Rabu, 19 Mei 2010

Makan Ini Agar Panjang Umur

Makan Ini Agar Panjang Umur
Berikut tujuh makanan yang bisa membuat Anda berumur panjang dalam keadaan sehat.
RABU, 19 MEI 2010, 18:03 WIB
Petti Lubis, Mutia Nugraheni
Diet (getty image)

VIVAnews - Umur panjang adalah sesuatu yang diinginkan banyak orang. Untuk bisa berumur panjang tentunya Anda harus memiliki gaya hidup yang sehat. Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat kaya nutrisi seperti serat, likopen, vitamin A, asam lemak omega 3, vitamin C, antioksidan dan kalsium.

Berikut makanan yang bisa membuat Anda berumur panjang dalam keadaan sehat.

- Brokoli

Kandungan vitamin C pada brokoli sangat tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain. Brokoli juga kaya serat dan kalsium. Cara terbaik mengolah brokoli adalah dengan mengukusnya atau hanya direbus sebentar lalu dimakan. Menambahkan sedikit keju, bisa menjadi cara untuk membuat rasa brokoli menjadi lebih enak. Zat dalam brokoli bersifat antikanker, mencegah katarak dan penyakit jantung.

- Minyak ikan

Minyak ikan merupakan sumber utama asam lemak omega 3. Anda juga mendapatkannya dengan mengonsumsi ikan, makarel, tuna atau salmon. Asam lemak omega 3 bisa mencegah penyakit stroke dan menstabilkan kolesterol dalam darah.

- Gandum
Gandum memang makanan sederhana, tetap efeknya pada kesehatan lauar biasa. Kandungan serat dan kalsium pada gandum sangat tinggi, serta terbukti dapat menurunkan kolesterol jahat dalam darah. Gandum juga mengandung protein yang sangat penting bagi orang yang sudah berumur.

- Tomat
Tomat mengandung likopen yang sangat tinggi dan bersifat antioksidan yaitu menangkal zat radikal bebas. Anda bisa mengonsumsinya mentah atau direbus terlebih dahulu. Tomat memiliki zat anti kanker, termasuk kanker yang menyerang pria, kanker prostat.

- Daun salada
Daun salada mengandung berbagai vitamin yaitu, vitamin A, C dan K. Kandungan folatnya juga tinggi, sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil untuk perkembangan otak bayi.

- Cranberry
Cranberry mengandung vitamin C dan antioksidan quercetin yang cukup tinggi. Cranberry bisa mencegah infeksi saluran kemih, kanker, serta menghambat pertumbuhan bakteri jahat.

- Chamomile
Bunga chamomile biasanya diolah menjadi campuran teh. Rasanya yang segar, bisa menjadi pengusir stres. Jadi, saat stres minumlah teh chamomile. Ingatlah stres berkepanjangan bisa menimbulkan penyakit serius dan memperpendek umur Anda. (umi)

• VIVAnews

Beragam Cara supaya Tak Lekas Pikun

Beragam Cara supaya Tak Lekas Pikun




Beragam Cara supaya Tak Lekas Pikun

JAKARTA, KOMPAS.com — Demensia umumnya dialami orang yang sudah berusia lanjut (lansia). Pemicunya adalah penurunan kemampuan fungsi otak sehingga melemahkan daya ingat. Maka dari itu, banyak lansia yang cenderung sering lupa, seperti lupa makan, lupa minum obat, lupa nama kerabat, atau bahkan lupa menyebut namanya sendiri.

Meski penyakit ini identik dengan faktor usia, masih ada cara pencegahannya. Namun, itu hanya bertujuan mengurangi laju kemunduran daya ingat. "Jadi, bukan berarti bisa menghilangkan datangnya demensia," kata Mulyadi Tedjapranata, Direktur Medizone Clinic, Jakarta.

Banyak cara meningkatkan daya ingatan di kalangan lansia. Salah satunya dengan menjalankan gaya hidup sehat sejak dini. Gaya hidup sehat ini meliputi kebiasaan tidur, makan, dan pengendalian berat badan.

Dalam hal makanan, sebagai contoh, jangan mengonsumsi lemak berlebihan. Konsumsi lemak berlebihan bisa menyebabkan gangguan sistem peredaran darah atau kardiovaskular yang berpotensi menimbulkan demensia.

Aktif bersosialisasi dengan lingkungan sekitar juga bisa mengurangi risiko kehilangan daya ingat. "Saat bersosialisasi kita tidak hanya mengingat yang pernah terjadi, tapi juga ada hal-hal baru yang dipelajari. Jadi, memberi penyegaran bagi otak," kata Rocsky Situmeang, dokter spesialis saraf di Siloam Hospital Karawaci.

Cara lain yang efektif meningkatkan daya ingat adalah rajin mengasah otak. Makin dilatih, otak kita pasti makin tajam. Melatih otak bisa dilakukan dengan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan aspek kognitif, seperti membaca buku, mendengarkan musik, hingga menonton film.

"Bisa juga lewat permainan mengasah otak, seperti teka-teki silang," ucap Rocksy.

Meditasi juga cara yang ampuh buat meningkatkan daya ingat. Meditasi dipercaya dapat meningkatkan dehidroepiandrosteron. Ini adalah hormon yang penting untuk mengoptimalkan fungsi otak manusia. "Dengan meditasi pikiran menjadi lebih fokus, rileks, dan mudah mengingat," kata Rocksy. (Adi Wikanto)

http://id.news.yahoo.com/kmps/20100519/tls-beragam-cara-supaya-tak-lekas-pikun-8d16233.html

Bahaya Bagi si Malas Mandi

Rabu, 19/05/2010 07:50 WIB

Bahaya Bagi si Malas Mandi

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: seniorark)
Jakarta, Berapa kali Anda mandi dalam sehari? Atau karena alasan buru-buru, udara dingin, mandi menjadi terasa membebankan. Sebaiknya hilangkan kebiasaan malas mandi karena ada banyak dampak buruk selain bau badan.

Mandi merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk membersihkan kotoran yang melekat di tubuh. Hal yang terlintas di pikiran seseorang adalah badan yang kotor, bau dan dijauhkan dari lingkungan sosial seperti anggota keluarga atau teman-temannya.

Tapi ada keprihatinan yang lebih serius mengenai hal ini yaitu berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Rabu (19/5/2010) orang yang tidak mandi kemungkinan akan merasa gatal dan banyak kotoran yang melekat di tubuh, hal ini tentu saja meningkatkan risiko seseorang terkena infeksi.

Banyak orang tidak menyadari, tubuh manusia rata-rata ditutupi oleh sekitar 2 meter kulit yang mengandung 2,6 juta kelenjar keringat yang selalu berkeringat. Selain kelenjar keringat, kulit juga ditumbuhi oleh ribuan rambut-rambut kecil dan halus.

Terdapat dua jenis kelenjar keringat yang ada di seluruh tubuh yaitu eccrine dan apocrine. Keringat yang keluar dari apocrine mengandung protein dan asam lemak yang membuat sesuatu menjadi menebal dan berwarna susu kekuning-kuningan. Kondisi ini juga yang menyebabkan noda di ketiak berwarna kuning. Sehingga jika seseorang tidak mandi, maka lapisan kotoran akan semakin menebal dan membuat kotoran sulit keluar dari tubuh.

Selain itu, orang yang tidak mandi beberapa hari akan menimbulkan bau yang disebabkan oleh bercampurnya antara bakteri dan rambut di kulit dengan hasil metabolisme berupa protein dan asam lemak. Akibat rambut yang melekat lengket oleh keringat akan membuat tubuh lebih kotor daripada biasanya.

Kuman dan mikroorganisme lain yang berada di kulit akan sangat mudah berkembang biak dengan kondisi tubuh yang lembab. Hal ini bisa menjadi ancaman utama jika kuman tersebut tetap menempel di permukaan kulit, sehingga memudahkan seseorang menderita gatal-gatal atau kurap.

Namun jika kondisi ini lebih parah daripada sekedar gatal-gatal seperti adanya mikroorganisme staphylococcus, maka bisa berakibat fatal terutama jika mikroorganisme ini mencapai aliran darah. Meskipun hal ini sangat jarang terjadi.

Karenanya mandi merupakan salah satu kegiatan yang berguna untuk menjaga kebersihan seseorang. Selain itu ada juga beberapa manfaat kesehatan dari kegiatan mandi ini, yaitu:

Mandi memberikan bantuan energi bagi tubuh.
Air gelombang yang jatuh ke kulit bisa mengeluarkan ion negatif dari tubuh dan menggantinya dengan ion positif yang lebih bermanfaat bagi tubuh.

Mandi bisa berguna sebagai detoksifikasi tubuh.
Tubuh manusia mengandung banyak racun yang berasal dari pestisida makanan atau air yang dikonsumsi. Racun ini tidak akan bisa keluar dari tubuh jika pori-pori kulit tersumbat lemak, minyak atau bahan kimia lain. Dengan mandi, maka senyawa yang menutupi pori-pori kulit akan hilang dan racun ditubuh bisa keluar melalui keringat.

Mandi bisa membuat tubuh menjadi lebih rileks
Pantulan air yang jatuh ke kulit bisa menimbulkan sensasi rileksasi, kondisi ini efektif untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental. Selain itu sebagai langkah yang efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan.

(ver/ir)

Lindungi Kulit dari Gigitan Nyamuk

Lindungi Kulit dari Gigitan Nyamuk


Nyamuk DBD

VIVAnews - Jangan biarkan kulit memerah atau muncul bentol akibat terkena gigitan nyamuk atau serangga lain. Untuk melindungi kulit dari gigitan serangga, tak perlu menggunakan obat mahal. Anda bisa menyiasatinya dengan bahan alami, seperti dikutip dari shineyahoo.com:

Lidah buaya (aloe vera)

Gel dari daging lidah buaya adalah sebuah keajaiban topikal. Mengoleskannya pada kulit setelah diserang oleh gigitan nyamuk bisa membuat kulit terasa dingin, melembabkan dan membantu mempercepat penyembuhan. Selain gigitan nyamuk, lidah buaya juga ampuh untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Dengan olesan lidah buaya, kulit yang terpapar matahari tidak akan terbakar, justru akan lebih lembab.

Minyak serai wangi

Tidak mau diganggu dengan gigitan nyamuk, cobalah membakar batang serai dengan lilin dalam ruangan yang penuh nyamuk. Cara ini bisa menghalau nyamuk. Atau, Anda bisa membeli minyak serai wangi di toko-toko ramuan herbal untuk olesan agar kulit Anda terlindungi dari serangan nyamuk.

Baking soda

Bukan rahasia lagi bahwa baking soda adalah salah satu ramuan serbaguna. Selain membersihkan dan menyerap bau, baking soda juga berguna untuk meredakan sakit akibat gigitan nyamuk atau sengatan lebah. Caranya, bersihkan luka, lalu oleskan air dan pasta baking soda ke daerah yang terkena gigitan. Hasinya, rasa nyeri akan perlahan mereda, dan luka akan lebih cepat sembuh. (umi)

http://id.news.yahoo.com/viva/20100518/tls-lindungi-kulit-dari-gigitan-nyamuk-34dae5e.html

Minggu, 16 Mei 2010

Susu Kedelai versus Susu Sapi, Mana Lebih Baik?

Jumat, 14/05/2010 16:30 WIB

Susu Kedelai versus Susu Sapi, Mana Lebih Baik?

Merry Wahyuningsih - detikHealth


img
Ilustrasi (Foto: abcnews)
Jakarta, Banyak orang yang beralih ke susu kedelai karena alergi terhadap laktosa, yang merupakan karbohidrat utama dalam susu sapi. Apa saja keunggulan dan kelemahan masing-masing susu ini?

Laktosa, karbohidrat utama dalam susu sapi, akan menyebabkan masalah pencernaan bagi beberapa orang. Orang-orang yang intoleran (tidak toleran) terhadap laktosa disebabkan karena kekurangan enzim laktosa, yang diperlukan untuk memecah laktosa.

Hal ini membuat orang yang intoleran menghasilkan gas, kembung dan diare setelah mengonsumsi beberapa bentuk produk susu sapi.

Susu kedelai adalah pengganti bagi orang-orang yang alergi terhadap susu sapi. Secara teknis, susu kedelai bukanlah susu seperti pada susu sapi, melainkan minuman yang terbuat dari sari kacang kedelai. Susu kedelai juga populer di kalangan vegetarian, karena bahan dasarnya yang berasal dari tumbuhan.

Saat ini, lebih banyak orang yang sengaja memilih susu kedelai ketimbang susu sapi karena manfaat kesehatan yang ditawarkannya. Tapi manfaat kedelai sampai saat ini masih menjadi perdebatan, meskipun diterima secara umum bahwa susu kedelai mengandung sejumlah besar senyawa yang sangat sehat.

Perdebatan susu kedelai dan susu sapi

Perbedaan utama antara susu kedelai dan susu sapi adalah sumbernya, yaitu tumbuhan dan hewan.

Seperti dilansir dari SteadyHealth, Jumat (14/5/2010), satu cangkir susu kedelai yang tidak difortifikasi (masih murni, belum mengalami pengayaan) mengandung hampir 7 gram protein, 4 gram karbohidrat, 4,5 gram lemak dan tidak mengandung kolesterol.

Meskipun susu kedelai mengandung vitamin B, tapi susu ini bukan merupakan sumber B12 dan tidak memberikan asupan kalsium yang signifikan.

Sejak susu kedelai dijadikan pengganti susu sapi, produsen telah menawarkan versi susu kedelai yang sudah diperkaya, yaitu dengan kalsium, vitamin E, B12, vitamin D dan nutrisi lainnya.

Sedangkan susu sapi menyediakan karbohidrat, vitamin, mineral, dan lemak. Semua susu sapi mengandung 8 gram protein dan 12 gram karbohidrat per cangkir. Ini juga merupakan sumber yang kaya nutrisi lainnya.

Satu cangkir susu sapi memberikan 30 persen dari kebutuhan kalsium sehari-hari orang dewasa, dan sekitar 50 persen vitamin B12 dan riboflavin. Seringkali diperkaya dengan vitamin D untuk memfasilitasi penyerapan kalsium, dan juga vitamin A. Sehingga susu sapi dianggap sebagai makanan yang lengkap.

Keunggulan susu sapi perah

Susu sapi mengalami proses pasteurisasi, yaitu proses yang mana susu dipanaskan, membunuh bakteri, enzim dan protein yang tak menguntungkan.

Susu sapi kaya dengan enzim dan benar-benar berisi 22 asam amino esensial, termasuk fosfat, yang penting untuk penyerapan kalsium.

Susu sapi mentah atau perahan memiliki banyak manfaat kesehatan dan merupakan sumber kalsium terbaik.

Susu ini merupakan sumber vitamin, khususnya vitamin B12, yang merupakan vitamin penting yang sulit ditemukan dari sumber-sumber non-daging. Dan juga berisi enzim IgG (Immunoglobulin), vitamin A, B, dan C.

Penelitian juga menunjukkan bahwa susu sapi perah juga mengandung enzim dan antibodi yang benar-benar membuat susu kurang rentan terhadap bakteri. Lipase juga hadir yang membantu pencernaan lemak.

Manfaat besar lainnya adalah bahwa susu sapi mengandung CLA (conjugated linoleic acid) atau asam linoleat terkonjugasi, yang telah diamati untuk melawan kanker.

Keunggulan susu kedelai

Manfaat kesehatan dari susu kedelai memang tak terbantahkan. Namun demikian, banyak orang yang peduli tentang perbandingan susu kedelai diukur dengan susu sapi.

Susu kedelai yang tinggi protein, dan karena terbuat dari kacang juga mengandung serat yang jauh lebih tinggi dari susu sapi.

Manfaat terbesar dari susu kedelai adalah isoflavon. Ini adalah bahan kimia mirip yang dengan hormon estrogen. Isoflavon terhubung ke masalah kesehatan dan bertanggung jawab untuk mencegah banyak kanker, penyakit jantung, osteoporosis dan banyak penyakit lainnya.

Susu kedelai tidak bebas lemak. Susu kedelai memiliki 2 persen lemak lebih sedikit dari susu sapi, tapi tidak mengandung kolesterol jahat.

Karena susu kedelai terbuat dari kacang, susu ini berisi sekitar 9 kali lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan susu sapi. Selain itu, susu kedelai memiliki 10 kali lebih banyak asam lemak ketimbang susu sapi, yang merupakan lemak sehat.

Susu kedelai bebas kolesterol. Selain itu, suu kedelai dapat mengurangi kolesterol jahat LDL, sedangkan susu sapi meningkatkan kadar kolesterol LDL. Susu kedelai juga menyediakan perlindungan tambahan untuk hati dengan phytochemical, yang berlimpah dalam susu kedelai.

Susu kedelai mengandung empat kali lebih banyak jumlah thiamin (vitamin B1) dan hampir dua kali jumlah niasin (vitamin B3) dibandingkan dengan susu sapi. Susu kedelai juga berisi lebih banyak magnesium, tembaga dan mangan dari susu sapi.

Susu kedelai juga mengandung 42 kali jumlah mangan seperti halnya susu sapi. Mangan diperlukan untuk pembentukan tulang. Orang dengan anemia memerlukan mangan untuk penyimpanan besi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pria yang minum dua gelas susu kedelai setiap hari 70 persen lebih rendah terserang kanker prostat. Tidak ada temuan yang sama tentang orang yang minum susu sapi.

Kelemahan susu kedelai

Kelemahan utama dari susu kedelai adalah kurangnya kandungan kalsium, yang hanya sekitar seperempat dari kalsium yang dikandung susu sapi. Banyak produsen susu kedelai menambahkan kalsium untuk produknya, tetapi studi menunjukkan bahwa hal itu tidak sesehat kalsium alami.

Adapun inti sembilan asam amino pada protein yang diperlukan untuk mempertahankan hidup, susu sapi dan susu kedelai mengandung jumlah hampir identik.

Susu sapi memiliki seperlima gram asam amino lebih penting ketimbang susu kedelai. Karena salah satu dari sembilan asam amino esensial adalah metionin, hal ini dapat menjadi kemenangan untuk pecinta susu sapi. Susu sapi mengandung dua kali lebih banyak metionin ketimbang susu kedelai.

Susu kedelai mengandung riboflavin sekitar 60 persen lebih sedikit dari susu sapi. Riboflavin merupakan vitamin penting, tetapi juga banyak ditemukan dalam biji-bijian, ragi gizi, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan gandum. Oleh karena itu, susu sapi bukan sumber yang diperlukan untuk riboflavin bagi orang yang makan diet seimbang.

Wanita yang menderita kanker payudara mungkin harus membatasi asupan protein kedelai, karena beberapa studi telah menunjuk kemungkinan bahaya mengkonsumsi kedelai kelebihan.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction, menemukan bahwa sperma 41 juta lebih sedikit per mililiter air mani setelah makan hanya satu porsi makanan yang mengandung kedelai setiap dua hari.

Tapi perlu diingat, kedua jenis susu ini tidak diberikan untuk bayi di bawah usia satu tahun. ASI adalah makanan dan minuman bagi bayi, karena semua sumber nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang sudah terkandung dalam ASI.

(mer/ir)

Proses Penuaan Bisa Ditunda 20 Tahun

Sabtu, 15/05/2010 15:45 WIB

Proses Penuaan Bisa Ditunda 20 Tahun

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
ilustrasi (Foto: articlelounge)
Jakarta, Proses anti-aging(anti penuaan) tidak melulu soal kulit yang tidak mudah keriput. Pengobatan anti penuaan saat ini adalah bagaimana membuat hidup lebih baik sehingga peluang hidup seseorang bisa makin panjang. Karena proses penuaan tubuh sebenarnya bisa ditunda 10-20 tahun.

Penundaan proses penuaan ini bisa terjadi jika pengobatan yang dilakukan benar dan ada buktinya. Tapi sayangnya untuk di Indonesia banyak orang mempercayai segala hal yang berhubungan dengan mistis.

Akibatnya, dibandingkan dengan negara lain berdasarkan penelitian tahun 2007 diketahui bahwa angka harapan hidup Indonesia termasuk rendah yaitu hanya 66,7 tahun. Sedangkan Malaysia sebesar 70 tahun, Jepang 80 tahun dan Amerika Serikat sebesar 90 tahun.

"Masyarakat percaya bahwa kelahiran dan kematian sudah digariskan oleh Tuhan, sehingga banyak orang yang menjadi pasrah dan tidak berusaha untuk memperbaiki hidupnya. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi perilakunya," ungkap Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, yang juga menjadi Ketua Program Magister kekhususan Anti-Aging Medicine.

Hal itu diungkapkannya dalam acara simposium nasional PERKAPI (Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia dengan tema Pencegahan dan Penanggulangan Penuaan Dini di Hotel JW Marriot, Jakarta, Sabtu (15/5/2010).

Penuaan adalah suatu proses yang terjadi pada seseorang yang muda menjadi lebih tua. Dalam teorinya proses penuaan terbagi menjadi dua yaitu penuaan akibat kecelakaan (accidental) dan penuaan karena sesuatu yang memang sudah terprogram.

"Hingga saat ini penuaan masih menjadi misteri dan para ahli sedang mencari tahu teori mana yang paling benar," ujar Prof Dr Jahja Kisjanto, PhD, SpPD-KKV.

Prof Jahja menuturkan proses penuaan ini sebenarnya dapat diundur atau ditunggu 10-20 tahun lagi. Meski demikian sebenarnya sejak tahun 1993 sudah dikenal obat anti penuaan (anti aging).

"Pengobatan ini harus dilakukan dengan benar dan ada dasar buktinya (evidence base), sehingga seseorang yang menggunakannya tidak menderita atau merasa kekurangan sesuatu. Tapi justru membuatnya menjadi lebih bugar dan juga meningkatkan usia (lifespan) seseorang," ujar Prof Jahja yang juga ketua PERKAPI.

Pengobatan anti penuaan harus didasarkan pada teori keilmuwan dan juga teknologi medis yang berguna untuk deteksi dini, karena seseorang sebaiknya tidak menunggu hingga menjadi sakit baru diobati.

Terapi ini juga dilakukan untuk pencegahan, pengobatan dan tentu saja segala perubahan yang berhubungan dengan penuaan dan penyakit sehingga bisa memperpanjang usia seseorang dan hidup dengan sehat.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, masyarakat sebaiknya harus lebih teliti dalam memilih pengobatan untuk anti penuaan. Karena tidak semua orang yang mengaku ahli dalam hal anti aging benar-benar memiliki pendidikan atau backgroud anti aging. Ada beberapa orang yang baru mengikuti seminar atau workshop sudah mengaku sebagai spesialis anti aging.

"Jadi sebaiknya masyarakat mencari terlebih dahulu apa latar belakang dari orang tersebut, jangan hanya percaya dengan website atau internet karena semua orang bisa bikin blog. Dan juga jangan menyerap seutuhnya iklan-iklan yang beredar," tutur Prof Dr dr Wimpie.

Semua orang pasti ingin tetap muda dan memiliki harapan hidup yang panjang, sehingga isu mengenai anti penuaan ini akan meningkat dengan cepat.

Tapi sebaiknya masyarakat lebih teliti dalam memilih dan pastikan bahwa pengobatan yang digunakan sudah berdasarkan evidence base dan bukan menggunakan metode yang belum teruji.

(ver/ir)

Sabtu, 15 Mei 2010

Best and Worst Frozen Foods

Best and Worst Frozen Foods

Best and worst frozen foods (Getty Images)
Joy Bauer
By Joy Bauer, M.S., R.D., C.D.N. - Posted on Tue, May 11, 2010, 5:17 pm PDT

The frozen foods aisle houses a lot of convenient and nutritious time-savers like frozen veggies and healthy frozen meals—but it also gives refuge to some of the saltiest, most fattening foods in the grocery store. Here's my list of foods to snag and foods to skip in the freezer case.

1) Frozen Entrée

WORST: Marie Callender's Creamy Parmesan Chicken Pot Pie
Marie Callender's pot pies are "prepared with loved"...as well as a whole lot of salt, fat, and refined starch. They start with a "golden, flaky crust" made from white flour, butter fat, and partially hydrogenated shortening, then fill it with chicken and vegetables coated in a sauce made from half and half and full-fat cheeses. One chicken pot pie (that's two servings according to the nutrition label) doles out 1100 calories, 18 grams saturated fat (nearly a full day's allowance), and 1440 mg sodium. Don't make any room in your cart for these!

BEST: Lightlife Zesty Mexican Entrée
Unlike many frozen dinners, Lightlife meals have ingredient lists that are short and sweet, just how I like it. Their fresh, flavorful Zesty Mexican entrĂ©e features pinto and black beans, whole grain brown rice, fire-roasted peppers, and corn in a zesty tomato sauce, and delivers not one, not two, but THREE servings of vegetables, along with 12 grams of fiber. The entire meal has just 330 calories and 300 mg sodium—pretty impressive stats for a convenience food! Lightlife frozen meals are currently available only in the Mid-Atlantic states, but the company plans to eventually expand distribution nationwide. If you live outside this region, I recommend trying one of Kashi's frozen entrees, which are just as clean and healthy.


2) Frozen Chicken Product

WORST: Tyson Any'tizers Buffalo Style Hot Wings
Chicken wings may be white meat, but they have a high ratio of skin to meat, which means they're loaded with artery-clogging saturated fat. These wings go from bad to worse when they're doused in a greasy, salty buffalo sauce. All in all, one measly portion of three chicken wings (who eats just three wings?) delivers 230 calories, 4 grams saturated fat, and 580 mg sodium.

BEST: Bell & Evans Breaded Chicken Breast Nuggets
These nuggets are made from whole chunks of skinless, antibiotic-free white breast meat—not pressed meat with added fillers, like many brands of frozen nuggets. Plus, they're lower in saturated fat and salt than most of their competitors. Home-cooked meals are always best, but it's smart to keep a few fall-back dinner options like frozen nuggets in the freezer for hectic nights when you're pressed for time.


3) Frozen Vegetable

WORST: Birds Eye Green Beans & Spaetzle in Bavarian Style Sauce
Even something as healthy and wholesome as green beans can take a turn for the worse...just add refined white starchy noodles and drench everything in a rich, buttery sauce loaded with unhealthy fat. One serving of this side dish doles out 3.5 grams of saturated fat and nearly 400 mg sodium. No thanks, Birds Eye—I'll stick with your plain, undoctored frozen green beans!

BEST: Frozen Butternut Squash
Any plain frozen vegetable without added salt, sugar, or sauce is a winner in my book, but my favorite du jour is frozen peeled and diced butternut squash, like the kind from Stahlbush Island Farms. Fresh butternut squash is one of those veggies that gets skipped over in the produce section because it's a bit high-maintenance when it comes to prep. But if you buy it frozen, already peeled and cut, it's incredibly easy to add to soups, chilis, or pasta dishes. And it's brimming with good nutrition—a one-cup serving provides 80% of your daily needs for vitamin A (as beta carotene), as well as 30% of your vitamin C quota.


4) Waffles

WORST: Eggo Cinnamon Toast Waffles
Breakfast is the most important meal of the day, so why start off on the wrong foot with a stack of sugary, refined white bread? A serving of Eggo Cinnamon Toast waffles delivers 300 calories and 3 grams of saturated fat, plus almost 500 mg of sodium and more than 4 teaspoons of added sugar—and that's before you factor in the butter and syrup that typically goes on top. Talk about empty calories!

BEST: De Wafelbakkers A+ Cinnamon Sweet Potato Waffles
These waffles are a terrific find! They're made with 100% whole grain flours mixed with real sweet potato and are so moist and delicious on their own that you don't even need to add sugary syrup or toppings. One serving (3 good-sized waffles) is only 190 calories, 0.5 gram saturated fat, and 135 mg sodium, and you get 3 grams of filling fiber to boot!


5) Ice Cream

WORST (It's a tie!): Ben & Jerry's Peanut Butter Cup & Haagen-Dazs Chocolate Peanut Butter
It seems these two premium ice cream manufacturers are in a cutthroat competition to out-do one another for the title of richest, most over-the-top ice cream. A 1/2-cup scoop of Ben & Jerry's Peanut Butter Cup ice cream will cost you 340 calories, 12 grams saturated fat (half your allotment for the day!), 24 grams of sugar, and comes packaged with hydrogenated oils. The same portion of Haagen-Dazs' Chocolate Peanut Butter ice cream contains 360 calories, 11 grams saturated fat, and 24 grams of sugar. And, if you have a couple of scoops, you'll need to double or triple the calories and fat. That's some scary math!

BEST: Edy's/Dreyer's Slow Churned Light Vanilla
Now here's a cool, creamy treat I can get behind. A ½-cup portion has just 100 calories—less than a third of the calories in one scoop of the flavors mentioned above. It's made with a combination of whole and fat-free milk, which drives down the saturated fat to just 2 grams per serving. If you think you have to sacrifice taste and texture to save on calories, think again. Edy's has fully mastered the churning process to produce a fluffy, rich light ice cream that fools even the savviest of taste buds.

For more tips on healthy eating, follow Joy Bauer on Facebook and Twitter.

http://health.yahoo.com/experts/joybauernutrition/30018/best-and-worst-frozen-foods/

Do Germ-Zapping Gadgets Really Work?

Do Germ-Zapping Gadgets Really Work?

Woman's Day

(L-R) Humidifier (Vicks); Vacuum cleaner (Oreck); Toothbrush sanitizer (VIOlight)

Learn the truth about products that boast bacteria-killing properties

You already wash your hands frequently (and take drastic measures to avoid that coughing coworker across the hall), but should you spend your hard-earned money on one of the many new products that promise to limit your exposure to harmful germs? We rounded up the most popular and interesting germ-fighting gadgets and remedies, and asked two internationally known experts to give us the scoop. Are they worth buying or just a waste of money? Keep reading to find out.

Throat Spray

1. Germ-Zapping Throat Spray

What is it? Certain products, such as the Zapper Throat Spray ($9.95; ZapperThroatSpray.com), promise to boost your immune system and protect you from germs that can make you sick. Zapper, which is sprayed into the throat, contains a mix of herbs such as peppermint and ginger, along with a compound called colloidal silver, which is believed to have antimicrobial properties.

Should you buy it? Probably not, says Philip Tierno, PhD, director of clinical microbiology and immunology at New York University Langone Medical Center, and the author of The Secret Life of Germs. While he doesn't doubt the health benefits of some of the herbs in this product, he says not to count on it to ward off potential infections. "Germs in the throat are only part of the equation," he says, noting that the eyes and nose are other ports of entry for pathogens. "I wouldn't buy it," Dr. Tierno adds.

Photo courtesy of ZapperThroatSpray.com.

humidifier


2. Germ-Free Humidifier

What is it? These type of humidifiers, such as the Vicks Germ Free Humidifier ($99; Kaz.com), reportedly kill 99.9 percent of germs using an ultraviolet light chamber to purify the water in the tank before it is released into the air.

Should you buy it? Yes. According to Dr. Tierno, humidifiers are often a breeding ground for bacteria because people forget to clean them-plus, many models are difficult to disinfect effectively. What's the problem with germ buildup in a humidifier? Potentially harmful pathogens are released into the air. "In humidifiers you have an agent called Legionella pneumophilia, which can cause disease," he explains. "I actually tested this product," says Dr. Tierno, "and it does work."

Photo courtesy of Kaz.com.

pocket purifier


3. Germ-Eliminating Light

What is it? Imagine being able to wave a small, hand-held light over a germy surface (think: restaurant table, airplane tray table, elevator buttons) and-voilĂ -instant germ eradication. That's the idea behind products like the Pocket Purifier ($29.95; PurelyProducts.com), which uses UV light to supposedly tackle germs. The product's makers say it eliminates 99.9 percent of germs with a 10-second flash of light.

Should you buy it? No. "To my mind, this is useless," says Dr. Tierno. "You cannot get proper coverage or contact time to provide any kind of meaningful effect." Donna Duberg, MA, a germ expert and assistant professor of clinical laboratory science at Saint Louis University, recommends using "disinfecting wipes that kill 99.9 percent of bacteria and viruses," instead.

Photo courtesy of PurelyProducts.com.

steamer


4. Germ-Killing Floor Steamer

What is it? First came the mop, next came the Swiffer, and now floor steam cleaners, like The Best Floor Steam Cleaner from Hammacher Schlemmer ($99.95; Hammacher.com), are all the rage. This one heats water to 220°F, reportedly killing bacteria, viruses and mold in the process.

Should you buy it? Yes. While it's quite a bit pricier than a mop, the germ-killing effects of this product are legitimate, says Dr. Tierno. "Anything 212 degrees and above kills microorganisms," he explains. But, for proper germ elimination, cleaning may take a while. You'll need to hold the steamer over the floor for at least 10 seconds (think of the spot under the toilet in the bathroom) to do the job, adds Dr. Tierno. Already have a floor steamer, and curious as to whether it's effective? Simply set a thermometer under the steam (being careful not to burn yourself). If the temperature registers more than 212 degrees, it's an effective product. And, better avoid your sealed hardwood floors with these products-they may cause damage.

Photo courtesy of Hammacher.com.

Nozin


5. Nasal Sanitizer

What is it? NOZIN ($14.99; NOZIN.com) is a nose-sanitizing gel that's applied with a cotton swab inside the nostrils before entering a high-germ environment, such as an airplane. It's said to be made from a "proprietary formula," with ingredients ranging from ethyl alcohol to jojoba, and the product's makers say it can help you reduce the risk of infection.

Should you buy it? Probably not. "I don't think this is really very effective," says Dr. Tierno. "You may kill some germs, but you will not eradicate them. And, organisms can bypass this system. You can breathe in cold viruses." Also, he and Duberg both have concerns about the product's alcohol content. "This could conceivably disrupt normal respiratory flora in your mucous membranes, which are there to protect you in the first place," says Duberg.

Photo courtesy of NOZIN.com.

vacuum


6. Germ-Eliminating Vacuum Cleaner

What is it? Fitted with a special UV-C light, Oreck's Halo line of germ-killing vacuums and attachments (starting at $199.95; Oreck.com) are said to blast germs, viruses, dust mites and flea eggs in just one pass, without any steam or chemicals.

Should you buy it? Probably not. Duberg questions whether these types of vacuums can really de-germ your carpet. In her clinical laboratory, a UV light is used to disinfect countertops. But to do the job, she says, the light has to be in place for at least 30 minutes. "You may kill some germs on the surface with a vacuum like this," adds Dr. Tierno, "but not in the core of the fibers."

Photo courtesy of Oreck.com.

tooth brush sanitizer


7. Toothbrush Sanitizer

What is it? The latest craze in germ-busting is sanitizing toothbrushes. Products like The Million Germ Eliminating Travel Toothbrush Sanitizer from VIOlight ($29.95; Hammacher.com) reportedly use UV technology to eliminate up to 99 percent of the "millions of germs" that can accumulate on toothbrushes, including Streptococcus and Listeria.

Should you buy it? Maybe, but only if you're interested in recreational germ zapping. While both Duberg and Dr. Tierno don't doubt the effectiveness of a product like this, they both question the need for it. "My question is why?" says Dr. Tierno. "You shouldn't be sharing toothbrushes, and you're unlikely to infect yourself from your own toothbrush." If you're worried about keeping your toothbrush clean, save your money and do this: Always let it air-dry (germs hate to be dried out), send it for a bath in germ-zapping peroxide from time to time and buy a new brush every month or so. Bottom line: No need to bring out the big germ-killing guns on something that's unlikely to be harmful to you in the first place.

Photo courtesy of Hammacher.com.

towels


8. Antimicrobial Towel

What is it? Even fabric is getting a germ-fighting makeover. You can now buy towels, like the line of antimicrobial bath towels from Walmart ($30 for a 6-piece set; Walmart.com) that promise greater germ protection thanks to a proprietary Microban that is said to resist bacterial growth and odor.

Should you buy it? Maybe. "These may be useful," says Dr. Tierno. But he's not rushing out to buy them. If you really want to rid your towel of bacteria, just let it air-dry and launder often, he says. Duberg has concerns about the lasting power of the Microban properties in such towels. "It's not clear how long it lasts, or through how many washings," she says.

Photo courtesy of Walmart.com.

mouse


9. Antimicrobial Computer Mouse

What is it? Researchers have long believed that the humble office desk is a germ breeding ground (just think: you sit there for hours a day, eating, perspiring, meeting with people, yet when was the last time you disinfected your workspace?), and some product makers are hoping to fill a need. The Fellowes 98913 Antimicrobial 5-Button Programmable Mouse ($38.99, Amazon.com), for instance, contains a Microban, which is thought to prevent germs from multiplying.

Should you buy it? Probably not. While products like these could give you some protection, it's unlikely to be as effective as a weekly office wipe-down with disinfecting wipes, says Duberg. "It could also give people a false sense of security, making them think that they don't need to wash their hands as often, when they really do," she adds.

Photo courtesy of Amazon.com

http://health.yahoo.com/featured/107/do-germ-zapping-gadgets-really-work/