Kamis, 01 September 2011

Pegowes Bisa Hidup 5 Tahun Lebih Lama Jika Berani Ngebut

Rabu, 31/08/2011 10:02 WIB 

Pegowes Bisa Hidup 5 Tahun Lebih Lama Jika Berani Ngebut

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

img
Foto: Thinkstock
Copenhagen, Besarnya manfaat bersepeda tidak hanya ditentukan oleh lamanya mengayuh pedal, tetapi juga oleh intensitasnya. Makin kencang kayuhannya, peluang untuk hidup 5 tahun lebih lama jadi lebih besar, dengan catatan tidak mengalami kecelakaan.

Sejumlah penelitian terdahulu membuktikan, hobi bersepeda bisa mengurangi berbagai risiko penyakit kronis termasuk hipertensi atau tekanan darah tinggi maupun diabetes atau kencing manis. Berkurangnya risiko penyakit kronis juga berarti harapan hidupnya tambah panjang.

Seperti halnya jenis-jenis olahraga kebugaran yang lain, selama ini para ahli mengira bahwa manfaat bersepeda lebih ditentukan oleh durasinya. Makin lama mengayuh sepeda, makin bugar kondisi fisik seseorang dan panjang peningkatan pula harapan hidupnya.

Namun penelitian terbaru yang dilakukan Dr Peter Schnohr dariBispebjerg University Hospital menunjukkan, khusus pada olahraga bersepeda durasi tidak terlalu berpengaruh. Besarnya manfaat justru ditentukan oleh intensitas, dalam arti seberapa kuat pegowes mengayuh sepedanya.

Makin kuat kayuhannya, laju sepeda makin kencang dan manfaat yang diperoleh bisa lebih besar. Berdasarkan pengamatan terhadap 5.000 orang di Copenhagen, pegowes yang sering ngebut atau bersepeda dengan kecepatan tinggi bisa hidup rata-rata 5 tahun lebih lama.

Manfaat bersepeda dengan kecepatan tinggi lebih terasa pada laki-laki, yakni bisa meningkatkan harapan hidup hingga 5,3 tahun. Pada perempuan, peningkatan harapan hidupnya lebih kecil yakni 3,9 tahun.

Meski begitu, bersepeda dengan kecepatan normal juga tetap bisa memberikan manfaat khususnya dalam memperpanjang usia harapan hidup. Pada laki-laki, bersepeda dengan kecepatan normal bisa memperpanjang usia hingga 2,9 tahun sedangkan pada perempuan sekitar 2,2 tahun.

Bahkan dengan kecepatan paling rendah, bersepeda secara teratur sudah bisa memberikan manfaat. Risiko kematian dini karena penyakit kronis secara umum bisa dikurangi sebesar 56 persen, sedangkan kematian akibat sakit jantung secara khusus dapat ditekan hingga 74 persen.

"Yang paling menentukan adalah intensitasnya, bukan durasinya. Dalam penelitian ini, lamanya bersepeda untuk mendapatkan hasil maksimal cukup 30-60 menit/hari," tegas Dr Schnohr seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (31/8/2011).


(up/ir)


http://www.detikhealth.com/read/2011/08/31/100259/1713849/766/pegowes-bisa-hidup-5-tahun-lebih-lama-jika-berani-ngebut?ld991103763

Plus Minus dari Olahraga Lari, Renang dan Sepeda

Senin, 25/04/2011 07:38 WIB 

Plus Minus dari Olahraga Lari, Renang dan Sepeda

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Bisa jadi lari, sepeda dan renang adalah 3 jenis olahraga yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Tapi bagaimana perbandingan dari ketiga jenis olahraga ini?

Lari, sepeda dan renang adalah latihan kardio yang paling populer dan hampir semua orang memiliki akses untuk melakukannya. Semua kegiatan ini bisa memberikan tubuh yang sehat dan pembakar kalori yang sangat baik.

Untuk mengetahui perbedaan ketiganya, maka simaklah perbandingan ketiga jenis olahraga ini seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (25/4/2011) yaitu:

Kemampuan membakar kalori

  1. Lari: olahraga ini merupakan pembakar kalori terbaik diantara yang lain, seseorang bisa saja membakar 500-800 kalori per jam
  2. Sepeda: olahraga ini umumnya membakar kalori sebanyak 350-650 kalori per jam
  3. Renang: olahraga ini bisa membakar 350-700 kalori per jam

Risiko cedera

  1. Lari: merupakan salah satu olahraga dengan rawan cedera tertinggi akibat adanya tekanan yang terkait dengan latihan tersebut
  2. Sepeda: olahraga ini memiliki dampak risiko yang rendah
  3. Renang: olahraga ini memiliki dampak risiko yang lebih rendah pada tungkai, sendi dan otot karena adanya sifat mendukung dari air. Studi menunjukkan olahraga dalam air setinggi pinggang akan mengurangi tekanan pada sendi sebesar 50 persen, jika setinggi dada mengurangi tekanan pada sendi sebanyak 75 persen. Hal ini membuat olahraga kolam bagus untuk orang yang baru pulih dari cedera.

Biaya

  1. Lari: biaya yang dikeluarkan bisa dibilang tidak ada karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, hanya dibutuhkan sepasang sepatu lari yang nyaman.
  2. Sepeda: biaya yang dikeluarkan terbilang mahal, hal ini tergantung dari jenis sepeda yang dipilihnya.
  3. Renang: olahraga ini terbilang murah dari segi peralatan, yang dibutuhkan hanya sebuah akses mudah untuk masuk ke kolam renang.

Efek terhadap tubuh

  1. Lari: termasuk latihan beban yang bisa membantu membangun kepadatan tulang dan melindungi dari osteoporosis. Latihan ini bagus untuk kaki terutama betis dan paha belakang.
  2. Sepeda: latihan ini bagus untuk membentuk dan mengencangkan paha, paha depan, otot-otot betis dan daerah panggul.
  3. Renang: latihan ini umumnya memberikan manfaat bagi tubuh secara menyeluruh, tapi secara konsisten bisa membangun kepadatan kaki, punggung, bahu dan otot lengan.

Manfaat secara kardio

  1. Lari: meningkatkan aliran darah dan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh sehingga bermanfaat bagi memori, konsentrasi dan ketahanan fisik.
  2. Sepeda: latihan ini baik untuk jantung dan dapat mengurangi timbulnya penyakit jantung.
  3. Renang: melatih tubuh agar bisa menggunakan oksigen secara efisien.

Tidak dianjurkan pada

  1. Lari: orang yang memiliki masalah dasar pada jantung sebaiknya menghindari olahraga ini, serta orang dengan masalah pada pergelangan kaki, lutut dan sendi pinggul.
  2. Sepeda: olahraga ini tidak dianjurkan pada orang yang memiliki masalah tubuh bagian belakang dan rheumatoid
  3. Renang: olahraga ini tidak dianjurkan pada orang yang fobia terhadap air

Bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, asma, angina (gangguan jantung), tekanan darah tinggi atau baru melakukan operasi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Karenanya pemilihan jenis olahraga yang tepat sepenuhnya tergantung pada kondisi kesehatan serta tujuan dari berolahraga.

(ver/ir)


http://www.detikhealth.com/read/2011/04/25/073834/1624263/766/plus-minus-dari-olahraga-lari-renang-dan-sepeda?ld991107763

Senin, 29 Agustus 2011

Telur Ayam

Telur Ayam

August 29, 2011


Kali ini SpidoBekas akan mencoba menjadi sedikit lebih ilmiah dengan bikin postingan yang berbau sains. tapi untuk permulaan gw bikin postingan di bidang sains gw mau mulai dulu dari ilmu pengetahuan di bidang makanan…tetep aja

gw akan mulai bahas mengenai telur ayam, yak telur ayam…khusus telur ayam bukan telur yang lain.

Telur sebuah persembahan dari AYAM

Telur sebuah persembahan dari AYAM

kebanyakan telur dari hewan jenis burung dan reptilia sebenarnya bisa aja dimakan semuanya. tapi ya lazimnya manusia biasa kebanyakan makan telur ayam, karena produksinya bisa cepat dan massal. jadi bisa stok banyak. yaa kebayang gak sih kalo lo makan telur buaya, udah ngambilnya harus taruhan nyawa, udah gitu sekali bertelur lebih dikit dia.

telur ayam biasa dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari, makanan pendamping, atau bahkan untuk obat. telur ayam disamping enak dan memiliki harga terjangkau, ternyata juga banyak memiliki manfaat di antaranya:

  1. mempunyai kandungan gizi yang cukup lengkap. gizi yang terkandung di dalam telur ayam per 100 gram-nya memiliki kandungan 174 kalori, 10,8 gram protein, 4,9 miligram zat besi, dan 61,5 gram retinol atau biasa disebut sebagai vitamin A. jadi bisa dibilang makan telur ayam sangat bermanfaat untuk anak-anak yang lagi di masa pertumbuhan
  2. membantu mengembalikan stamina tubuh. karena kandungan protein yang cukup jadi telur ayam bisa ‘kasih makan’ buat otot lo yang udah seharian capek beraktivitas, tapi gak begitu aja lo langsung seger, ya gimana juga tubuh lo butuh istirahat juga
  3. dapat membantu menyembuhkan penyakit jantung koroner, kencing manis, sakit di usus besar, atau maag. nah cocok nih buat penderita maag karena gw juga punya maag, setelah rutin makan telur ayam jadi sembuh
  4. protein sempurna untuk otot. nah ini dia khusus kaum lelaki yang masih merasa macho dan jantan, protein putih telur punya nilai biologis atau BV (bilogical value) yang paling tinggi kandungannya. jadi stop dreaming, feed egg up !
  5. mengurangi berat badan. tips untuk lo yang merasa agak ‘keberatan’ dari segi fisik dan hidupnya sarapan pake telur ayam bisa kasih tenaga untuk tubuh lo untuk membakar lemak dan kalori sambil bentuk otot lo. Sebuah penelitian di Pennington Biomedical Research Center membuktikan bahwa mereka yang mengonsumsi dua putih telur setiap pagi, berat badannya berkurang hingga 65% dan merasa lebih berenergi, daripada mereka yang hanya mengonsumsi roti biasa (sumber)

tapi ada yang perlu gw ingatkan ke lo semua, telur ayam kan punya kuning telur nya tuh. nah kuning telurnya ini punya banyak kandungan kolestrol, jadi waspada ya bagi lo yang punya hipertensi atau hiperkolesterol. khusus untuk yang lagi punya impian untuk punya badan atletis, gw saranin kalo makan telur, makan yang putihnya aja, terus lebih baik makan telur ayam yang direbus karena kalo digoreng pasti banyak minyaknya dah…gak bagus tuh.

nah bagi yang mau telur rebus, biasanya kalo dimakan dalam keadaan setengah matang katanya lebih bagus, tapi kalo gw biasanya makan telur rebus tiap malam, gw bikin sampe mateng, karena kalo setengah matang menurut gw cukup menjijikan, iuuuhh…

bagi lo yang mau bikin telur rebus yang sempurna matangnya, ini gw kasih tips untuk memasak telur rebus yang baik menurut gw:

Tips Merebus Telur Ayam:

  1. sebelum direbus, buat retakan kecil di permukaan telur (jangan sampe pecah, jangan terlalu besar juga retakannya). langkah ini gw lakukan supaya panas dari air rebusan nya bisa masuk ke dalam telur dengan sempurna
  2. isi panci lo dengan air mentah dan masukan telur ayamnya. usahakan 3/4 bagian telurnya tenggelam
  3. terus mulai proses rebusan dengan api yang sedang
  4. tunggu sekitar 15 menit, sambil dibolak balik telurnya biar bagian telur yang terapung di atas juga bisa dipanasin di bagian bawah air
  5. cek kalo retakannya makin besar berarti telur lo udah matang dengan baik
  6. gw biasa makan telur ayam rebus tiap malam ditambah sedikit garam sebagai sausnya, enak dah…apalagi kalo selain garam ada merica juga

konsumsi telur ayam bagus buat para kaum lelaki. karena kandungan proteinnya cukup banyak untuk perkembangan otot, menambah stamina, dan bisa bikin lebih perkasa, huehehe…

makan telur emang baik buat jaga kesehatan badan lo dan membuat lo terus bugar setiap hari, imbangin dengan konsumsi air putih yang banyak juga ya guys, untuk menetralisir racun-racun yang ada di dalam tubuh lo.

sekian info dari SpidolBekas…terima kasih sampai jumpa !!

http://spidolbekas.wordpress.com/2011/08/29/telur-ayam/

Minggu, 28 Agustus 2011

Susu Tak Hanya Penting untuk Anak! Usia Produktif Juga Perlu

Susu Tak Hanya Penting untuk Anak! Usia Produktif Juga Perlu

Ilustrasi dok: Thinkstock

TRIBUNNEWS.COM - Susu tidak hanya penting bagi bayi dan balita, susu juga bermanfaat di semua tahapan usia. Susu juga harus dikonsumsi oleh mereka di usia produktif, karena bermanfaat untuk pencegahan penyakit seperti osteoporosis di kemudian hari, perlindungan terhadap kanker usus besar, menurunkan risiko PMS dan migren, kekokohan tulang, mencegah kegemukan (peningkatan oksidasi lemak tubuh).

"Susu juga membantu terapi kanker payudara, membantu kontraksi otot, pembekuan darah, kontrol tekanan darah, menjaga fungsi dinding sel tubuh (kandungan kalsium), mempertahankan kesehatan dan status gizi (kandungan protein, vitamin dan mineral)," ungkap ahli gizi, Dr.dr. Saptawati Bardosono Msc di Jakarta belum lama ini.

Pada anak, susu berfungsi untuk menguatkan otot, tulang dan gigi (kandungan kalsium) juga untuk pertumbuhan dan pemeliharaan (kandungan protein), membantu fungsi normal otak dan sistem saraf serta pembentukan sel darah merah (kandungan vitamin B12).

"Bagi usia remaja, kandungan protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin B, A dan D yang terkandung pada susu bermanfaat untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan yang cepat selama masa pubertas, juga membantu mengokohkan tulang dan gigi," papar Saptawati.

Sedangkan untuk usia lanjut, dengan kecukupan asupan kalsium dan vitamin D dapat menurunkan risiko jatuh dan patah tulang, dan kecukupan asupan protein dapat mencegah kehilangan massa otot, serta pencegahan terhadap penyakit osteoporosis.

http://id.berita.yahoo.com/susu-tak-hanya-penting-untuk-anak-usia-produktif-055730766.html

Menyimpan ASI

Menyimpan ASI

Ilustrasi dok: Thinkstock

Tanya:

Yth Tim Konselor Laktasi Kemang Medical Care dan Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) cabang DKI Jakarta.

Teman saya Oktober mendatang akan mulai masuk kantor setelah cuti melahirkan. Dia bingung haruskah membeli kulkas khusus untuk menyimpan ASI perah? Lebih baik mana, kulkas ataukah freezer? Lantas, sebanyak apa minimum persediaan ASI yang harus disiapkan sebelum masuk kantor? Bagaimana dengan wadah kemasannya, sebaiknya pilih yang berbahan apa? Teman saya memerah dengan tangan, apakah sebaiknya hasil perahnya langsung dimasukkan ke dalam botol atau seperti apa baiknya? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Salam,

Mommy Rio


Jawab:

Mommy Rio yang baik,

Kembali masuk bekerja setelah cuti bagi ibu yang sedang menyusui bayinya memang seringkali menimbulkan kebingungan dan pertanyaan. Untuk teman Mommy Rio, mungkin informasi berikut ini bisa berguna:

1. Beli kulkas baru?

Seberapa sering kulkas dibuka, jika memang dalam sehari kulkas sering dibuka sehingga bisa menjadikan suhu di dalam kulkas tidak terlalu dingin, mungkin perlu dipertimbangkan untuk membeli kulkas khusus guna menyimpan ASI. Namun jika kulkas jarang dibuka dan tidak banyak benda-benda yang berada di dalamnya, maka bisa mempergunakan kulkas lama. Yang perlu diperhatikan adalah kadar kedinginan suhunya, yang ideal adalah 0°- 4° celcius untuk bagian yang di luar freezer, dan sekitar -15° celcius untuk bagian freezer kulkas satu pintu

2. Freezer atau kulkas?

Yang perlu dipertimbangkan adalah berapa lama kebutuhan penyimpanan ASI perah tersebut. Bagian freezer kulkas satu pintu (suhu -15° celcius) dapat tahan menyimpah ASI perah selama dua minggu. Sedangkan untuk kulkas dua pintu, bagian freezer-nya (suhu -18° celcius) dapat menyimpan ASI perah sampai dengan jangka waktu tiga bulan. Jika membutuhkan jangka waktu lebih lama lagi untuk menyimpan ASI perah, maka penggunaan freezer tunggal dapat dipertimbangkan.

3. Jumlah minimum persediaan ASI perah.

Sebenarnya tidak ada jumlah minimum yang harus bisa dicapai ibu untuk bisa menyiapkan cadangan ASI perah. Yang disarankan, ibu memerah dan menyimpan stok sebanyak-banyaknya, jika mungkin proses ini dimulai sekitar satu bulan sebelum mulai masuk kerja kembali. Tujuannya agar ibu semakin terbiasa memerah ketika masuk kerja nanti dan untuk menyiapkan cadangan ASIP.

4. Wadah ASI perah.

Untuk penyimpanan, dapat menggunakan botol kaca, botol plastik PP, atau plastik untuk ASI

5. Memerah langsung ke dalam botol?

Yang disarankan untuk penampung ASI ketika memerah adalah wadah yang bermulut lebar (misalnya mangkuk kecil), karena jika memerah dengan tangan, dan teknik memerahnya baik, biasanya ASI akan memancur keluar dari payudara dengan deras. Jadi cukup menyulitkan jika langsung ditampung dengan botol. Selain itu pembersihan wadah dengan mulut lebar juga akan lebih mudah. Jadi sebaiknya untuk penampungan awal hasil pemerahan menggunakan wadah bermulut lebar, kemudian baru dipindahkan ke wadah yang akan dipakai sebagai tempat penyimpanan ASI perah tersebut di kulkas atau freezer.

Semoga bermanfaat.



Dedi Setiawan, IBCLC.
Tim Konselor Laktasi Kemang Medical Care




Konsultasi Laktasi diasuh oleh Tim Konselor Laktasi Kemang Medical Care danPerkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) cabang DKI Jakarta. Kirimkan pertanyaan Anda kelaktasi@rol.republika.co.id

http://id.berita.yahoo.com/menyimpan-asi-100124656.html

Minggu, 07 Agustus 2011

Langkah-langkah Mudah Membersihkan Perhiasan di Rumah

  • Tak semua orang memiliki waktu untuk membersihkan koleksi perhiasannya di tempat khusus. Untuk menghemat waktu dan biaya, Anda bisa melakukannya sendiri, asalkan tahu langkah tepatnya.



    Berikut beberapa kiat untuk membersihkan perhiasan seperti yang dikutip dari Lushae Jewelery.

    Sebelum membersihkan, pastikan perhiasan Anda dalam kondisi prima, misalnya, tidak ada mata (batu) yang akan lepas. Karena, bisa saja, batu-batuan itu terlepas saat Anda membersihkannya.

    Perhiasan emas
    Untuk perhiasan dari emas, cukup rendam di dalam air hangat yang dicampur deterjen. Rendam selama 1-3 menit. Jangan gunakan cairan pembersih yang mengandung klorin atau amonia, karena akan merusak warna alami dari logam emas. Setelah direndam, gunakan sikat gigi bekas untuk menggosok perhiasan Anda dengan lembut. Hal ini akan membuat perhiasan kembali bersinar layaknya baru dibeli. Setelah itu rendam kembali di air hangat yang bersih (tanpa deterjen), dan keringkan dengan kain yang lembut.

    Perhiasan perak
    Karena iklim Indonesia yang lembap, biasanya perhiasan dari bahan perak lekas berubah warna (menghitam). Anda bisa mengembalikan warna perak itu seperti semula. Caranya, siapkan wadah cangkir atau mangkuk untuk merendam. Lapisi bagian dalamnya dengan kertas aluminium.

    Letakkan perhiasan Anda di dalamnya, lalu bubuhkan baking soda di atasnya hingga seluruh permukaan perhiasan tertutup. Setelah itu, tuangkan air panas ke dalam wadah tadi hingga timbul buih dari baking soda. Saat buihnya mulai menghilang, keringkan perhiasan itu dengan kain halus. Anda bisa mengulangi proses tadi hingga perhiasan terlihat bersih dan warna hitamnya menghilang.

    Berlian
    Kilau berlian saat pertama kali dibeli sangatlah menarik. namun seiring waktu, kilau itu menghilang jika tidak dibersihkan. Cara membersihkan batu berlian cukup mudah. Gunakan cairan amonia untuk mengembalikan kilaunya. Namun ingat, jangan sampai cairan amonia itu mengenai logam/emas yang menjadi rangka batu berlian tersebut.

    Mutiara
    Mutiara adalah salah satu jenis perhiasan yang klasik dan tak lekang oleh waktu. Cara membersihkannya pun mudah. Cukup rendam perhiasan di dalam air ber-PH netral. PH netral bisa didapat dengan mencampur air dan sabun khusus bayi. Rendam sebentar lalu keringkan. Perhiasan mutiara Anda akan kembali bersinar.

    Sebagai saran akhir, jangan membersihkan perhiasan di wastafel atau bak cuci piring. Lebih baik gunakan baskom, atau mangkuk kecil sebagai wadahnya. Hal ini mencegah perhiasan Anda jatuh ke lubang wastafel atau tempat cuci piring.

    http://id.promotion.yahoo.com/stylefactor/artikel/post/stylefeatures/147/langkah-langkah-mudah-membersihkan-perhiasan-di-rumah.html

Bila Orang Bisa Mendengar Gerakan Bola Mata

Minggu, 07/08/2011 10:02 WIB

Bila Orang Bisa Mendengar Gerakan Bola Mata

Putro Agus Harnowo - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Maine, AS, Manusia dengan pendengaran normal hampir tidak ada yang bisa mendengar gerakan bola matanya. Tapi seorang pria mampu mendengar suara gerakan bola matanya yang terdengar seperti kayu yang digosok dengan amplas dari telinga kiri. Letih 2 tahun bolak-balik ke dokter, akhirnya penyebabnya ditemukan.

Selama dua tahun, Toby Spencer (41 tahun) pria asal Maine Amerika, seperti dihantui mimpi buruk karena selalu mendengar gerakan bola matanya yang sangat mengganggu kenyamanannya sehari-hari. Toby kerap menghidupkan kipas angin atau membuat suara lain agar tak mendengar gerakan bola matanya yang sangat meneror.

Berbagai dokter yang memeriksanya hanya bisa memberikan penjelasan bahwa kondisi ini karena masalah pendengaran, masalah keseimbangan, dugaan tumor, aneurisma (perdarahan dari pembuluh darah), gangguan rahang hingga kurangnya keseimbangan tekanan darahnya. Tapi tetap saja suara gerakan bola mata itu terus terdengar.

Menurut Toby, awal mula penyakit ini muncul dengan gejala mendengar pergerakan mata kiri di kepalanya. "Dalam ruangan yang tenang, hal itu sangat mengganggu. Saya berupaya untuk menghidupkan kipas atau membuat suara lain untuk mencoba menutupinya. Suara bicara dan suara napas sendiri juga sangat besar terdengar di telinga saya," kata Toby seperti dilansir dalam MSNBC.com, Minggu (7/8/2011).

Tanda-tanda aneh lainnya ungkap Toby, "Jika saya menoleh terlalu cepat terutama ke kiri, saya merasa seperti jatuh ke samping. Suara keras juga akan membuat saya seperti kehilangan keseimbangan".

Lelah dengan gangguan tubuhnya yang tak kunjung ketahuan, Toby yang berkarir sebagai profesional IT itu, kemudian secara tak sengaja terdampar pada sebuah forum online di mana ada seseorang yang menjelaskan dengan tepat gejala yang ia alami.

Ia kemudian membaca mengenai kondisi langka yang dikenal sebagai Superior Canal Dehiscence Syndrome (SCDS). Dehiscence adalah istilah lain dari kata membuka atau lubang. Ia kemudian mencari spesialis yang terkait dalam gangguan ini.

Dokter yang menangani akhirnya bisa menemukan penyebab gangguan yang dialami Toby. Gejala yang dialami Toby disebabkan oleh lubang kecil pada tulang yang meliputi saluran setengah lingkaran di dalam telinga bagian dalam. Ukuran lubangnya tidak lebih besar dari kepala peniti.

Superior Canal Dehiscence Syndrome (SCDS) ditemukan pada tahun 1998 oleh Dr Lloyd Kecil, seorang dokter dari Johns Hopkins Hospital. Kelainan ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran, masalah keseimbangan atau keduanya. Salah satu keluhan yang lebih tidak biasa dan aneh dari penderitanya adalah mendengar bola mata bergerak dalam rongganya yang terdengar seperti kayu yang digosok dengan amplas.

"Kondisi ini sangat menarik dan gejalanya kadang-kadang sulit dipercaya. Bagaimana sebuah lubang kecil dapat menyebabkan begitu banyak masalah," kata Dr Daniel Lee, dokter bedah telinga dan tengkorak di Massachusetts Eye and Ear Infirmary di Boston. Dr Lee mengkhususkan diri dalam SCDS dan bertanggungjawab dalam pengobatan Toby.

Lubang kecil ini disebabkan oleh penipisan tulang kepala sejak lahir. Adanya lubang ini menyebabkan kanal keseimbangan di telinga bagian dalam menjadi tidak normal sehingga sangat aktif merespons suara keras dan tekanan di telinga.

Selain gejala aneh mendengar gerakan mata sendiri, Dr Lee mengatakan, pasien juga melaporkan mendengar suara-suara lain yang luar biasa keras melalui telinga. Misalnya suara derap langkah kaki mereka sendiri, detak jantung mereka, gema suara sendiri ketika berbicara atau gaung keras saat menyikat rambut atau mencukur.

"Penderita mungkin mengeluh pusing atau merasa seolah-olah telinga mereka terhalang. Pembedahan tidak diperlukan hanya karena lubang kecil di telinga bagian dalam, dan mayoritas pasien tidak melakukan apa-apa sama sekali setelah didiagnosis", tutur Dr Lee.

Tapi pada bulan April 2011, Toby memilih melakukan operasi kraniotomi karena ia merasa gejalanya telah menurunkan kualitas hidupnya. "Mimpi buruk terbesar saya adalah selama dua tahun kemarin tanpa tahu apa yang salah dengan saya," kata Toby. Sekarang gejalanya sudah hilang, ia merasa lebih baik, memiliki lebih banyak energi dan dapat menikmati lebih banyak hal.


(ir/ir)

Rabu, 03 Agustus 2011

Terapi Rel Rawabuaya Mendunia

Terapi Rel Rawabuaya Mendunia

Sejumlah media ternama di luar negeri seperti BBC dan Al Jazeera melaporkan fenomena ini

RABU, 3 AGUSTUS 2011, 08:05 WIB
Arfi Bambani Amri

VIVAnews - Terapi rel listrik di sekitar Stasiun Rawabuaya, Jakarta Barat, mendapat perhatian dunia. Sejumlah kantor berita dan media ternama di luar negeri memberitakan fenomena yang sudah berlangsung dua tahun ini.

BBC Inggris misalnya melaporkan pada 2 Agustus 2011, "Masyarakat yang menderita sakit di ibukota Indonesia, Jakarta, melakukan terapi yang tidak biasa --dan potensial mematikan. Mereka mengklaim berbaring di rel akan memberikan aliran listrik di badan mereka, menyembuhkan sakit. Namun pihak berwenang melarang tindakan itu, memperingatkan risiko yang mungkin muncul."

Kantor berita The Associated Press melaporkan, puluhan orang berbaring di rel. AP mewawancara Sri Mulyati, seorang pasien diabetes yang berusia 50 tahun, yang mengaku telah menyerah menemui dokter karena biaya yang mahal. Dan Sri Mulyati melirik terapi rel ini sebagai alternatif tanpa biaya.

"Saya akan terus melakukannya sampai benar-benar sembuh," kata Sri Mulyati.

Sri Mulyati meyakini terapi ini akan berhasil. Dia mendengar rumor seorang pria yang separuh lumpuh karena stroke telah sembuh ketika rutin melakukan terapi berbaring melintang di rel ini.

Tak ketinggalan, Al Jazeera juga melaporkan fenomena ini. Reporter Al Jazeera melaporkan, "Penduduk setempat percaya energi listrik dari rel kereta akan meningkatkan vitalitas tubuh, juga mengobati penyakit seperti darah tinggi, diabetes, rematik, asam urat, obesitas dan kolesterol tinggi."

"Namun bagaimana pun juga, aktivitas ini benar-benar berbahaya," tulis Al Jazeera.

PT Kereta Api (PT KA) sudah meminta masyarakat menghentikan aktivitas ini. Menurut Humas PT KA, Mateta Rizalulhaq, aktivitas warga di atas perlintasan kereta selain akan membahayakan nyawa juga akan mengganggu perjalanan kereta.

"Setiap hari petugas penilik jalan selalu memberikan imbauan agar warga tidak tiduran di rel. Tapi tidak pernah didengar," ujar Mateta, Kamis, 21 Juli 2011, lalu.

Langgar Hukum

Tegangan listrik yang tinggi seringkali diabaikan warga. Tegangan listrik yang sebelumnya hanya sekitar 5-10 volt, akan berubah menjadi lebih besar setelah kereta melintas.

Perbuatan ini juga dinilai telah melanggar hukum sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, karena itu PT KA meminta aparat terkait untuk melakukan penindakan. "Penegak hukum harus melakukan apa yang menjadi kewajibannya," kata Mateta.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan, tugas kepolisian adalah menyelesaikan masalah jika ada gangguan dari kamtibnas.

Jadi, kata Baharudin, jika sikap masyarakat dalam hal ini menggangu, PT KA diminta untuk melapor. (ren)

• VIVAnews

Minggu, 31 Juli 2011

UGM Ciptakan Sepatu Khusus Penderita Diabetes

UGM Ciptakan Sepatu Khusus Penderita Diabetes

Ukuran sepatu berbeda antara kaki kanan dan kiri, tergantung kondisi penderita diabetes.

KAMIS, 28 JULI 2011, 10:05 WIB
Muhammad Firman
Tak seperti sepatu pada umumnya yang ada di pasaran, sepatu buatan empat mahasiswa ini memiliki ukuran yang berbeda antara kaki kanan dan kaki kiri, tergantung kondisi kaki penderita diabetes. (ugm.ac.id)

VIVAnews - Penderita diabetes memiliki risiko sebesar 29 kali terkena ulkus diabetika, komplikasi luka berbau pada permukaan kulit. Hal itu terjadi salah satunya karena penggunaan alas kaki yang tidak tepat, yang menyumbangkan 99,9% terjadinya ulkus diabetika.

Kenyataan ini mendorong empat mahasiswa Universitas Gajah Mada yakni Vivi Leona Amelia (Ilmu Keperawatan), Erlisa Diah Pertiwi (Statistika), Oktiyanto Ade Saputro (Teknik Industri), dan Arini Giska Safitri (Gizi Kesehatan) untuk menciptakan sepatu bagi penderita diabetes.

Menurut Arini, penderita diabetes tidak menyadari jika terjadi luka pada kaki karena mengalami neuropati, yakni saraf tidak dapat merasakan bahwa terjadi sakit di bagian tersebut. “Untuk itu, sangat penting bagi penderita diabetes untuk menggunakan alas kaki yang mampu melindungi agar tidak terluka ataupun memperlebar luka yang tidak dirasakan,” ucap Arini, dikutip dari situs UGM, 28 Juli 2011.

Sepatu yang dikembangkan oleh Arini dan kawan-kawan ini dirancang untuk mencegah terjadinya luka ataupun penambahan luka pada kaki penderita diabetes. Sepatu dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang dikombinasikan agar nyaman dan cocok bagi kondisi kaki penderita.

Bahan dasar sepatu menggunakan kulit sapi dan kambing. Bahan ini digunakannya karena sesuai dengan kondisi kelembaban kaki penderita yang sebaiknya tidak terlalu lembab agar tidak menimbulkan bakteri dan infeksi serta bau yang tidak sedap.

Di samping menggunakan kulit, mereka menambahkan merimes, sejenis busa kain, pada bagian dalamnya untuk mengurangi tingkat gesekan kaki dengan sepatu untuk meminimalisasi terjadinya lecet.

Tak seperti sepatu pada umumnya yang ada di pasaran, sepatu buatan empat mahasiswa ini memiliki ukuran yang berbeda antara kaki kanan dan kaki kiri, tergantung kondisi kaki penderita diabetes.

Sebelum dibuat, terlebih dahulu kaki penderita diukur sesuai dengan ergonomis kaki, dianalisis keadaannya apakah mengalami luka, bengkak, atau alergi. Setelah diperoleh hasilnya, baru ditentukan ukuran, model, dan bahan kulit yang sesuai kondisi kaki pasien.

“Sepatu yang dijual di pasaran kebanyakan ukuran kaki kiri dan kanan sama, padahal penderita diabetes yang mengalami ulkus ukuran kakinya bisa berbeda karena mengalami bengkak. Penggunaan alas kaki yang tidak sesuai ukuran kaki bisa semakin memperparah luka yang ada. Sepatu kami ini dibuat sesuai dengan ukuran kaki penderita diabetes. Inilah yang menjadi salah satu keunggulan produk kami,” klaim mahasiswi angkatan 2009 itu.

Arini menambahkan, sepatu diabetes dipasarkan dalam tiga kategori, yakni untuk kaki normal yang belum mengalami luka, untuk kaki yang telah bengkak atau ada lukanya, dan untuk kaki yang telah diamputasi. Sementara untuk model, mereka menawarkan dua tipe.

Tipe pertama untuk penderita dengan kaki yang masih normal dan yang telah mengalami luka atau bengkak di bagian kaki. Selanjutnya, tipe kedua untuk kaki dengan amputasi. Pada model ini, Arini menambahkan, pita pengencang di bagian atas untuk menambah kenyamanan pengguna.

Dua desain tersebut dibuat untuk memudahkan pengguna dalam pemakaian sepatu karena kaki dapat langsung masuk tanpa harus tergores. Sementara itu, di bagian tengah terdapat lubang udara sebagai ventilasi agar kaki tidak panas dan lembab. “Kami juga menggunakan perekat yang dapat disesuaikan dengan ukuran kaki pengguna sehingga ketika kakinya bengkak, mereka dapat menggunakan sepatu dengan mengendurkan perekatnya,” ucap Arini.

Kini sepatu khusus penderita diabetes itu sudah dijual di pasaran dengan kisaran harga 400-500 ribu rupiah.

• VIVAnews