain seperti anorexia atau bulimia, SED memang kurang banyak mendapat perhatian. Selain dampak yang terlihat tidak terlalu banyak, banyak teori yang menyebut SED sebagai sebuah fase yang normal dalam pertumbuhan psikologis seorang anak.

Masalah baru muncul ketika gangguan ini dialami oleh orang dewasa, yang menerapkan batasan terlalu ketat terhadap pilihan makanannya. Menurut American Psychological Association (APA), dalam jangka panjang kebiasaan ini bisa memicu berbagai masalah terkait defisiensi atau kekurangan nutrisi.

Masalah jantung dan pembuluh darah adalah salah satunya. Apabila pilihan makanan lebih banyak mengandung garam dan kolesterol, maka seorang penderita SED akan berisiko mengalami hipertensi, serangan jantung maupun stroke.

Sedangkan jika cenderung memilih soda dan makanan manis, gigi akan menjadi mudah keropos. Demikian juga apabila tidak menyukai susu atau makanan lain yang mengandung kalsium, maka tulang akan mudah keropos.

Berbagai penelitian belum berhasil menyimpulkan dengan pasti bagaimana gangguan tersebut bisa terjadi, namun diduga terkait respon tertentu terhadap makanan yang memiliki tekstur dan bau tertentu. Spekulasi yang lain mengatakan, gangguan obsesif-kompulsif (tidak mampu mengontrol pikiran) turut berperan dalam SED.

Sebagai bentuk kepedulian, para psikolog di APA tengah mempertimbangkan untuk mensejajarkan SED dengan gangguan pola makan utama seperti anorexia dan bulimia. SED akan dimasukkkan dalam kategori gangguan pola makan yang 'tidak dinyatakan khusus'.

Jika disepakati, kategori baru tersebut akan dimunculkan oleh APA dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi yang akan datang.

(up/ir)

Rabu, 07 Juli 2010

Awas, Baju Baru Bisa Bikin Sakit

Awas, Baju Baru Bisa Bikin Sakit


getty_lemari

VIVAnews - Mungkin banyak di antara Anda yang terbiasa memakai baju baru tanpa mencucinya terlebih dahulu. Bahkan mungkin ada yang langsung melepas price tag dan memakainya di kamar pas, lantaran tak sabar bergaya dengan baju baru.

Mereka yang memiliki kebiasaan buruk semacam itu agaknya tak sadar dengan bahaya yang mengancam kesehatan tubuh. Mereka tak menyadari adanya beragam kuman dan bakteri yang menempel di baju baru.

Peneliti Departemen Microbiology and Immunology Universitas New York melakukan uji bakteri terhadap 14 potong baju karya desainer dan sejumlah produk fesyen yang dipajang di beberapa departemen store. Mulai dari atasan, celana, hingga pakaian dalam.

Hasilnya, mereka menemukan jejak partikel ragi, feses, bekas ludah, bakteri kulit, dan bakteri vagina melekat pada baju-baju tersebut. "Paling banyak ditemukan di daerah ketiak dan pangkal paha," kata Dr Phillip Tierno, yang memimpin penelitian itu, seperti dikutip dari Idiva.

Coba bayangkan ada berapa banyak orang yang mencoba pakaian itu sebelum Anda? Apalagi tidak semua dari mereka yang mencobanya menerapkan standar kebersihan seperti Anda. Kondisi pakaian yang terlalu lama dipajang atau disimpan juga menyuburkan pertumbuhan kuman dan bakteri yang melekat.

"Penelitian ini akan membuka mata kita dan membuat kita sadar bahwa pakaian baru menjadi sarang kuman dan bakteri yang bisa membuat kita sakit," kata pakar kesehatan kulit, Dr Apratim Goel.

Tak hanya pakaian, biasakan pula membersihkan berbagai produk baru seperti sepatu atau perhiasan sebelum mengenakannya. Jangan biarkan Anda sakit gara-gara tak sabar bergaya dengan barang baru. (pet)

http://id.news.yahoo.com/viva/20100707/tls-awas-baju-baru-bisa-bikin-sakit-34dae5e.html

Sabtu, 20 Maret 2010

20 Penyakit dan Makanan yang Harus Dipantang

Kamis, 11/03/2010 12:45 WIB

20 Penyakit dan Makanan yang Harus Dipantang

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: catcirc)
Jakarta, Makanan membuat manusia bertahan hidup. Namun makanan juga menjadi musuh jika seseorang menderita penyakit. Menghindari makanan yang dipantangkan adalah cara terbaik yang dapat dilakukan penderita berbagai macam penyakit.

Menjauh dari makanan yang dipantangkan adalah langkah pencegahan agar penyakit yang diderita tak sering-sering kambuh yang bisa menggangu aktifitas sehari-hari.

Berikut adalah jenis penyakit dan pantangannya, seperti dikutip darieHow dan BBCNews, healthandage, Kamis (11/3/2010).

1. Jantung
Hindari makanan yang berlemak, seperti daging, jeroan, minyak santan serta makanan yang mengandung banyak garam.

2. Hepatitis A
Hindari buah-buahan dan sayuran mentah, terutama yang tidak bisa dikupas. Hindari kerang mentah, tiram, remis, mayones, keju, krim, yogurt dan hindari makan ikan dari perairan yang berpotensi terkontaminasi.

3. Anemia
Kurangi konsumsi kafein dan alkohol karena bisa mengikat darah. Makan makanan yang kaya zat besi seperti apel, pisang, aprikot, plum, asparagus, labu, ubi rambat, brokoli dan sayuran berdaun hijau, daging merah, tahu dan biji-bijian.

4. Diabetes
Hindari konsumsi makanan yang mengandung gula, tepung dan tinggi karbohidat. Juga hindari buah-buahan seperti durian, air kelapa, pisang ambon.

5. Kanker
Hindari makanan yang banyak mengandung akrilamida, yang terdapat pada makanan yang dipanggang dan digoreng seperti kentang goreng, keripik, roti goreng, biskuit, kerupuk dan sarapan sereal.

6. Liver
Hindari makanan yang mengandung banyak protein seperti daging, susu, kacang-kacangan, dan produk kedelai. Juga hindari makanan yang mengandung banyak garam.

7. Asma
Hindari makanan yang menyebabkan produksi lendir berlebih seperti susu, keju dan produk susu lainnya, gula putih, tepung putih, roti putih dan coklat. Hindari juga makanan yang dapat menyebabkan reaksi alergi seperti telur, susu, gandum, ikan, kerang, kacang-kacangan, kedelai dan kacang tanah, serta makanan yang mengandung sulfida seperti acar, sayuran dan buah-buahan kering, dan udang.

8. Maag
Hindari konsumsi kafein, makanan pedas, makanan pedas seperti daging dan jeroan, minuman berkarbonasi, susu, jeruk, dan tomat.

9. Migrain
Hindari konsumsi rokok, minuman beralkohol, kopi, cokelat dan produk-produk cokelat, teh hitam dan hijau dan minuman ringan. Hindari juga makanan dengan bahan pengawet dan aditif seperti MSG ((monosodium glutamat), kaldu ekstrak, atau produk protein nabati terhidrolisis dengan label yang menyebutkan "rasa alami".

10. Wasir
Jangan makan makanan yang bersifat panas dan mengandung lemak (penyebab sembelit) seperti makanan pedas, daging, jeroan, dan juga junk food. Makanlah makanan yang mengandung banyak serat, seperti sayuran, roti gandum, buah, sereal, dan kacang-kacangan.

11. Sinusitis
Hindari makanan yang digoreng, tepung makanan, gula putih, tepung terigu, beras, pai, rempah-rempah yang kuat, daging dan produk daging.

12. Autis
Hindari makanan yang mengandung protein gluten seperti gandum, oat, barley, makanan kasein pada susu, pancake, pemanis buatan.

13. Rematik
Hindari makanan yang banyak mengandung lemak seperti daging dan produk daging, kerupuk jengkol, mentega, krim, sosis, daging ham, telur, dan semua produk susu.

14. Tifus
Hindari makanan berserat tinggi seperti gandum utuh dan biji-bijian. Juga hindari kacang mete mentah, kubis, paprika, lobak, bawang putih, bawang merah, rempah, acar, makanan yang digoreng, daging, semua jenis buah-buahan mentah kecuali pisang dan pepaya.

15. Malaria
Makanan yang harus dihindari adalah kopi, teh kental, makanan olahan, saus, bumbu masak, acar, gula, tepung putih, minuman beralkohol, dan semua produk daging.

16. Keputihan
Hindari makanan yang dapat merangsang lendir seperti nanas, ketimun, telur, dan udang.

17. Osteoporosis
Hindari makanan berlemak seperti daging, susu, santan, margarin, hotdog, hamburger, kopi dan minuman berkafein, coklat, dan minuman berkarbonasi.

18. Epilepsi
Hindari makanan yang mengandung glutamin (asam amino yang dapat menyebabkan serangan epilepsi) seperti biji-bijian, gandum, oat, susu yang kadar glutamin tinggi, kacang-kacangan, kedelai, dan produk daging terutama daging kelinci.

19. Demam Berdarah
Hindari makanan cepat saji (junk food), makanan berlemak seperti daging, santan, susu tinggi lemak. Perbanyak konsumsi buah dan air putih.

20. Prostat
Hindari minuman berkafein seperti kopi, makanan pedas, makanan lemak terutama daging merah, dan juga alkohol.
(mer/ir)

Minggu, 25 Oktober 2009

Pertanda Penyakit Kronis

Jumat, 23/10/2009 13:10 WIB

Pertanda Penyakit Kronis yang Tidak Boleh Dianggap Sepele

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Webmd)
Jakarta, Banyak penyakit yang berawal dari ketidaktahuan mengenai gejalanya. Ketika sudah masuk stadium lanjut, penyakit itu pun baru terdeteksi. Beruntung jika masih tertolong dan dapat diobati. Untuk itu kenali sejak dini penyakit lewat tanda-tanda kecil yang sering dianggap sepele.

Dikutip dari Health, Jumat (23/10/2009), ada 4 gejala yang kelihatannya sepele tapi bisa memicu penyakit kronis.

1. Pusing dan nafas pendek

Gejala ini adalah pertanda ada sesuatu yang menghambat paru-paru. Gejala ini dikenal dengan Pulmonary Embolism (PE). Terhambatnya oksigen yang masuk ke dalam tubuh oleh zat asing seperti racun dalam rokok atau polusi menyebabkan aliran oksigen dalam darah berkurang.

Akibatnya paru-paru perlu bekerja ekstra keras untuk mendapatkan oksigen. Meskipun terlihat sepele, tapi kondisi ini ternyata telah membawa 60.000 orang di Amerika pada kematian. Orang gemuk berisiko lebih besar terkena PE. Jadi, hati-hati jika sudah ada gejala itu.

2. Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh
Waspada dengan gejala satu ini, karena bisa jadi itu pertanda serangan jantung. Perempuan dilaporkan lebih banyak mengalami gejala ini. Selain sakit tenggorokan, perasaan mual dan berkeringat pun biasa terjadi sebelum serangan jantung.

Sementara itu, gejala umum serangan jantung seperti nyeri dada dan lengan lebih banyak dialami pria. Berdasarkan American Heart Association, tiap tahunnya penyakit jantung membunuh 16.000 wanita Amerika di bawah 55 tahun sedangkan 40.000 lainnya harus masuk rumah sakit.

3. Vagina berdarah
Jika area kewanitaan Anda berdarah di luar masa menstruasi seharusnya, berarti ada masalah pada vagina. Menurut William Fuller, MD dari Department of Obstetrics and Gynecology Presbyterian/St. Lukes Medical Center, Denver, kemungkinannya bisa jadi posisi kandungan (jika sedang hamil) yang tidak benar, inflamasi (peradangan) leher rahim, bahkan kanker rahim. Sebaiknya periksakan ke dokter segera jika timbul bercak darah di celana dalam.

4. Gangguan perut

Ketika Anda sering mengalami diare, kejang-kejang atau dubur berdarah, jangan tunggu sampai sembuh dengan sendirinya. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda penyakit Bowel Disease (penyakit perut). Jika sudah kronis, bisa menimbulkan kanker usus besar. Jika terus didiamkan, bisa jadi muncul kanker ovarium, yang awalnya ditandai dengan masalah pencernaan seperti susah mencerna, perut kembung atau konstipasi.

Selasa, 15 September 2009

Penyakit-penyakit Polusi

Kamis, 10/09/2009 16:43 WIB

Penyakit-penyakit Polusi yang Menghantui Warga Jakarta

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto: detikcom)
Jakarta, Polusi udara yang parah membuat warga DKI Jakarta dihantui banyak penyakit. Mulai dari sekedar pusing-pusing karena menghirup karbonmonoksida (CO) hingga masalah penurunan libido.

Prof Dr Umar Fahmi A, MPH, Phd mengatakan saat ini penyakit yang paling banyak diderita adalah infeksi saluran pernafasan. Karena tingkat pencemaran polusi yang dihasilkan gas karbonmonoksida pada kendaraan.

"Kita tinggal di kota yanag penuh karbonmonoksida. Kita hidup di tengah-tengah racun," kata Umar dalam acara diskusi 'Polusi Jakarta Ancaman Serius Terhadap Kesehatan' di Menara Cakrawala Lt.19 JAC Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2009).

Salah satu partikel yang juga berbahaya adalah senyawa nitrogen yang bisa melemahkan kemampuan rambut getar yang ada dalam tenggorakan dan mengakibtakan infeksi pernafasan. Zat radikal bebas tersebut juga bisa mempercepat proses penunaan dini.

"Contohnya seorang polisi yang kerja seharian di jalanan dibandingkan dengan orang yang usianya sama pasti wajah pak polisi terlihat lebih tua, karena lebih banyak terpapar polusi. Jadi sebaiknya polisi ditambahkan tunjangan suplemen untuk menambah daya tahan tubuhnya," tutur Umar.

Polusi udara juga bisa berdampak pada hormon seksual seseorang. Sebagai contoh petani yang terkena paparan pestisida umumnya memiliki libidonya yang menurun. Hal itu dikarenakan paparan pestisida yang masuk dalam tubuh yang mengganggu kelenjar endoktrin.

Selain pestisida, bahan sintetis seperti plastik juga bisa menyebabkan gangguan hormon. Paparan akibat polusi zat-zat itu akan mempengaruhi pertumbuhan sel, cacat lahir hingga kanker prostat.

Pengaruh pencemaran juga bisa berdampak ke gigi. Radikal bebas seperti timbal yang berasal dari asap kendaraan bisa menyebabkan karies gigi. Gigi akan menyerap timbal dari luar karena memiliki valensi yang sama dengan kalsium yakni zat yang menyusun gigi.

"Semakin sedikit kalsium di gigi semakin banyak timbal yang masuk dan ini yang menyebabkan karies," kata Umar. Secara garis besar penyakit-penyakit yang muncul karena pencemaran udara di Jakarta adalah iritasi, pusing-pusing, gatal, penurunan libido, gampang emosi, penyakit daya tahan tubuh seperti gampang terkena infeksi, karies gigi, bayi lahir prematur, dan berat bayi lahir rendah.

Sementara ancaman dari polusi air tanah yang mengandung bakteri e-coli bisa memicu diare dan penyakit pencernaan lain.