Selasa, 08 November 2011

Hindari Obesitas dengan Makan Perlahan


Rabu, 02/11/2011 17:32 WIB

Hindari Obesitas dengan Makan Perlahan

Eya Ekasari - wolipop

img
Dok. Thinkstock


Jakarta
 - Dalam rutinitas yang serba cepat, seringkali Anda terpaksa melahap makanan dengan terburu-buru. Waspadalah, karena kebiasaan itu justru bisa meningkatkan risiko terkena obesitas.

Penelitian terbaru telah membuktikan bahwa makan dengan cepat dapat menyebabkan diabetes pada saat usia lanjut. Orang yang menelan makanannya dengan cepat cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dibanding orang yang makan dengan santai.

Peneliti percaya bahwa makan cepat akan menghentikan produksi hormon peptida YY dan glukagon-peptida di usus yang berfungsi sebagai penunda nafsu makan pada otak. Hormon
yang seharusnya memberi tahu otak bahwa makanan di perut sudah penuh menjadi tidak berfungsi, sehingga membuat orang tidak merasa kenyang.

Kebiasaan makan cepat ini biasanya dilakukan oleh mereka yang sibuk seperti karyawan kantoran. Menurut professor Stephen Bloom dari Imperial College, London, "Makan cepat sambil mengerjakan pekerjaan di depan komputer akan mempercepat risiko obesitas."

Selain itu, mengonsumsi makanan dengan cara seperti ini juga berisiko tinggi terkena banyak macam penyakit. Hal ini karena, makan dengan cepat dapat meningkatkan kuantitas gula dalam darah dengan seketika.

"Tingkat glukosa pada orang yang memiliki Impaired Glucose Tolerance (IGT)biasanya menjadi lebih tinggi, sehingga mereka punya kemingkinan besar untuk terkena diabetes," ujar Dokter Pradeep Ratnaparkhi, seperti yang dikutip dari Times of India.

Oleh karena itu, Stephen Bloom menyarankan agar kebiasaan memakan terburu-buru segera dihilangkan. Menurutnya, kebiasaan makan secara perlahan bisa bantu orang hindari penyakit dan membuat tubuh menjadi tetap langsing.

(eya/hst)


http://www.wolipop.com/read/2011/11/02/173224/1758708/1135/hindari-obesitas-dengan-makan-perlahan

Sabtu, 05 November 2011

Viaclav, Obat Untuk Infeksi Bakteri Aerob dan Anaerob

Jumat, 04/11/2011 09:29 WIB 

Viaclav, Obat Untuk Infeksi Bakteri Aerob dan Anaerob

Adelia Ratnadita - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Deskripsi

Viaclav merupakan salah satu nama dagang dari Amoxicillin dan Clavulanate. Kombinasi Amoxicillin dan Clavulanate digunakan untuk mengobati infeksi bakteri di bagian yang berbeda dari tubuh. Amoxicillin Clavulanate merupakan kombinasi antibiotik dari kelompok obat yang dikenal sebagai penisilin dan beta laktamase inhibitor. Obat ini dapat bekerja dengan membunuh bakteri dan mencegah pertumbuhan bakteri. Namun, obat ini tidak akan bekerja untuk pilek, flu, atau infeksi virus lainnya. Obat ini hanya tersedia dengan resep dokter.

Komposisi

1. Per 500 mg kaplet Viaclav mengandung 500 mg Amoxicillin anhydrate dan 125 mg Clavulanic acid.
2. Per 5 mL syrup Viaclav mengandung 125 mg Amoxicillin anhydrate dan 31,25 mg Clavulanic acid.
3. Per botol Viaclav mengandung 1.000 mg Amoxicillin dan 200 mg Clavulanic acid.

Indikasi
Pengobatan infeksi yang disebabkan oleh produksi penicillinase gram positif dan gram negatif, bakteri aerobik dan anaerobik.

Kontraindikasi
Pasien yang memiliki riwayat alergi Penicillin.

Dosis

1. Kaplet
a. Dewasa & anak > 40 kg
- Infeksi biasa: 250 mg tiap 8 jam
- Untuk infeksi yang lebih parah dan infeksi saluran respirasi: 500 mg tiap 8 jam.
b. Anak < 40 kg
20 mg/kg berat badan setiap hari.

2. Syrup (Anak < 40 kg berat badan )
a. Infeksi biasa
20 mg/kg berat badan setiap 8 jam.
b. Otitis media, sinusitis, infeksi saluran respirasi, dan infeksi berat lainnya
40 mg/kg berat badan setiap 8 jam.

3. Injeksi
a. Dewasa & anak > 12 tahun
1 botol tiap 6-8 jam.
b. Anak 3 bulan-12 tahun
30 mg/kg tiap 6-8 jam
c. Bayi 0-3 bulan
30 mg/kg tiap 12 jam

Efek samping

Segera periksa ke dokter jika salah satu efek samping berikut terjadi:
1. Gatal
2. Gatal pada vagina atau daerah genital
3. Nyeri selama hubungan seksual
4. Kemerahan pada kulit
5. Ruam kulit

Sumber: MayoClinic, Drugs.com, eGeneralMedical

(ir/ir) 


http://www.detikhealth.com/read/2011/11/04/092938/1759861/769/viaclav-obat-untuk-infeksi-bakteri-aerob-dan-anaerob?l993306769

Nutrisi untuk Membersihkan Hati dari Racun

Sabtu, 05/11/2011 08:02 WIB 

Nutrisi untuk Membersihkan Hati dari Racun

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
(Foto: thinkstok)
Jakarta, Hati adalah organ penting dalam tubuh salah satunya untuk mengeluarkan racun. Untuk itu ketahui makanan apa saja yang bisa membantu pekerjaan hati dalam mendetoksifikasi racun.

Detoksifikasi adalah suatu proses menghilangkan racun-racun agar dikeluarkan oleh tubuh, karenanya jika hati mendapatkan nutrisi yang tepat bisa membantu meningkatkan kemampuan detoksifikasinya.

Beberapa hal bisa menjadi racun bagi tubuh seperti bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan olahan, hormon yang disuntikkan pada hewan serta insektisida pada tanaman yang tidak dicuci dengan bersih.

Organ hati akan bekerja keras untuk mengeluarkan racun dan lemak rusak yang dikonsumsi melalui makanan sehari-hari. Jika racun tersebut tidak dikeluarkan bisa memicu berbagai masalah dan penyakit di hati.

Meski begitu makanan yang digunakan untuk membersihkan hati harus makanan yang segar dan organik, atau membersihkan makanan tersebut dengan benar sehingga racun atau zat kimia dalam makanan tersebut hilang. Salah satu kandungan dari makanan yang diperlukan untuk menghindari kerusakan pada hati adalah antioksidan.

Berikut ini makanan yang bisa membantu hati dalam melakukan detoksifikasi, seperti dikutip dariLifemojo, Sabtu (5/11/2011) yaitu:

1. Bawang putih dan bawang merah, 1-2 bonggol bawang putih sebaiknya dimasukkan dalam pola makan setiap minggunya, bisa dimasukkan dalam tumis bersama sayuran atau ditambahkan dalam jus lemon segar. Selain itu bawang merah juga pembersih racun yang sangat baik.

2. Sayuran seperti kembang kol, kubis, brokoli, selada air dan bak choy adalah sayuran yang baik untuk detoks. Cobalah untuk menyertakannya dalam salad atau tumis sayuran.

3. Gandum murni seperti oatmeal menyediakan banyak serat sehingga sangat baik untuk mendetoksi hati, selain itu biji-bijian juga bagus untuk detoks seperti kacang merah dan barley.

4. Kunyit memiliki sifat antiseptik dan sangat baik dalam membantu proses detoksifikasi hati.

5. Buah berry, masukkan buah-buahan berry seperti stroberi, blueberry, raspberry dan blueberry dalam pembuatan smootihe, milk shake atau dimakan langsung.

6. Teh hijau, konsumsi teh hijau merupakan detoksifikasi yang sangat baik dalam membantu fungsi hati agar lebih efisien, serta kesehatan tubuh secara menyeluruh.

7. Kedelai, makanan ini sangat baik untuk detoks. Usahakan untuk minum susu kedelai baik yang manis atau tanpa pemanis, serta mengonsumsi makanan lain yang mengandung kedelai seperti tahu dan tempe.

8. Anggur merah, buah ini memiliki sifat detoksifikasi yang sangat baik karena membantu mengusir racun dan limbah. Anggur bisa dimakan langsung atau dicampur ke salad.

(ver/ir) 


http://www.detikhealth.com/read/2011/11/05/080244/1760791/766/nutrisi-untuk-membersihkan-hati-dari-racun?l991101755

Kamis, 03 November 2011

Multivitamin Tingkatkan Risiko Kematian?


Multivitamin Tingkatkan Risiko Kematian?

Suplemen mineral zat besi dan tembaga disebut sebagai penyebab kematian paling tinggi.

SELASA, 11 OKTOBER 2011, 17:08 WIB
Anda Nurlaila
VIVAnews - Suplemen atau multivitamin kerap digunakan untuk menunjang kebutuhan nutrisi harian. Namun, sebuah artikel dalam jurnalArchives of Internal Medicine terbaru melaporkan, konsumsi suplemen multivitamin dan mineral berhubungan dengan peningkatan angka kematian.

Studi mengumpulkan data dari studi kesehatan pada 38.772 wanita dengan usia rata-rata 61,6 tahun di Amerika Serikat. Peneliti memeriksa penggunaan suplemen pada tahun 1986, 1997 dan 2004. Mereka juga menemukan jumlah wanita yang mengasup suplemen meningkat lebih dari 22 persen antara 1986 dan 2004.

Hasilnya, penggunaan multivitamin seperti vitamin B6, asam folat, zat besi, magnesium, seng dan tembaga, berkaitan dengan peningkatan risiko kematian pada populasi. Dan, konsumsi mineral zat besi dan tembaga adalah penyebab terburuk.

"Para wanita dalam penelitian termasuk di luar normal (anomali)  karena mereka makan buah dan sayuran dua kali lebih banyak dari rata-rata nasional," jelas Michael Roizen, MD dari YouDoc.

"Multivitamin membantu diet yang tidak memadai, namun tingkat kematian tinggi dalam populasi tidak dapat diuji secara akurat terhadap mereka yang berdiet dua kali rata-rata nasional. "

Penelitian ini, menurut ahli adalah 'studi antara' yang masih membutuhkan beberapa penelitian kunci. Kemungkinannya, wanita dengan mortalitas yang lebih tinggi meningkatkan asupan multivitamin karena mereka merasa sakit dan mencoba membalikkan penyakitnya.

Roizen juga menjelaskan, studi tidak menyertakan suplemen yang meningkatkan harapan hidup seperti suplemen minyak ikan (DHA).
"Mereka tidak mempelajari asupan suplemen DHA atau minyak ikan, yang telah terbukti dapat melindungi dari degenerasi. Ini telah terbukti berguna dalam uji acak sebagai suplemen untuk wanita di atas 50. Dengan kata lain, bisa saja suplemen tidak menyebabkan tingginya kematian," ujar Roizen seperti dikutip dari Shine.

Suplemen zat besi dan tembaga, menurut studi, menyebabkan risiko kematian lebih besar dari 5 persen, namun dinilai masih lebih kecil.  "Suplemen zat besi menimbulkan risiko dan disarankan hanya untuk usia 50 tahun ke atas dan hanya diresepkan dokter. Hindari suplemen zat besi dan tembaga kecuali diperintahkan dokter," ujarnya.

Dia menyarankan, agar mengasup makanan alami untuk memperoleh manfaat dari berbagai nutrisi daripada menggunakan multivitamin. (umi)
• VIVAnews

Jumat, 30 September 2011

10 Menit Cegah Osteoporosis


10 Menit Cegah Osteoporosis

Kecukupan kalsium dan vitamin D sejak muda menjadi hal penting.

JUM'AT, 30 SEPTEMBER 2011, 06:54 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Gestina Rachmawati
VIVAnews - Pengeroposan tulang bisa disebabkan berbagai faktor. Selain genetik atau menopause dini, kurangnya asupan kalsium dalam tubuh juga bisa menyebabkan osteoporosis. Namun tahukah Anda, bahwa dengan meluangkan waktu 10 menit, Anda dapat mencegah penyakit ini.

"Di bawah kulit kita ada vitamin D. Saat terpapar cahaya matahari, vitamin itu akan aktif dan berubah menjadi vitamin D3. Bentuk aktif vitamin tersebutlah yang akan berguna bagi tulang," kata Dr. Siti Annisa Nuhonni, SpRM, ahli rehabilitasi medik FKUI-RSCM, di Jakarta.

Tak butuh waktu lama untuk mengaktifkan vitamin D3 dalam tubuh. Cukup 10 menit sebelum jam 9 pagi dan sesudah pukul 3 sore. Kecukupan kalsium dan vitamin D sejak muda menjadi hal penting yang harus diperhatikan jika ingin terhindar dari osteoporosis. Bagi usia produktif 19-50 tahun, kecukupan kalsium adalah 1000 mg perhari dan kebutuhan vitamin D adalah 200 UI (International Unit).

"Wanita Indonesia cenderung takut terkena sinar matahari, karena mereka takut hitam. Salah satu gaya hidup yang lain adalah pakai sunblock, padahal sunblock itu membuat sinar matahari terhalang untuk masuk ke dalam kulit," kata Dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, ahli gizi FKUI.

Sebenarnya, menurut dia, tidak perlu sampai berjemur, yang penting cukup terpapar sinar matahari saja. "Selain itu, jangan berhenti minum susu. Kecenderungan yang terjadi disini adalah anggapan bahwa susu hanya untuk anak kecil saja, padahal tidak," katanya.

Susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Kebutuhan protein yang seimbang dan olahraga teratur juga berfungsi untuk mencegah osteoporosis. "Tulang dari ikan mengandung kalsium yang sangat tinggi, akan lebih bagus kalau makan ikan bersama tulangnya, seperti ikan teri," kata dokter Nuhonni.
• VIVAnews

Meninggal Usai Kerokan Banyak Dipicu Karena Sakit Jantung

Kamis, 29/09/2011 18:01 WIB 

Meninggal Usai Kerokan Banyak Dipicu Karena Sakit Jantung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
foto: Thinkstock
Jakarta, Gejala yang menyertai serangan jantung seringkali mirip orang masuk angin. Akibatnya bukan buru-buru dilarikan ke rumah sakit, tetapi malah dikerok biar anginnya keluar hingga akhirnya terlambat mendapat pertolongan lalu meninggal.

Masuk angin memang tidak dikenal dalam istilah kedokteran, namun biasanya didefinisikan sebagai kumpulan dari berbagai keluhan tidak enak badan. Keluhan yang dimaksud sangat beragam, mulai dari perut kembung, mual-mual hingga badan terasa pegal di semua bagian.

Dalam banyak kasus, serangan jantung juga sering didahului dengan keluhan-keluhan yang mirip masuk angin khususnya pegal-pegal dan rasa tidak enak badan. Akibatnya gejala itu sering tidak ketahuan, lalu hanya dikerok karena dikira masuk angin.

"Banyak yang meninggal setelah dikerok, itu karena sebenarnya sakit jantung. Ketika muncul gejala, seharusnya buru-buru dibawa ke rumah sakit dan bukan cuma dikerok," ungkap Prof Dr Budhi Setianto, SpJP, FIHA dari Pusat Jantung Nasional dalam jumpa pers Cintai Hidup Cintai Jantung di FX Plaza, Senayan, Kamis (29/9/2011).

Lebih lanjut Prof Budhi menjelaskan, penyebab orang meninggal setelah dikerok memang bukan kerokannya itu sendiri. Namun kerokan pada orang yang sebenarnya mengalami serangan jantung akan memberi jeda terlalu lama untuk mendapat pertolongan, sehingga terlambat dan akhirnya tidak terselamatkan.

Agar tidak salah memberikan penanganan, Prof Budhi memberikan tips untuk membedakan gejala serangan jantung dengan rasa tidak enak badan akibat masuk angin. Menurutnya, gejala yang spesifik pada serangan jantung dan tidak ada pada masuk angin biasa adalah nyeri dada.

"Nyeri dada pada serangan jantung bukanlah nyeri pada tulang atau kulit, tetapi nyeri dari dalam dan rasanya tidak hilang-hilang. Kalau sudah seperti itu dan memang punya faktor risiko jangan dikerok, langsung saja dibawa ke rumah sakit," pesan Prof Budhi.

Faktor risiko untuk mengalami serangan jantung sangat beragam, mulai dari tekanan darah tinggi hingga kegemukan yang ditandai dengan indeks massa tubuh di atas 25 kg/m2. Kelebihan lemak dan kolesterol jahat di dalam tubuh juga termasuk faktor risiko serangan jantung.

(up/ir) 


http://www.detikhealth.com/read/2011/09/29/180158/1733533/763/meninggal-usai-kerokan-banyak-dipicu-karena-sakit-jantung?l993306763

Selasa, 13 September 2011

10 Negara Terbaik untuk Merawat Anak Sakit, RI Urutan 110

Selasa, 13/09/2011 18:10 WIB 

10 Negara Terbaik untuk Merawat Anak Sakit, RI Urutan 110

Adelia Ratnadita - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Save the Children Index mengurutkan 161 negara di dunia untuk perawatan anak yang sakit. Peringkat 10 terbaik didominasi negara-negara Eropa, sedangkan Indonesia ada di urutan 110.

Untuk kawasan Asia Tenggara, Indonesia kalah dari Singapura (peringkat 39), Malaysia (peringkat 69), Thailand (peringkat 79), Vietnam (peringkat 92) dan Filipina (peringkat 101). Dan dibawah Indonesia ada Myanmar (112), Timor Leste (154) dan Laos (159).

Singapura tercacat sebagai negara terbaik di Asia dengan mengalahkan Korea Selatan (44), Jepang (50), Korea Utara (53), China (72) dan India (137).

Penilaian mengenai negara-negara terbaik untuk merawat anak yang sedang sakit salah satunya berdasarkan pada berapa banyak petugas kesehatan yang tersedia untuk mengurus anak.

Peringkat ini didasarkan pada jumlah petugas kesehatan (seperti dokter, perawat, dan bidan) yang tersedia untuk setiap 10.000 orang di suatu negara, serta jangkauan mereka terhadap penduduk.

Selain itu, faktor proporsi anak-anak yang mendapatkan vaksinasi, serta ibu-ibu yang bisa mendapatkan perawatan darurat selama persalinan juga merupakan pertimbangan dalam ditentukannya urutan negara tersebut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 23 petugas kesehatan untuk pelayanan 10.000 orang merupakan jumlah yang optimal untuk perawatan ibu dan anak-anak sesuai kebutuhan.

Amerika Serikat memiliki sekitar 125 petugas kesehatan untuk setiap 10.000 orang, maka negara tersebut berada pada urutan nomer 15, menurut indeks Save the Children. Sedangkan Somalia dan Chad berada pada urutan paling bawah, yaitu dengan rata-rata 7 petugas kesehatan untuk setiap 10.000 orang.

"Dalam beberapa negara-negara yang berada pada peringkat bawah, petugas kesehatan sangat terkonsentrasi di daerah perkotaan atau kota. Sehingga penduduk yang berada pada lingkungan pedesaan, mengalami kesulitan untuk mendapatkan perawatan kesehatan," laporan Save the Children, seperti dikutip dari Aol Healthy Living, Selasa (13/9/2011).

Negara-negara barat kebanyakan menduduki peringkat atas. Sedangkan negara-negara di Asia dan Afrika, kebanyakan mendominasi peringkat bawah. Berikut ini adalah 10 negara yang berada di peringkat atas, untuk perawatan anak-anak yang sedang sakit, antara lain:
  1. Swiss
  2. Finlandia
  3. Irlandia
  4. Norwegia
  5. Belarus
  6. Denmark
  7. Swedia
  8. Kuba
  9. Uzbekistan
  10. Jerman

Seperti halnya di Indonesia perawatan kesehatan yang layak hanya terpusat di daerah perkotaan saja. Sedangkan di daerah yang terpencil dan sangat terpencil belum mempunyai fasilitas dan tenaga medis yang mencukupi, meskipun hanya untuk pelayanan kesehatan dasar saja.

Menurut peringkat yang mencantumkan 161 negara yang disusun oleh nonprofit Save the Children, Indonesia juga termasuk dalam negara-negara yang berada pada peringkat bawah, yaitu menduduki peringkat 110. Beberapa masalah mengenai tenaga kesehatan di Indonesia, antara lain:
  1. Distribusi tenaga kesehatan yang tidak optimal.
  2.  Formasi terbatas
  3. Output tenaga kesehatan tertentu tidak dapat dikendalikan.
  4. Daerah belum menyiapkan dana dan sarana untuk kesiapan sumber daya kesehatan, dalam mengantisipasi otonomi daerah.
  5. Pengangkatan Pegawai Tidak Tetap (PTT) baru terbatas pada dokter spesialis, dokter, dokter gigi, dan bidan.
  6. Insentif pusat hanya untuk PTT di daerah sangat terpencil.
  7. Tidak semua daerah mengalokasikan dana untuk insentif.
  8. Besaran insentif bervariasi.

Sedangkan, upaya yang telah dan akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia, meliputi:
  1. Mengembangkan sistem insentif untuk tenaga PTT yang bekerja di daerah sangat terpencil.
  2. Penugasan khusus pada pulau-pulau terluar.
  3. Kerjasama dengan Universitas Negeri/ Fakultas Kedokteran dalam penempatan dokter spesialis/residen senior, khusus di daerah-daerah terpencil, tertinggal, dan perbatasan.
  4. Memberikan bantuan pendidikan spesialis utk percepatan peningkatan pelayanan Spesialistik (diutamakan untuk pemenuhan pada RS/RSUD yg sulit pemenuhannya).
  5. Kebijakan pengangkatan tenaga medis sampai dengan usia 46 th utk mengisi kebutuhan daerah terpencil.
  6. Menetapkan Permenkes 949/2007 disempurnakan dengan Permenkes 1239/2007 tentang kriteria Saryankes (sarana layanan kesehatan) di daerah terpencil.
(mer/ir)


http://www.detikhealth.com/read/2011/09/13/173436/1721586/763/10-negara-terbaik-untuk-merawat-anak-sakit-ri-urutan-110?l991101755

Wah! Sperma Bisa Dibuat dari Embrio Wanita

Selasa, 13/09/2011 18:21 WIB 

Wah! Sperma Bisa Dibuat dari Embrio Wanita

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Newcastle, Pasangan wanita homoseksual (lesbian) biasanya harus mendapatkan donor sperma agar bisa memiliki anak. Kini ilmuwan tengah mengembangkan sel sperma dari embrio perempuan, sehingga pasangan lesbian bisa memiliki anak biologisnya sendiri.

Sebelumnya, ilmuwan di Inggris telah berhasil membuat sel sperma primitif dari sel sumsum tulang laki-laki. Kini dalam studi terbaru, ilmuwan kembali mengulang prestasi dengan membuat sel sperma dari sel induk embrio perempuan.

Dengan hasil penelitian ini memungkinkan pasangan lesbian untuk memiliki anak satu hari nanti, yaitu dengan membagi kedua gen menjadi sperma yang diciptakan dari sumsum tulang salah satu perempuan, yang kemudian dapat digunakan untuk membuahi sel telur dari pasangannya.

Laki-laki dan perempuan berbeda karena kromosom seks. Laki-laki dan perempuan memiliki kromosom X,-- perempuan XX dan laki-laki XY--, tetapi hanya laki-laki yang memiliki kromosom Y yang membawa beberapa gen yang dianggap penting untuk membuat sperma, sehingga memunculkan skeptisisme dengan adanya berita sel induk perempuan yang bisa digunakan untuk membuat sperma.

Pada April 2010, Prof Karim Nayernia, seorang profesor dari Stem Cell Biology di Newcastle University, telah menjadi berita utama karena mengambil sel induk (stem cell) dari laki-laki dewasa dan membuatnya berkembang menjadi sperma primitif.

Kini ia telah berhasil mengulangi prestasi dengan menciptakan sel sperma primitif dengan sel induk embrio perempuan dalam pekerja yang tidak dipublikasikan, seperti dilansir Telegraph, Selasa (13/9/2011).

Langkah berikutnya adalah untuk membuat sperma primitif mengalami miosis, sehingga memiliki jumlah bahan genetik yang tepat untuk fertilisasi atau pembuahan.

Prof Nayernia menunjukkan potensi metode ini pada tahun 2006, ketika ia menggunakan sperma yang berasal dari sel induk embrio laki-laki untuk membuahi tikus untuk menghasilkan tujuh anak anjing, enam diantaranya dapat hidup hingga dewasa. Dia sekarang optimistis tentang prospek penelitian sperma dari embria perempuan ini.

"Saya pikir, pada prinsipnya, ini secara ilmiah dapat terjadi," tutur Prof Karim Nayernia, seperti dilansirNew Scientist.

Dia mengatakan telah mendapatkan persetujuan etis dari universitas untuk menggunakan sel-sel induk sumsum tulang dari perempuan untuk memulai percobaan membuat sperma dari embrio perempuan.

(mer/ir)


http://www.detikhealth.com/read/2011/09/13/182137/1721708/763/wah-sperma-bisa-dibuat-dari-embrio-wanita?l991101755