Rabu, 18 November 2009

Berikan ASI Meskipun Ibu Bekerja

Senin, 16/11/2009 10:20 WIB

Berikan ASI Meskipun Ibu Bekerja

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: topnews)
Jakarta, Pemberian ASI pada bayi dengan ibu yang tetap bekerja terkadang menjadi suatu dilema. Padahal ibu yang bekerja tetap bisa memberikan bayinya ASI dengan beberapa teknik tertentu.

Semua ibu pasti menginginkan bayinya mendapatkan ASI eksklusif bahkan jika memungkinkan pemberian ASI ini bisa berlangsung hingga usia 2 tahun. Karena dalam ASI terdapat berbagai antibodi dan zat-zat yang bisa menguatkan dan meningkatkan pertumbuhan bayi.

"Pada 2 tahun kehidupan pertama ASI yang dibentuk memiliki kadar mangan yang rendah sehingga zat antistres yaitu serotoninnya banyak, sedangkan pada susu formula kadar mangannya tinggi sehingga bayi lebih cepat stres," ujar Dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC dalam acara peresmian Klinik Laktasi KMC-Perinasia di Kemang Medical Care, Jakarta.

Lebih lanjut dokter yang biasa disapa Rini ini mengungkapkan bahwa semakin sering bayi menghisap puting ibu maka produksi ASI nya pun akan semakin banyak. Selain itu pada hari-hari pertama pemberian ASI banyak mengandung antibodi yang sangat berguna untuk bayi.

Bagi ibu yang bekerja bisa menyimpan ASI untuk bayinya dirumah. ASI yang baru dikeluarkan (fresh) bisa bertahan di suhu ruang selama 6 sampai 8 jam, jika disimpan dalam lemari es bisa bertahan 3 sampai 5 hari jika suhunya 4 derajat Celsius atau kurang sedangkan jika disimpan di freezer bisa bertahan 3 hingga 6 bulan.

Jika ibu yang bekerja ingin tetap memberikan ASI pada anaknya, bisa ikuti beberapa tips berikut ini:
1. Pompalah ASI setiap 3 sampai 4 jam sekali selama 15 sampai 20 menit setelah itu ASI bisa disimpan di lemari es.
2. Jaga kebersihan setiap kali akan memompa dengan mencuci tangan dan membersihkan payudara dengan kain yang lembab.
3. Usahakan setiap wadah berisi ASI yang akan dikonsumsi untuk satu sampai dua kali minum (50 sampai 100 ml).
4. Berikan ASI pada bayi melalui gelas atau sendok dan jangan menggunakan botol susu, karena nanti bayi sulit untuk menyusui melalui puting ibunya lagi.

"Jika memberikan ASI dengan menggunakan botol, maka bayi sudah mendapatkan kenikmatan dari botol tersebut sehingga bisa mengakibatkan bayi tidak mau menyusui dengan ibunya dan mempengaruhi produksi ASI," ungkap Rini.

Ibu Menyusui Jangan Minum Kafein

Senin, 16/11/2009 12:00 WIB

Ibu Menyusui Jangan Minum Kafein

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: headacheexpert)
Jakarta, Ibu yang sedang menyusui sebaiknya tidak minum minuman kafein. Jika mengonsumsi kafein bisa terikut dalam ASI yang bisa mempengaruhi detak jantung bayi lebih cepat.

ASI yang mengandung kafein juga akan membuat bayi lebih sering kencing karena ginjalnya pun juga bekerja lebih keras.

Efek lain kafein adalah bisa mempengaruhi suasana hati bayi atau mempengaruhi tidurnya serta membuat ibu menjadi dehidrasi.

"Cara untuk meningkatkan produksi ASI salah satunya minumlah cairan dalam jumlah yang cukup tapi tidak minuman berkafein," kata Dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC dalam acara peresmian Klinik Laktasi KMC-Perinasia di Kemang Medical Care, Jakarta.

Selain itu kata dokter yang akrab dipanggil Rini ini penting untuk ibu menyusui menghindari keadaan tertekan dan cobalah untuk santai dan tenang sebelum dan sesudah menyusui. Ibu juga bisa melakukan pijat payudara selama beberapa menit dengan gerakan melingkar dari arah luar payudara ke arah puting payudara untuk meningkatkan produski ASI.

Menurutnya produksi ASI akan tergantung dari pengeluaran ASI itu sendiri, karena payudara yang kosong akan memproduksi ASI lebih cepat daripada payudara yang masih penuh. Cara untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan memompa ASI lebih sering.

Menurutnya tidak ada alasan bagi ibu untuk tidak memberikan ASI pada bayinya, karena banyak manfaat yang bisa didapatkan seperti bayi lebih sehat, ikatan emosional ibu dengan bayi semakin erat serta bisa meringankan pengeluaran keluarga karena tidak perlu membeli susu formula.

Cegah Bayi Kuning, Calon Ibu Sebaiknya Periksa Rhesus Darah

Senin, 16/11/2009 14:00 WIB

Cegah Bayi Kuning, Calon Ibu Sebaiknya Periksa Rhesus Darah

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: healthmanagement)
Jakarta, Kasus bayi kuning saat dilahirkan sangat sering terjadi. Ternyata bayi kuning terjadi karena kadar bilirubin yang tinggi akibat ketidakcocokan golongan darah atau rhesus antara ibu dan bayinya.

Contohnya ibu yang memiliki darah golongan O dan janinnya golongan darah A, B atau AB seringkali bayi yang dilahirkan kuning, anemia ringan atau peningkatan kadar bilirubin. Bilirubin adalah pigmen kuning yang dihasilkan oleh pemecahan hemoglobin (Hb) di dalam hati.

Setiap orang memiliki golongan darah dan tipe rhesus tertentu seperti A, B, O dan AB serta rhesus(+) dan rhesus(-). Penting bagi ibu hamil untuk mengetahui apa golongan darah dan tipe rhesus dirinya dan suami, karena jika terjadi ketidakcocokan akan memiliki risiko tertentu pada bayinya.

Pada dasarnya golongan darah sudah terbentuk sebelum bayi tersebut lahir. Golongan darah pada anak merupakan gabungan antara satu gen dari ibu dan satu gen dari ayah. Karl Landsteiner yang merumuskan sistem golongan darah mengungkapkan darah dapat dikelompokkan berdasarkan permukaan sel darah merah dan antibodi tertentu yang ada dalam plasma darah.

Seperti dikutip dari Expectantmothersguide, Senin (16/11/2009) pengobatan yang dilakukan untuk mengembalikan kondisi si bayi agar normal kembali adalah melalui fototerapi yang membantu memecah bilirubin agar kadarnya normal. Pengobatan ini biasanya berhasil, sehingga tidak perlu dilakukan transfusi darah.

Selain jenis golongan darah, tipe rhesus dari kedua orangtua juga penting untuk diketahui. Jika ibu memiliki rhesus negatif dan bayinya memiliki rhesus positif maka ketidakcocokan rhesus antara ibu dan anak bisa saja terjadi, hal ini dapat menimbulkan masalah serius dan mengancam pertumbuhan si bayi. Perbedaan rhesus ibu dan bayi akan semakin berisiko pada kehamilan kedua.

Contohnya jika ibu rhesus (-) dan anaknya rhesus (+) maka saat melahirkan, rhesus (+) si anak akan masuk ke sistem darah ibu. Kemudian tubuh ibu akan memproduksi antibodi rhesus (+). Pada kehamilan berikutnya, jika antibodi rhesus (+) ibu masuk ke plasenta akan bereaksi dengan darah janin dan menyerang sel-sel darah merah bayi yang di kandung berikutnya.

Akibatnya bayi yang baru lahir tersebut bisa mengalami anemia, kekurangan oksigen dalam darah, penyakit kuning, demam dan pembesaran hati serta limpa. Penyakit ini disebut dengan erithroblastosis fetalis.

Kondisi ini bisa dicegah dengan memberikan serum yang disebut Rho-GAM yang mengandung antibodi anti-Rhe(+) dalam jumlah kecil. Pemberian ini dilakukan pada usia kehamilan 28 minggu dan diberikan kembali dalam waktu 72 jam setelah melahirkan. Perawatan ini bertindak sebagai imunisasi pasif dan cukup efektif.

Penting bagi orangtua untuk memeriksakan tipe golongan darah dan rhesusnya sebelum memiliki anak, sehingga bisa diketahui apakah nantinya memiliki kemungkinan untuk terjadinya ketidakcocokan atau tidak.

Saat Monster dan Naga Menghantui si Kecil

Senin, 16/11/2009 16:30 WIB

Saat Monster dan Naga Menghantui si Kecil

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: cdn)
Jakarta, Anak kecil terkadang menjadi penakut setelah menonton film atau animasi yang menggambarkan monster, naga atau karakter menyeramkan lainnya. Orangtua perlu memberikan pengertian soal makhluk-makhluk halus ini agar anak bisa melawan rasa takutnya.

Seperti yang dilakukan seorang ibu bernama Melinda Roberts yang menonton film animasi bersama anak-anaknya yang berusia 7 tahun, 9 tahun dan 11 tahun. Melinda mencoba membantu anak-anak untuk mengenali suara aktor dan bagaimana proses film tersebut dibuat sehingga anak-anak tidak takut dengan monster, naga atau bentuk menyeramkan lainnya.

Hal itu sesuai dengan sebuah penelitian dari jurnal Child Development yang menyatakan bahwa meyakinkan anak-anak gambar-gambar tersebut tidak nyata sangat membantu anak usia 7 tahun ke atas menjadi tidak takut. Tapi untuk anak di bawah usia 7 tahun hal ini tidak terlalu berhasil dan cenderung kurang disukai anak-anak.

Jika seorang anak percaya adanya makhluk raksasa di tempat tidurnya, maka orangtua harus mengatakan bahwa makhluk tersebut hanya ingin bermain bersamanya. Saat anak sudah merasa sedikit tenang, orangtua bisa menjelaskan bahwa makhluk raksasa tersebut sebenarnya tidak ada dan tidak nyata.

Dawn Huebner, seorang psikolog dari Exeter, New Hampshire mengungkapkan jika anak sudah bisa memahami perbedaan antara khayalan dan kenyataan, maka anak harus bisa mengatasi ketakutan tersebut dengan pikiran bahwa gambar yang menghantuinya adalah tidak nyata, seperti dikutip dari CNN, Senin (16/11/2009).

Orangtua bisa mengajari anak cara membedakan ketakutan di kepalanya dengan bahaya yang sebenarnya. Anak yang sudah bisa memahami konsep "false alarm" dapat membantunya memahami bahwa rasa takut tersebut tidak berarti ada ancaman dan dapat meyakinkan dirinya sendiri untuk menjadi lebih berani.

Jika anak belum bisa membedakan antara khayalan dengan kenyataan, maka orangtua bisa menggunakan strategi "raksasa yang ramah" pada anak-anaknya saat masih kecil dan cara ini terbilang cukup berhasil. "Ini bukan menekan pikiran negatif, tapi berusaha membingkai sesuatu menjadi sedikit lebih positif," ujar psikolog Liat Sayfan dan Kristin Hansen Lagattuta.

Tapi sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan anak usia 3 sampai 4 tahun tidak dapat menggunakan penalaranannya untuk bisa membuat dirinya merasa lebih baik. Untuk itu Huebner menyarankan agar mematikan televisi jika program atau filmnya terlalu menakutkan bagi anak yang masih sangat kecil.

"Lebih baik bagi anak-anak untuk meninggalkan ruangan atau penutup matanya jika menonton karakter yang menakutkan, karena melihat sekilas tontonan tersebut dapat meninggalkan kesan yang lebih dalam daripada melihat terlalu lama," ungkap Huebner.

Sebagai contoh, beberapa anak bahkan ada yang merasa takut saat melihat sampul DVD. Bagi anak yang sudah lebih besar, mengajaknya berpikir tentang proses pembuatan film dapat membantunya mengatasi ketakutannya pada gambar-gambar yang menyeramkan. Karena nantinya anak-anak akan lebih terpesona dengan berbagai efek khusus yang dihasilkan dari gambar tersebut.

Untuk bisa mengatasi ketakutan anak terhadap monster, naga atau raksasa lainnya, sebaiknya orangtua sesuaikan dengan usia si anak apakah sudah bisa membedakan antara fantasi dengan kenyataan atau harus menjauhkannya dari gambar atau tontonan tersebut.

Menyusui Tak Bikin Payudara Kendur

Selasa, 17/11/2009 16:00 WIB

Menyusui Tak Bikin Payudara Kendur

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: topnews)
Jakarta, Memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi tercinta masih menjadi tantangan besar. Beberapa ibu merasa takut jika menyusui akan membuat payudaranya tidak kencang, padahal payudara tidak akan menjadi kendur atau turun karena menyusui.

Masih banyak perempuan moderen yang tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya karena takut bentuk payudara tidak bagus lagi. Padahal manfaat dari ASI bagi bayi sangat banyak, salah satunya dapat memberikan kekebalan tubuh dan zat antibodi lainnya yang tidak terdapat dalam susu formula.

"Mitos yang mengatakan kalau menyusui bikin payudara turun itu tidak benar. Yang benar payudara akan berubah sesuai dengan waktunya dan menyusui tidak memberikan pengaruh apapun," ujar Selvie Amalia, divisi komunikasi dari Asosiasi Ibu menyusui Indonesia (AIMI) dalam acara jumpa pers Indonesia Maternity & Baby Expo di Hote Twin Plaza, Jakarta, Selasa, (17/11/2009).

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui tidak menyebabkan payudara menjadi kendur atau turun. Ahli bedah plastik dari University of Kentucky di AS, Dr Brian Rinker dan rekannya melakukan penelitian pada pasien di HealthCare Cosmetic Surgery Associates, Inggris. Hasil penelitian ini menunjukkan menyusui tidak mempengaruhi bentuk dari payudara.

"Hasil ini didasarkan atas tidak adanya perbedaan derajat breast ptosis (istilah medis untuk menentukan payudara kendur atau tidak) pada perempuan yang menyusui dan tidak," ujar Rinker, seperti dikutip dariScienceDaily.

Peneliti justru melihat hal yang bisa membuat payudara menjadi kendur adalah jika perempuan tersebut merokok. Karena rokok bisa memecah protein elastin di kulit yang berfungsi memberikan elastisitas dan menyokong payudara.

Diperkirakan hanya 1 dari 1.000 perempuan saja yang tidak bisa menyusui, itupun dikarenakan perempuan tersebut tidak memiliki kelenjar air susu sehingga ASI tidak bisa diproduksi. Sedangkan jika memiliki kelenjar tersebut, secara otomatis pasti memiliki ASI dan tinggal bagaimana manajemen laktasi dari ibu menyusui itu sendiri.

Hal yang paling mempengaruhi berhasil atau tidaknya seorang ibu menyusui bayinya adalah bagaimana persiapan sebelum dan saat menyusuinya. Termasuk psikologis dari ibu itu sendiri dan dukungan dari orang-orang disekitarnya seperti suami, orangtua maupun tetangganya. Serta komitmen awal ibu sejak hamil bahwa dirinya ingin memberikan ASI eksklusif pada bayinya.

Selain itu Selvie menambahkan bahwa saat bayi baru lahir saluran pencernaannya masih seperti saringan. Jadi lebih bagus jika diisi oleh ASI yang mengandung kolostrum sehingga saluran pencernaannya menjadi bagus dan bukan diisi oleh zat lain yang belum tentu steril.

Jadi, jangan takut untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi. Karena sudah terbukti menyusui tidak akan merusak atau membuat kendur payudara perempuan.

Senin, 02 November 2009

Pneumonia 'Pembunuh Balita yang Terlupakan'

Senin, 02/11/2009 10:50 WIB
Hari Pneumonia Dunia
'Pembunuh Balita yang Terlupakan'
Pradipta Nugrahanto - detikBandung




Bandung
- Untuk pertama kalinya, tanggal 2 November diperingati sebagai Hari Pneumonia Dunia. Pencanangan hari ini berawal dari laporan World Health Organization (WHO) yang mencatat sekitar seperlima kematian balita disebabkan oleh pneumonia.

Demikian dituturkan oleh Tjandra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Lingkungan pada acara Peringatan Hari Pneumonia Dunia di Gedung FK UNPAD Baru Jl Eijkman 38, Senin (2/11/2009).

Lebih lanjut Tjandra menuturkan bila pneumonia adalah jenis penyakit mematikan yang kurang terkenal jika dibandingkan HIV, malaria ataupun TBC.

"Di WHO saja belum ada ruangan khusus pneumonia. Makanya pneumonia seringkali disebut 'forgotten killer of children'," ujar Tjandra.

Peringatan Hari Pneumonia di Indonesia dilakukan dengan menyelenggarakan seminar "Fight Pneumonia-Save a Child".

"Dengan seminar ini kami berharap kesadaran pemerintah dan masyarakat akan bahaya penyakit ini bisa ditekan dan akhirnya menurunkan angka kematian bayi," ujar Tjandra.

Pneumonia adalah penyakit radang infeksi akut yang mengenai paru-paru. Disebabkan oleh kuman dan jamur.

"Penanganan terhadap penyakit ini akan dilakukan dengan tiga metode yaitu proteksi, pencegahan dan terapi. Dalam seminar ini kami akan menggodok agar perawatan Pneumonia yang banyak terjadi pada anak-anak bisa tersosialisasi dengan baik," tandas Tjandra.
(dip/lom)

Hari Pneumonia Dunia

Senin, 02/11/2009 11:09 WIB
Hari Pneumonia Dunia
Jangan Anggap Sepela Jika Anak Anda Batuk
Pradipta Nugrahanto - detikBandung




Bandung
- Banyak orang tua yang menyepelekan penyakit batuk yang menyerang buah hatinya. Padahal sebagian besar kasus Pneumonia di dunia berawal dari batuk yang menyerang anak-anak.

Seperti dituturkan oleh dr Cissy S Prawira, Kepala Divisi Respirologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad dalam Seminar 'Fight Pneumonia-Save a Child' Senin (2/11/2009).

"Banyak masyarakat awam yang tidak menganggap serius batuk pada anak-anak. Ini yang menyebabkan Pneumonia banyak menyerang anak-anak," ujar Cissy.

Lebih lanjut Cissy menuturkan bila anak batuk dan tidak kunjung sembuh meski sudah mengkonsumsi obat batuk, orang tua sebaiknya langsung memeriksakan anaknya ke dokter anak atau penyakit dalam.

"Jika batuknya sudah diiringi nafas yang berat sebaiknya langsung dibawa saja," ujar Cissy.

Untuk mencegah Pneumonia, ada empat macam imunisasi yang memegang peranan penting yaitu DPT, Campak, Haemophilus Influenzae dan Pneumokok.

"Dua imunisasi pertama sudah masuk ke Program Pengembangan Imunisasi kita, hanya dua imunisasi lagi masih sulit terjangkau masyarakat karena tarifnya yang cukup mahal,"imbuh Cissy.

Cissy menambahkan, keengganan ibu untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi dan balita juga membuka peluang anak terserang Pneumonia.

"Kalau ibu tidak memberikan ASI eksklusif makan bayi hingga balita berusia dua tahunan akan sangat rentan terkena penyakit ini," tutup Cissy.

(dip/ern)

Minggu, 01 November 2009

Flu, si Pengganggu Aktivitas

Jumat, 16/10/2009 10:50 WIB

Flu, si Pengganggu Aktivitas


img
(Foto: Indofarma)
Penyakit flu acap kali dianggap sebagai penyakit ringan tapi sangat mengganggu aktivitas. Flu kerap muncul saat musim pancaroba dan ketika sistem imun tubuh dalam kondisi lemah sehingga tak mampu menghalau virus.

Virus penyebab flu adalah virus influenza, coronavirus, rhinovirus dan RSV. Adajuga penyebabnya yang dari bakteri yakni Haemophillus influenza dan Streptococcus pneumonia.

Flu gampang sekali menular ketika kita kontak dengan penderita atau percikan dari air liur penderita yang sedang bersin atau batuk.

Penyakit ini biasanya muncul ketika dengan cepat ketika di lingkungan Anda yang terkena penyakit ini. Virus ini dengan gampang masuk ketika seseorang mengalami kurang tidur, kelelahan atau kehujanan.

Gejala yang paling umum adalah sering bersin, ingusan, pilek, batuk, sakit kepala, demam hingga nyeri badan. Istirahat yang cukup dengan tidur sangat membantu pemulihan flu.

Seperti yang dialami Ibu Ira Nuraini, karyawan perusahaan air minum daerah kota Surabaya, Jl. Dr. Moestopo� Surabaya. Suatu ketika Ibu Ira terkena flu, akibat perubahan cuaca yang tidak menentu di kota Surabaya. Tentu saja hal ini mengganggu aktivitas sehari-harinya.

Ibu Ira tertarik dengan brosur Indo Obat Serbu� yang ada di meja kasir, didalam benaknya Ibu Ira bertanya apa benar obat ini manjur, harganya kok cuma 1.000 rupiah. Tapi begitu mengetahui bahwa Indo Obat Serbu ini merupakan program pemerintah dalam hal ini program yang didukung oleh departemen kesehatan akhirnya ibu Ira membeli Indo Obat Flu 5 blister untuk persediaan di rumah.

Setelah beberapa saat minum obatnya, kemudian flu yang dirasakan ibu Ira mereda, padahal ibu Ira baru mengkonsumsi 2 x 1 tablet saja dari dosis yang dianjurkan 3 x 1. Akhirnya keraguan ibu Ira akan khasiat Indo Obat Serbu terjawab, Indo Obat Serbu adalah obat yang ampuh dan bermutu. (Advetorial Indofarma)

Rawatlah Mata Anak Sejak Usia Dini

Senin, 19/10/2009 11:50 WIB

Rawatlah Mata Anak Sejak Usia Dini


img
(Foto: Indofarma)
Bayi dan anak belajar mengenal dunia melalui mata. Perawatan dan nutrisi yang tepat akan membantu perkembangan penglihatan mereka sehingga buah hati Anda akan dapat mengenal dunia dan ilmu pengetahuan.

Terdapat beberapa nutrisi yang diketahui bermanfaat bagi perkembangan mata yang optimal dan menjaga kesehatan mata, yakni:
Vitamin A

  1. Diperlukan untuk mengubah cahaya menjadi sinyal-sinyal listrik untuk diproses di otak dan menjaga pertumbuhan kornea dan selaput konjungtiva.
  2. Kekurangan vitamin A diawali dengan buta senja, bercak bitot, dan dapat berakhir dengan kebutaan.
  3. Terdapat dalam ASI, produk dari susu, telur, sayuran hijau seperti bayam, dan buah-buahan berwarna jingga seperti wortel.

Taurin

  1. Dibutuhkan untuk perkembangan retina sejak dini. Kekurangan taurin dapat menyebabkan retinitis pigmentosa.
  2. Terdapat dalam daging, susu, namun tidak terdapat dalam sayuran dan buah.

DHA dan AA

  1. Dibutuhkan untuk ketajaman penglihatan dan untuk persepsi penglihatan pada anak usia 4 atau 7 tahun.
  2. Banyak terdapat dalam ASI. Sumber DHA yang baik juga terdapat dalam minyak ikan dan lemak hewani mengandung AA.

Lutein

  1. Diketahui berperan sebagai pelindung mata terutama retina dari bahaya radiasi sinar biru, dan dapat sebagai antioksidan.
  2. Banyak terdapat pada ASI, sayuran hijau seperti bayam, dan terdapat sedikit pada wortel.

Kini telah hadir suplemen khusus untuk menjaga kesehatan mata pada anak, yaitu BIO VISION KIDS tablet hisap rasa buah anggur. Bio vision Kids mengandung ekstrak bilberry, betacaroten, DHA dan Vitamin C. Kombinasi unsur-unsur dalam Bio vision Kids sangat sesuai bagi anak-anak agar mereka dapat tumbuh sehat, sehingga dapat mencapai prestasi pendidikan terbaik kelak karena memiliki mata yang sehat dan kesehatan prima. (Advetorial Indofarma)

Lindungi Diri dari HIV

Rabu, 21/10/2009 09:56 WIB

Lindungi Diri dari HIV


img
(Foto: Indofarma)
HIV (Human Immunodeficiency Virus) saat ini masih menjadi penyakit yang mengerikan karena belum ada obat yang bisa menyembuhkannya. Lindungi diri dari kebiasaan buruk yang bisa membuat HIV mendekat.

HIV menyerang sel darah putih (sel CD4) dan mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun.

Sementara AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndromeadalah penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia.

HIV menular melalui hubungan kelamin dan hubungan seks oral, atau melalui anus, transfusi darah, penggunaan bersama jarum terkontaminasi melalui injeksi obat dan dalam perawatan kesehatan, dan antara ibu dan bayinya selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.

Penggunaan pelindung fisik seperti kondom latex dianjurkan untuk mengurangi penularan HIV melalui seks. Kebiasaan mengonsumsi narkoba dengan jarum suntik bergantian juga menjadi lahan subur berkembangnya HIV.

HIV adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia,-- terutama CD4+ T cell dan macrophage,-- komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh 'tuan rumah' dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka.

PT Indofarma Tbk bekerja sama dengan SD (Standard Diagnostics, Inc) memasarkan produk Rapid Test (Tes Cepat) SD Bio Line HIV 1 /2 3.0 untuk mendeteksi secara cepat apakah seseorang terinfeksi HIV baik tipe 1 atau 2. Produk ini telah dievaluasi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sehingga kualitas produk ini dapat dipertanggungjawabkan.�

Rapid Test SD (Standard Diagnostics Inc) Bio Line HIV 1/2 3.0 ini dapat digunakan untuk mendeteksi HIV dengan sangat cepat karena hanya diperlukan waktu kurang dari 20 menit. Penggunaan alat ini sangat sederhana dan hampir mirip dengan cara penggunaan tes kehamilan pada umumnya, hanya saja diperlukan spesimen yang dapat berupa darah (Whole Blood), serum ataupun plasma.

Spesimen dari darah (whole blood) dapat di ambil dari ujung jari (darah perifer) maupun dari pembuluh darah vena dan spesimen ini adalah spesimen yang paling mudah memperolehnya dibanding menggunakan serum atau plasma karena untuk memperolehnya diperlukan alat tambahan berupa sentrifuge dan tambahan reagen lain.

SD BIOLINE HIV-1/2 3.0 test adalah tes immunocromatrographic untuk mendeteksi secara kualitatif dan membedakan semua iso types antibodi (IgG, IgM, IgA) secara spesifik untuk HIV-1 termasuk golongan O dan HIV-2, dalam serum, plasma atau darah.(Advetorial Indofarma)

Saat Alergi Menyapa

Jumat, 23/10/2009 10:17 WIB

Saat Alergi Menyapa


img
(Foto: Indofarma)
Saat alergi datang, dia bisa pergi cepat atau malah betah menempel di tubuh Anda. Apa yang harus dilakukan jika alergi datang dan bagaimana pencegahannya.

Alergi bisa timbul karena faktor macam-macam mulai dari makanan, obat-obatan, cuaca, atau binatang.

Jika Anda mengalami kulit merah disertai dengan gatal, bersin-bersin, mata gatal bisa, hati-hati mungkin Anda menderita reaksi alergi.

Reaksi alergi atau disebut juga reaksi hipersensitivitas adalah suatu respons imun yang berlebihan dengan derajat bervariasi mulai dari yang ringan sampai berat terhadap substansi tertentu yang dalam keadaan normal sebenarnya tidak membahayakan.

Substansi yang menyebabkan reaksi alergi selanjutnya disebut dengan alergen. Reaksi antara alergen dan antibodi kita itulah yang menyebabkan alergi.

Jika Anda terkena alergi ingat-ingat dulu apa yang sudah Anda makan atau lakukan untuk mengenal pencetusnya. Kadang-kadang perawatan sendiri di rumah tidak cukup menghilangkan alergi.

Kalau sudah begitu segera berobat ke dokter karena jika salah-salah minum obat bisa memperparah alerginya.

Ada dua tipe reaksi alergi yaitu:

Reaksi alergi tipe cepat

  1. Reaksi alergi yang timbul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah kontak dengan alergen, lalu hilang dengan cepat pula.
  2. Bentuk klinik reaksi alergi tipe cepat ini seperti: shock anafilaktik, alergi terhadap debu rumah, asma bronkhial, dll.
  3. Reaksi anafilaksis dapat menakutkan, anak merasa tenggorokannya tersumbat atau pingsan

Reaksi Alergi tipe Lambat

  1. Reaksi alergi yang timbul dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari setelah kontak dengan alergen, tetapi hilang juga dalam waktu yang relatif lama pula.
  2. Bentuk klinik reaksi alergi tipe lambat ini seperti: hipersensitivitas terhadap bakteri, jamur, parasit, dll.

Untuk menghindari alergi cukup dengan bersabahat dengan alergi, artinya dengan mengenali alergen yang menyebabkan alergi kita bisa terhindar dari alergi. Akan tetapi jika reaksi alergi itu datang, mau tidak mau harus diobati. Pengobatan alergi adalah dengan obat anti-alergi.

Obat anti-alergi ini beragam jenisnya. Salah satunya adalah kelompok obat alergi anti-histamin 1 (AH-1). Saat ini PT Indofarma Tbk telah memasarkan obat AH-1 generik ini yaitu CETIRIZINE tablet 10 mg.

Keunggulan dari� produk ini adalah efektif dan cepat mengatasi alergi bersifat non-sedatif (tanpa atau sedikit menimbulkan rasa kantuk) dan cukup digunakan sekali sehari. CETIRIZINE ini termasuk obat ethical, artinya untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter. (Advetorial Indofarma)

Hepatitis C, Perusak Hati yang Tak Terlihat

Senin, 26/10/2009 08:18 WIB

Hepatitis C, Perusak Hati yang Tak Terlihat


img
(Foto: Indofarma)
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (HCV). Virus Hepatitis C masuk ke sel hati, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C, kemudian menginfeksi banyak sel lainnya.

Sebesar 15% dari kasus infeksi Hepatitis C adalah akut, artinya secara otomatis tubuh membersihkannya dan tidak ada konsekuensinya. Sayangnya 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun. Dalam waktu tersebut, hati bisa rusak menjadi sirosis (pengerasan hati), stadium akhir penyakit hati dan kanker hati.

Hepatitis berarti pembengkakan pada hati. Banyak macam dari virus Hepatitis C. Dalam banyak kasus, virus yang masuk ke dalam tubuh, mulai hidup di dalam sel hati, mengganggu aktivitas normal dari sel tersebut, lalu menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus Hepatitis C kemudian menginfeksi sel lain yang sehat.

Alkohol akan memperparah kerusakan hati, baik dalam pengobatan ataupun tidak. Salah satu gejala umum dari Hepatitis C adalah kelelahan kronis. Kelelahan juga bisa sebagai efek samping pengobatan Hepatitis C. Rasa lelah akibat Hepatitis C dapat diatasi dengan istirahat cukup dan menjalankan olah raga yang rutin.

Gejala Hepatitis C

Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun ada juga gejala-gejala di bawah ini ada yang mungkin samar seperti: Lelah, Hilang selera makan, sakit perut,� urin menjadi gelap, Kulit atau mata menjadi kuning (disebut 'jaundice') jarang terjadi.

Dalam beberapa kasus, Hepatitis C dapat menyebabkan peningkatan enzim tertentu pada hati, yang dapat dideteksi pada tes darah rutin. Walaupun demikian, beberapa penderita Hepatitis C kronis mengalami kadar enzim hati fluktuasi ataupun normal.

Penularan Hepatitis C biasanya melalui kontak langsung dengan darah atau produknya dan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi. Dalam kegiatan sehari-hari banyak risiko terinfeksi Hepatitis C seperti berdarah karena terpotong atau mimisan, atau darah menstruasi.

Perlengkapan pribadi yang terkena kontak oleh penderita dapat menularkan virus Hepatitis C (seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure). Risiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai lebih dari satu pasangan.

Melihat banyaknya kasus hepatitis B dan hepatitis C di Indonesia maka dipandang perlu adanya alat untuk mendeteksi hepatitis secara cepat, tepat dan akurat. PT Indofarma Tbk bekerja sama dengan SD (Standard Diagnostics, Inc) untuk memasarkan produk Rapid Test (Tes Cepat) HBV (HBs Ag, Anti HBs, HBe Ag) dan HCV untuk mendeteksi secara cepat apakah seseorang terinfeksi virus hepatitis atau tidak.

Produk-produk ini telah dievaluasi oleh badan kesehatan dunia (WHO) sehingga kualitas produk ini dapat dipertanggungjawabkan.(Advetorial Indofarma)

Nyeri Sendi, Mana Tahan!

Rabu, 28/10/2009 10:25 WIB

Nyeri Sendi, Mana Tahan!


img
(Foto: Indofarma)
Penyakit nyeri sendi menimbulkan sakit luar biasa yang menyerang persendian. Nyeri sendi bisa menyerang siapa saja, orangtua, muda, pria ataupun wanita bisa mengalami nyeri sendi yang disebabkan oleh asam urat.

Kalau sudah terkena nyeri sendi siapa yang tahan? Badan serasa ditusuk-tusuk jarum. Aktivitas pun jadi terganggu, rasanya setiap bergerak badan nyut-nyutan.

Nyeri sendi yang disebabkan oleh asam urat paling dominan karena faktor makanan. Terlalu banyak atau sering mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung purin dipastikan akan menaikkan kadar asam urat. Emping (melinjo), jeroan, sarden merupakan contoh makanan yang banyak mengandung purin.

Banyak sekali produk-produk yang menawarkan solusi untuk menangani masalah asam urat, namun dengan pertimbangan efek samping yang dapat ditimbulkan oleh obat-obatan tersebut sebaiknya memilih produk yang berbahan alami (herbal).

PT Indofarma Tbk telah mengeluarkan produk herbal yang telah terbukti secara empiris dapat membantu mengatasi nyeri sendi yang disebabkan oleh asam urat.

PROURIC dengan komposisi yang seimbang antara Sambiloto (Andrografis paniculata), Temulawak (Curcuma xanthorriza), Tempuyung (Sunchus arvensis), Lada (Piper nigrum) dan Rumput teki (Cyperus rotundus).

Sambiloto memiliki efek farmakologi imunostimulan (meningkatkan kekebalan tubuh), antibiotika, antipiretik (penurun panas dan demam), anti inflamasi (anti radang), anti balteri dll.

Di luar negeri, sambiloto sudah dibuat dalam bentuk tablet, obat cair, dan obat suntik dengan nama dagang seperti Kang Yan Table, Chuanxinlian Table, Yamdepieng, Chuan Xin Lian Antiphologistic Pill, dan Chuanxinlian Ruangas & Injection.

Hasiat lain yang terdapat dalam setiap kansul PROURIC adalah diuretic (memperlancar ekskresi), analgetika (anti nyeri), meningkatkan daya fagositosis, hepatoprotector, dll.

Segera atasi nyeri sendi yang disebabkan oleh asam urat dengan mengkonsumsi PROURIC dengan dosis awal 2x2 kapsul per hari setelah makan dan untuk pemeliharaan agar asam urat tetap normal dengan dosis 2x1 kapsul per hari.(Advetorial Indofarma)

Membentengi Usus dari Infeksi

Kamis, 29/10/2009 09:08 WIB

Membentengi Usus dari Infeksi


img
(Foto: Indofarma)
Mual, diare, sakit perut adalah masalah yang berawal dari ketidakseimbangan bakteri flora di usus. Bentengi usus dari ancaman bakteri dan virus agar keseimbangan usus terjaga.

Bakteri flora usus sangat sering mengalami ketidakseimbangan. Ini terjadi karena banyak hal, dimulai dari yang ringan sampai parah, dan biasanya adalah hasil dari gejala mual, diare dan sakit perut.

Kasus penyebab lainnya adalah infeksi virus, asupan makanan yang buruk, keurangan gizi, berbagai bakteri pathogen dan penyakit pendarahan usus.

Bakteri mikroflora biasanya terbatas, tetapi tidakan yang tidak tepat dari infeksi akut dapat menyebabkan kasus yang lebih parah. Lebih jauh, komplikasi yang sering terjadi adalah dehidrasi.

Di dunia, jutaan peduduk baik anak-anak dan dewasa banyak mengalami gangguan masalah ketidakseimbangan ini. Di negara berkembang seperti Indonesia, masalahnya dipicu sanitasi yang belum optimal sehingga bakteri pathogen akan menginfeksi bakteri flora usus yang dapat berkembang dan menyebabkan kematian.

Keseimbangan bakteri flora usus akan menguntungkan kesehatan. Salah satu cara alami dalam menjaga keseimbangan adalah probiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat membatu microflora untuk berkembang dan bermetabolisme.

Penggunaan probiotik dalam menjaga keseimbangan flora usus tersebut bisa terjadi dari bermacam mekanisme. Beberapa aksi probiotik yaitu dapat membantu memproduksi senyawa yang dapat menghambat dan merusak bakteri pathogen, mereka dapat juga menurunkan pH usus karena menstimulasi susu asam, dan mereka juga memproduksi senyawa untuk pertumbuhan bakteri flora usus. Konsumsi probiotik adalah cara sehat dan alami untuk menjaga keseimbangan bakteri flora usus.(Advetorial Indofarma)

Kamis, 29 Oktober 2009

Makin Hijau Makin Sehat

Makin Hijau Makin Sehat
SENIN, 19 OKTOBER 2009 | 17:25 WIB

KOMPAS.com - Terbukti lagi, ruang terbuka hijau meningkatan kualitas kesehatan. Dengan makin mahalnya biaya kesehatan, mungkin bisa dipertimbangkan untuk memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari upaya mencegah penyakit.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology and Community Health menunjukkan orang-orang yang tinggal dalam radius satu kilometer dari taman atau area ruang terbuka hijau lainnya lebih jarang mengalami depresi dan kecemasan.

Penelitian yang dilakukan terhadap catatan medis 345.143 orang di Holland, Belanda, ini menilai status kesehatan responden dalam 24 kondisi, termasuk kardiovaskular, pernapasan, dan penyakit saraf. Hasil penelitian itu kemudian dikaitkan dengan jarak tempat tinggal responden dengan ruang terbuka hijau dalam radius satu kilometer, tiga kilometer.

Ternyata orang yang tinggal di lingkungan urban memiliki prevelansi lebih tinggi mengalami depresi dan kecemasan dibandingkan mereka yang tinggal dekat ruang terbuka hijau.

Manfaat kesehatan lain yang didapat oleh mereka yang rumahnya dekat ruang terbuka hijau, radius 1-3 kilometer di antaranya pencernaan yang lebih sehat dan menurunnya gejala gangguan fisik yang sering tidak bisa dijelaskan secara medis.

Selain udara yang lebih segar, ruang terbuka juga memungkinkan kita lebih terekspos pada sinar matahari yang kaya vitamin D.


AN

Editor: Abd
Sumber : health24

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/19/17254876/makin.hijau.makin.sehat

Bercak Biru Bukan karena Dijilat Setan

Bercak Biru Bukan karena Dijilat Setan
SELASA, 27 OKTOBER 2009 | 09:12 WIB

KOMPAS.com — Pernahkah Anda menemukan bercak biru lebam atau memar di tubuh tanpa tahu apa penyebabnya? Memar tanpa sebab jelas ini memang bisa sembuh sendiri, tapi bisa juga sebagai pertanda adanya penyakit serius, misalnya hemofilia. Jadi, bukan lantaran dijilat setan seperti yang dipercayai banyak orang selama ini.

Kita sering melihat atau mungkin mengalami memar yang tiba-tiba muncul tanpa sebab, misalnya di tangan atau kaki. Hendra (28) salah seorang di antaranya. la sempat mengira itu akibat benturan yang tak disadari. Akhirnya ia amati, memar itu akan muncul jika ia terlalu lelah. "Biasanya sih muncul di lengan," katanya. la memilih tidak ke dokter karena bercak itu bakal hilang dalam beberapa hari.

Bercak biru serupa lebam juga sering dialami Sari (26). "Kata ibu saya, ini karena dijilat setan akibat ada yang sirik sama saya. Habisnya, tidak terbentur apa-apa kok bisa lebam," ujarnya. Memang orang awam menyebut luka lebam ini akibat jilatan setan. Segelintir orang bahkan mengaitkan kondisi ini dengan masalah klenik.

"Padahal, bercak biru ini bisa dijelaskan secara medis. Bukan karena dijilat setan," kata Prof Dr Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM, ahli penyakit dalam dari RSCM, Jakarta. Dalam dunia medis, bercak biru tanpa sebab ini dikenal sebagai purpura simplex.

Bercak biru ini adalah penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah. Biasanya ditemukan di tungkai kaki atau lengan dan tidak menyebar ke bagian tubuh yang lain. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria. "Biasanya tiba-tiba muncul dan tidak disertai rasa sakit," ujar Prof Zubairi.

Hilang sendiri
Kabar baiknya, purpura simplex tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri tanpa diobati. Kondisi ini juga tidak berkaitan dengan penyakit lain. Hanya saja, bercak ini bisa timbul lagi, dan kadang bersamaan dengan siklus menstruasi.

Untuk memahami terjadinya penggumpalan darah, tubuh harus mempertahankan agar darah tetap berbentuk cairan dan tetap mengalir dalam sirkulasi darah. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi pembuluh darah, jumlah dan kondisi sel darah trombosit, serta mekanisme pembekuan darah yang harus baik. Pada kasus purpura simplex, penggumpalan darah atau pendarahan akan terjadi bila fungsi salah satu atau lebih dari ketiga hal tersebut terganggu.

Banyak pula ditemukan, pasien purpura simplex memiliki pembuluh darah kapiler yang rentan sehingga memudahkan terjadinya penggumpalan darah. "Ketika pembuluh darah rusak, darah akan bocor ke daerah sekelilingnya. Darah tersebut cenderung untuk berkoagulasi atau menggumpal. Ini yang menyebabkan terjadinya bercak biru atau memar," katanya.

Stres dan kelelahan
Banyak hal bisa menyebabkan penggumpalan darah. Yang paling mudah adalah trauma atau benturan secara fisik. "Namun, tidak menutup kemungkinan penggumpalan terjadi karena hal lain. Banyak orang yang mengaku mengalami bercak biru jika sedang stres, terlalu lelah, atau karena alergi. Untuk mengatasinya, ya dikurangi saja tingkatan stresnya atau perbanyak istirahat," ujarnya.

Faktor usia juga bisa membuat darah mudah menggumpal. Semakin tua seseorang, fungsi pembuluh darah ikut menurun. Lapisan kulit juga kehilangan banyak jaringan lemak yang bisa melindungi pembuluh dari benturan.

Untuk memastikan penyebab timbulnya bercak biru, Prof Zubairi menyarankan pasien memeriksakan diri ke dokter ahli penyakit dalam. Banyak pasien yang memeriksakan diri karena takut bercak biru itu merupakan pertanda penyakit berat. "Meski jarang, beberapa penyakit berat bisa ditandai oleh memar dan bercak biru. Kalau itu terjadi, tentu saja pasien memerlukan penanganan lebih lanjut," katanya. (GHS/Michael)

Editor: Anna

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/27/09125189/bercak.biru.bukan.karena.dijilat.setan

9 Kiat Hindari Kanker Prostat

9 Kiat Hindari Kanker Prostat
JUMAT, 9 OKTOBER 2009 | 09:18 WIB

KOMPAS.com - Kanker prostat memang menjadi suatu hal yang menakutkan bagi para pria, akan tetapi menurut penelitian, ada beberapa cara untuk mengurangi resiko terkena kanker prostat. Mau tau?

Makanlah lebih banyak makanan rendah lemak, tinggi serat, atau makanan yang mengandung asam lemak omega- 3, seperti produk kacang- kacangan contohnya tahu sutra dan kacang kedelai, tomat dan makanan yang mengandung saus tomat, sayur - sayuran seperti brokoli, kembang kol dan kol serta ikan salmon, tuna dan sarden.

Para peneliti juga menemukan cara - cara lain untuk membantu mengurangi resiko kanker prostat seperti meminum segelas anggur merah atau teh hijau, serta suplemen seperti vitamin D dan E serta selenium.

Usia di atas 50 tahun memang merupakan salah satu faktor resiko untuk kanker prostat. Lebih dari 65 persen dari seseorang yang baru didiagnosa kanker prostat berusia 65 tahun keatas. sebagai tambahan 90 persen dari kematian karena kanker prostat terdapt pada usia pria diatas 65,4 tahun.

Mari kita lihat beberapa faktor berikut ini yang bisa mengurangi resiko terkena kanker prostat :

1. Memperbaiki keadaan kesehatan umum.
Jaga agar berat badan Anda berada pada berat ideal untuk tinggi Anda. Jika Anda menderita obesitas maka temui ahli gizi untuk mengatur diet yang seimbang. Kombinasikan juga dengan kegiatan olahraga.
2. Minum banyak air. Air sangatlah esensial untuk kesehatan karena membantu mengurangi racun - racun dari dalam tubuh. Konsumsi air yang ideal setiap hari adalah 6 - 8 gelas sehari. Kopi dan teh tidak termasuk dalam konsumsi air.
3. Kurangi minum alkohol.
4. Makan makanan yang banyak mengandung likopen, contohnya tomat dan buah bit.
5. Makan makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti kacang kedelai dan produknya seperti tofu, atau susu kacang kedelai, salmon, tuna dan sarden.
6. Makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel
7. Kurangi konsumsi daging - dagingan dan lemak
8. Pastikan Anda mendapat cukup asupan selenium dan vitamin E
9. Terakhir, kurangi stres dan depresi. Carilah kesibukan atau olahraga demi membantu menenangkan pikiran.

dr. Intan Airlina Febiliawanti

Editor: Anna

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/09/09180039/9.kiat.hindari.kanker.prostat.

Pembunuh Sel Kanker dari Kunyit

Pembunuh Sel Kanker dari Kunyit
KAMIS, 29 OKTOBER 2009 | 07:36 WIB

KOMPAS.com - Ilmuwan Inggris sedang meneliti khasiat ekstrak berbahan dasar kunyit yang terdapat dalam makanan kari pedas. Dugaan awal, ekstrak tersebut berpotensi membunuh sel kanker.

Tak main-main, ekstrak itu bekerja pada 24 jam pertama sejak dikonsumsi. Bahan kimia tersebut—curcumin—telah lama diketahui memiliki daya memulihkan tenaga dan telah dites sebagai cara pengobatan radang sendi dan kepikunan.

Meskipun masih dalam skala laboratorium, tes oleh tim dari Cork Cancer Research Centre menunjukkan daya hancur curcumin terhadap sel-sel kanker kerongkongan.

Sejumlah ahli kanker menyebutkan, temuan yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer tersebut dapat membantu para dokter menemukan cara pengobatan di luar model pengobatan sekarang.

Seorang anggota tim peneliti, Dr Sharon McKenna, mengakui bahwa para peneliti telah lama tahu potensi bahan-bahan alami yang menyembuhkan sel-sel yang salah, seperti curcumin.

Para dokter di Inggris berharap pada temuan yang lebih maju untuk mengobati kanker kerongkongan. Setiap tahun sekitar 7.800 orang didiagnosis kanker kerongkongan di Inggris.

Kanker jenis itu menjadi enam besar kanker mematikan atau sekitar 5 persen dari angka kematian di Inggris. Dari sudut pandang sumber daya, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tanaman herbal berpotensi obat melimpah. (BBC NEWS/GSA)

Editor: acandra
Sumber : Kompas Cetak

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/10/29/07361843/Pembunuh.Sel.Kanker.dari.Kunyit

Rabu, 28 Oktober 2009

Menyusui Bagus untuk Kesehatan Jantung Ibu

Kamis, 15/10/2009 14:30 WIB

Menyusui Bagus untuk Kesehatan Jantung Ibu

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: topnews)
Pittsburgh, Seorang ibu yang memberikan ASI tidak hanya memberikan keuntungan kepada bayinya saja, karena ternyata menyusui juga bisa meningkatkan kesehatan jantung ibu. Hal ini berdasarkan laporan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology.

Peneliti melaporkan bahwa perempuan yang menyusui lebih dari 12 bulan bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 10 persen, selain itu juga secara signifikan mengurangi faktor risiko untuk penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi.

"Kami menemukan bahwa semakin lama ibu tersebut menyusui anaknya, maka risiko terkena serangan jantung, stroke dan penyakit jantung lainnya juga akan semakin kecil," ujar Dr. Eleanor Bimla Schwarz, seorang asisten profesor di University of Pittsburgh Center for Research on Health Care, seperti dikutip dari HealthDay, Kamis (15/10/2009).

Sudah menjadi rahasia umum bahwa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan akan memberikan manfaat yang besar pada bayi. Sebagai tambahan menyusui juga memberikan mafaat bagi ibunya seperti membantu menurunkan berat badan serta meningkatkan toleransi terhadap glukosa dan metabolisme kolesterol.

Pada penelitian ini menggunakan data dari Women's Health Initiative yang melibatkan 140.000 perempuan menopause dengan rata-rata usia 63 tahun. Perempuan tersebut memberikan informasi mengenai pola makannya serta sejarah menyusuinya, sedangkan peneliti mengumpulkan data BMI (body mass index/indeks massa tubuh), serta riwayat medisnya. Selama penelitian partisipan dikirimkan laporan medisnya dan waktu rata-rata penelitian ini adalah 8 tahun.

Peneliti menemukan bahwa perempuan yang tidak menyusui cenderung memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol normal dan penyakit jantung. Schwarz mengatakan bahwa perempuan yang menyusui hanya satu atau dua bulan saja bisa memperbaiki kesehatannya, tapi waktu menyusui yang lama akan memberikan manfaat yang lebih besar lagi.

Setelah setahun menyusui didapatkan bahwa kemungkinan mengalami tekanan darah tinggi menurun sebesar 12 persen, diabetes menurun sebesar 20 persen, tingkat kolesterol yang tidak normal menurun sebesar 19 persen dan risiko penyakit jantung menurun sebesar 9 persen dibandingkan dengan perempuan yang tidak menyusui.

"Banyak faktor yang memainkan peranan di sini, proses menyusui akan memobilisasi lemak dan memiliki dampak pada kolesterol. Hal ini juga meningkatkan kadar hormon oksitosin yang dapat membuat pembuluh darah menjadi rileks," ujar Dr. Nieca Goldberg, direktur dari New York University Langone Medical Center Women's Heart Program.

Namun bukan hanya faktor menyusui saja yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung, tapi pola hidup saat masih muda dulu juga turut berkontribusi. Untuk itu, jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, terapkan pola hidup sehat dan memberikan ASI pada anak Anda.