Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2011

Mitos Seputar Deodoran Pemicu Kanker

Mitos Seputar Deodoran Pemicu Kanker
Deodoran mengandung antiperspiran meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah mitos ini?
JUM'AT, 25 MARET 2011, 12:09 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Febry Abbdinnah

VIVAnews - Kandungan bahan kimia dalam produk kecantikan seringkali memicu perdebatan di tengah masyarakat. Informasi mengenai efek buruknya bagi kesehatan tak jarang berkembang liar menjadi sebuah mitos menyesatkan.

Seperti dikutip dari laman Shine, mitos semacam itulah yang memicu banyaknya wanita berhenti meninggalkan deodoran mengandung antiperspiran dan beralih ke deodoran yang lebih lembut. Mereka terjebak informasi yang menyebut antiperspiran dapat memicu kanker payudara.

Berikut lima mitos mengenai deodoran mengandung antiperspiran yang beredar di masyarakat:

1. Deodoran mengandung antiperspiran meningkatkan risiko kanker payudara.

2. Menggunakan deodoran sesaat setelah mencukur mengakibatkan zat kimia yang terkandung di dalamnya mudah menembus sel kulit. Ini memperbesar risiko munculnya kanker payudara.

3. Zat parabens di dalamnya dapat mengakibatkan penyakit.

4. Antiperspiran mencegah keringat keluar dari kulit, sehingga keringat yang banyak mengandung racun keluar melalui jalur lain seperti kelenjar getah bening. Racun pun akan menumpuk di jaringan payudara.

5. Pria memiliki risiko kanker payudara lebih rendah dibanding wanita. Ini karena deodoran terhalang rambut di ketiak pria dan tidak terserap langsung oleh kulit.

Menanggapi mitos yang berkembang liar tersebut, The American Cancer Society mengatakan bahwa semua informasi tersebut tidak benar. Hingga kini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa deodoran dapat memicu kanker payudara.

Fakta penelitian pada 2003 terhadap 813 wanita dengan kanker payudara dan 793 wanita tanpa kanker payudara menunjukkan, tidak ada hubungan antara kanker payudara dan penggunaan deodoran.

Jadi, Anda tidak perlu lagi khawatir menggunakan deodoran yang mengandung antiperspiran. Anda pun tetap dapat tampil percaya diri dan cantik, serta sehat dengan menggunakan produk deodoran kesayangan Anda.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi www.cancer.org. (pet)

• VIVAnews

Jumat, 07 Mei 2010

Mitos makanan ‘berbahaya’ yang terpatahkan

Mitos makanan ‘berbahaya’ yang terpatahkan

Yahoo-makanan

Agar Anda bisa kembali mengkonsumsi ‘makanan terlarang’, inilah mitos-mitos makanan yang telah dibantahkan. Selamat menikmati!

Mitos 1. Gula berkalori lebih tinggi dari pemanis lain
Ternyata… Pemanis seperti ‘madu alami’ terbentuk dari molekul gula yang sama, dan menghasilkan jumlah kalori yang sama, yaitu 4 kalori per gram. Gula natural membuat makanan bergizi terasa lebih nikmat tanpa membuat berat badan bertambah. Namun konsumsi gula tidak boleh lebih dari 10 persen dari total kalori yang diperlukan tubuh.

Mitos 2. Telur meningkatkan kadar kolesterol
Ternyata… Jenis kolesterol dalam telur tidak mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah. Jadi silakan menikmati telur untuk sarapan, makan siang dan makan malam, tanpa rasa bersalah! “Riset tidak pernah menunjukkan hubungan antara konsumsi telur dengan risiko penyakit jantung atau penyumbatan pembuluh darah,” ujar Don Layman, PhD., profesor di Fakultas Ilmu Makanan dan Nutrisi Universitas Illnois.

Mitos 3: Lemak jenuh meningkatkan kolesterol
Ternyata…Beberapa jenis lemak jenuh berguna bagi tubuh. Makanan seperti kelapa dan cokelat mengandung kolesterol yang disebut lemak jenuh yang ‘baik’. Ini bukan sebuah izin untuk bebas mengkonsumsi makanan berlemak jenuh karena lemak apapun cenderung berkalori besar.

Mitos 4: Menambah garam = membuat darah tinggi
Ternyata… Garam dalam air mendidih justru membuat sayuran lebih bernutrisi. Garam juga mempercepat proses memasak sehingga nutrisi yang hilang menjadi lebih sedikit. Penulis buku On Food & Cooking, Harold McGee, merekomendasikan satu sendok teh garam setiap satu gelas air. Jumlah sodium, penyebab darah tinggi, yang diserap makanan sangat kecil.

Mitos 5: Gorengan membuat gemuk
Ternyata...Gorengan yang sehat BISA dibuat, meski tidak termasuk ayam goreng restoran cepat saji Tapi jika menggunakan minyak nabati seperti kedelai, atau minyak kacang, Anda bisa membuat sajian gorengan yang lezat dan sehat.

Rabu, 05 Mei 2010

5 Mitos Seputar Kecantikan

Senin, 03/05/2010 09:30 WIB

5 Mitos Seputar Kecantikan

Kiki Oktaviani - wolipop

img
ist.
Jakarta - Perempuan masih sering percaya dengan mitos-mitos yang berkemang seputar kecantikan. Berikut lima mitos yang harus Anda ketahui.

Mitos 1: Menggosok Lemon Pada Gigi Akan Membuat Gigi Seputih Mutiara
Lemon yang digosokkan pada gigi sebenarnya tidak bekerja secara maksimal. Walaupun lemon dapat membuat tampak lebih cerah, namun ini tidak terlalu efektif untuk gigi. Jika ingin memaksimalkan hasil dari perawatan gigi, Anda bisa mencampur air lemon dan baking soda, lalu gosokkan pada gigi. Pakai 2-3 kali seminggu untuk hasil yang lebih masksimal.

Mitos 2: Kuku Palsu Akan Merusak Kuku Asli

Ini tidak benar, kuku palsu sama sekali tidak merusak kuku asli Anda. Jika Anda rajin melakukan perawatan kuku dan mencabut kuku palsu secara tepat dan hati-hati, dipastikan kuku tak akan rusak.

Mitos 3: Memotong Rambut Secara Teratur Membuat Rambut Mudah Tumbuh
Rambut akan tumbuh dengan jangka waktu yang sama dengan atau tanpa pemotongan rambut. Namun memotong rambut secara rutin akan membuat rambut lebih sehat.

Mitos 4: Badan Mungil Tidak Menarik Saat Memakai Lingerie

Tentu ini tidak benar. Ada banyak tipe lingerie di luar di sana yang disesuaikan dengan bentuk tubuh. Pilih push up bra untuk membuat dada Anda lebih berisi.

Mitos 5: Jerawat Disebabkan Oleh Kulit Berminyak
Jerawat tidak selalu disebabkan karena kulit berminyak. Jerawat terjadi karena kulit sangat sensitif dan mungkin menggunakan produk yang salah . Jadi jika Anda memiliki kulit berjerawat beralihlah ke produk kecantikan dengan formula sensitif dan lihat perubahan yang terjadi.

(kik/fta)