Tampilkan postingan dengan label Alergi Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alergi Air. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 November 2009

Saat Alergi Menyapa

Jumat, 23/10/2009 10:17 WIB

Saat Alergi Menyapa


img
(Foto: Indofarma)
Saat alergi datang, dia bisa pergi cepat atau malah betah menempel di tubuh Anda. Apa yang harus dilakukan jika alergi datang dan bagaimana pencegahannya.

Alergi bisa timbul karena faktor macam-macam mulai dari makanan, obat-obatan, cuaca, atau binatang.

Jika Anda mengalami kulit merah disertai dengan gatal, bersin-bersin, mata gatal bisa, hati-hati mungkin Anda menderita reaksi alergi.

Reaksi alergi atau disebut juga reaksi hipersensitivitas adalah suatu respons imun yang berlebihan dengan derajat bervariasi mulai dari yang ringan sampai berat terhadap substansi tertentu yang dalam keadaan normal sebenarnya tidak membahayakan.

Substansi yang menyebabkan reaksi alergi selanjutnya disebut dengan alergen. Reaksi antara alergen dan antibodi kita itulah yang menyebabkan alergi.

Jika Anda terkena alergi ingat-ingat dulu apa yang sudah Anda makan atau lakukan untuk mengenal pencetusnya. Kadang-kadang perawatan sendiri di rumah tidak cukup menghilangkan alergi.

Kalau sudah begitu segera berobat ke dokter karena jika salah-salah minum obat bisa memperparah alerginya.

Ada dua tipe reaksi alergi yaitu:

Reaksi alergi tipe cepat

  1. Reaksi alergi yang timbul dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam setelah kontak dengan alergen, lalu hilang dengan cepat pula.
  2. Bentuk klinik reaksi alergi tipe cepat ini seperti: shock anafilaktik, alergi terhadap debu rumah, asma bronkhial, dll.
  3. Reaksi anafilaksis dapat menakutkan, anak merasa tenggorokannya tersumbat atau pingsan

Reaksi Alergi tipe Lambat

  1. Reaksi alergi yang timbul dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari setelah kontak dengan alergen, tetapi hilang juga dalam waktu yang relatif lama pula.
  2. Bentuk klinik reaksi alergi tipe lambat ini seperti: hipersensitivitas terhadap bakteri, jamur, parasit, dll.

Untuk menghindari alergi cukup dengan bersabahat dengan alergi, artinya dengan mengenali alergen yang menyebabkan alergi kita bisa terhindar dari alergi. Akan tetapi jika reaksi alergi itu datang, mau tidak mau harus diobati. Pengobatan alergi adalah dengan obat anti-alergi.

Obat anti-alergi ini beragam jenisnya. Salah satunya adalah kelompok obat alergi anti-histamin 1 (AH-1). Saat ini PT Indofarma Tbk telah memasarkan obat AH-1 generik ini yaitu CETIRIZINE tablet 10 mg.

Keunggulan dari� produk ini adalah efektif dan cepat mengatasi alergi bersifat non-sedatif (tanpa atau sedikit menimbulkan rasa kantuk) dan cukup digunakan sekali sehari. CETIRIZINE ini termasuk obat ethical, artinya untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter. (Advetorial Indofarma)

Minggu, 25 Oktober 2009

Penyakit Langka Alergi Air

Rabu, 21/10/2009 16:00 WIB

Penyakit Langka Alergi Air, Hanya Dialami 40 Orang di Dunia

Nurul Ulfah - detikHealth


img
(Foto : Dailymail)
Walsall, Penyakit alergi banyak macamnya, mulai dari alergi debu, makanan, sampai alergi sperma. Tapi alergi yang diderita wanita asal Inggris ini sangat langka. Ia hanya bisa mandi 10 detik dalam seminggu karena menderita alergi air. Penderitanya hanya 1 banding 230 juta orang dan di dunia jumlahnya hanya 40 orang.

Michaela Dutton, seorang ibu muda (21 tahun) asal Walsall, Inggris itu diketahui memiliki kondisi kesehatan yang cukup unik sekaligus menakutkan. Dutton mengidap alergi air dan tidak bisa melakukan kontak apapun yang berhubungan dengan air.

Dutton menyadari penyakit alerginya itu ketika suatu hari anaknya meneteskan keringat di tangannya. Seketika itu, tangan Dutton pun menjadi merah-merah, melepuh dan kesakitan. Ia pun menjadi ketakutan jika kena air hujan dan selalu memakai payung kemanapun bepergian serta memakai baju tertutup.

Setelah diperiksa ke dokter, Dutton ternyata mengalami kondisi yang disebut Aquagenic Urticaria. Kondisi alergi itu ternyata menimpa satu dari 230 juta orang di dunia. Dokter mengatakan bahwa alerginya itu disebabkan karena gangguan ketidakseimbangan hormon setelah melahirkan.

Karena penyakitnya itu, Dutton pun tidak bisa berlama-lama dekat buah hatinya jika sedang berkeringat. Ia juga harus membatasi mandinya hingga 10 detik dalam seminggu, jika lebih dari itu kulitnya akan memerah seperti kulit yang terbakar.

Dutton pun tidak bisa minum air putih, jus atau teh karena tenggorokannya langsung sakit jika terkena minuman tersebut. Untungnya, ia masih bisa minum Coca Cola karena tubuhnya masih bisa mentolerir jenis minuman satu itu. "Mungkin karena ada karbon di dalamnya," ujar Dutton seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (21/10/2009).

"Saya merasa dipenjara dalam tubuh saya sendiri. Saya menjadi jarang bertemu teman-teman karena mereka mengira penyakit ini menular," tutur Dutton.

Dr Adrian Morris, seorang spesialis urticaria pun mengatakan bahwa saat hamil adalah saat yang paling berisiko seseorang mengalami alergi air atau urticaria. Sayangnya, hingga kini belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan alergi air.

"Penyakit ini memang aneh. Kami sudah mencoba memberikan obat anti histamin dan terapi sinar ultraviolet padanya, tapi tidak juga berhasil," ujar Nina Goad, seorang dokter di Wolverhampton’s New Cross Hospital yang juga anggota British Association of Dermatologists.

Goad mengatakan hanya ada 30-40 orang di dunia ini yang berhasil didiagnosa menderita alergi air sejak tahun 1964.

Gejala alergi air adalah beberapa menit setelah kontak dengan air, kulit akan memerah dan terasa sakit selama 15 menit hingga 2 jam atau lebih. Begitu juga ketika terjadi kontak air di tenggorokan setelah minum air atau minuman lainnya.

Meskipun penyebab sebenarnya masih misteri dan belum ada obatnya hingga kini, tapi para ahli percaya bahwa pemicunya adalah histamin. Ada juga yang mengatakan penyebabnya adalah ion-ion yang ada di air. Peneliti masih mencari tahu penyebab sesungguuhnya dan teknik pengobatannya pun hingga kini masih dikembangkan.