Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2011

Plus Minus dari Olahraga Lari, Renang dan Sepeda

Senin, 25/04/2011 07:38 WIB 

Plus Minus dari Olahraga Lari, Renang dan Sepeda

Vera Farah Bararah - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Bisa jadi lari, sepeda dan renang adalah 3 jenis olahraga yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Tapi bagaimana perbandingan dari ketiga jenis olahraga ini?

Lari, sepeda dan renang adalah latihan kardio yang paling populer dan hampir semua orang memiliki akses untuk melakukannya. Semua kegiatan ini bisa memberikan tubuh yang sehat dan pembakar kalori yang sangat baik.

Untuk mengetahui perbedaan ketiganya, maka simaklah perbandingan ketiga jenis olahraga ini seperti dikutip dari Lifemojo, Senin (25/4/2011) yaitu:

Kemampuan membakar kalori

  1. Lari: olahraga ini merupakan pembakar kalori terbaik diantara yang lain, seseorang bisa saja membakar 500-800 kalori per jam
  2. Sepeda: olahraga ini umumnya membakar kalori sebanyak 350-650 kalori per jam
  3. Renang: olahraga ini bisa membakar 350-700 kalori per jam

Risiko cedera

  1. Lari: merupakan salah satu olahraga dengan rawan cedera tertinggi akibat adanya tekanan yang terkait dengan latihan tersebut
  2. Sepeda: olahraga ini memiliki dampak risiko yang rendah
  3. Renang: olahraga ini memiliki dampak risiko yang lebih rendah pada tungkai, sendi dan otot karena adanya sifat mendukung dari air. Studi menunjukkan olahraga dalam air setinggi pinggang akan mengurangi tekanan pada sendi sebesar 50 persen, jika setinggi dada mengurangi tekanan pada sendi sebanyak 75 persen. Hal ini membuat olahraga kolam bagus untuk orang yang baru pulih dari cedera.

Biaya

  1. Lari: biaya yang dikeluarkan bisa dibilang tidak ada karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, hanya dibutuhkan sepasang sepatu lari yang nyaman.
  2. Sepeda: biaya yang dikeluarkan terbilang mahal, hal ini tergantung dari jenis sepeda yang dipilihnya.
  3. Renang: olahraga ini terbilang murah dari segi peralatan, yang dibutuhkan hanya sebuah akses mudah untuk masuk ke kolam renang.

Efek terhadap tubuh

  1. Lari: termasuk latihan beban yang bisa membantu membangun kepadatan tulang dan melindungi dari osteoporosis. Latihan ini bagus untuk kaki terutama betis dan paha belakang.
  2. Sepeda: latihan ini bagus untuk membentuk dan mengencangkan paha, paha depan, otot-otot betis dan daerah panggul.
  3. Renang: latihan ini umumnya memberikan manfaat bagi tubuh secara menyeluruh, tapi secara konsisten bisa membangun kepadatan kaki, punggung, bahu dan otot lengan.

Manfaat secara kardio

  1. Lari: meningkatkan aliran darah dan sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh sehingga bermanfaat bagi memori, konsentrasi dan ketahanan fisik.
  2. Sepeda: latihan ini baik untuk jantung dan dapat mengurangi timbulnya penyakit jantung.
  3. Renang: melatih tubuh agar bisa menggunakan oksigen secara efisien.

Tidak dianjurkan pada

  1. Lari: orang yang memiliki masalah dasar pada jantung sebaiknya menghindari olahraga ini, serta orang dengan masalah pada pergelangan kaki, lutut dan sendi pinggul.
  2. Sepeda: olahraga ini tidak dianjurkan pada orang yang memiliki masalah tubuh bagian belakang dan rheumatoid
  3. Renang: olahraga ini tidak dianjurkan pada orang yang fobia terhadap air

Bagi orang yang memiliki penyakit diabetes, asma, angina (gangguan jantung), tekanan darah tinggi atau baru melakukan operasi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Karenanya pemilihan jenis olahraga yang tepat sepenuhnya tergantung pada kondisi kesehatan serta tujuan dari berolahraga.

(ver/ir)


http://www.detikhealth.com/read/2011/04/25/073834/1624263/766/plus-minus-dari-olahraga-lari-renang-dan-sepeda?ld991107763

Rabu, 23 September 2009

Olahraga Saat Menstruasi

Olahraga Saat Menstruasi
Lakukan olahraga yang ringan seperti jalan kaki atau treadmill.
Rabu, 23/9/2009 | 10:56 WIB

KOMPAS.com - "Saya termasuk penggila olahraga. Saat mens pun saya tetap giat melakukannya. Tetapi seorang teman baru saja mengatakan pada saya bahwa ada olahraga-olahraga tertentu yang tidak boleh dilakukan saat sedang mens. Sayangnya dia tidak bisa menyebutkan contohnya. Memang betul, Dok, ada larangan melakukan olahraga tertentu saat datang bulan? Apa sajakah itu, dan kenapa?" Demikian surat dari Rinawati, Depok.

Untuk diketahui, haid secara kasar adalah pengeluaran darah dari uterus karena tidak terjadinya pembuahan. Haid bukanlah suatu penyakit. Karena haid mengeluarkan darah dan tergantung dari jumlah darah yang keluar, ini akan menentukan apakah Anda menjadi lemas, berkunang-kunang, jantung berdebar, atau terganggu tidur. Dengan atau tanpa olahraga, haid tetap akan keluar.

Menurut dr R. Soetomo Slamet Iman Santoso, ahli penyakit dalam, saat haid jumlah darah kita pasti akan berkurang. Larangan berolahraga saat haid sebenarnya tidak mutlak. Artinya, jika Anda suka olahraga jalan santai, dan tidak pernah pusing atau berkunang-kunang, saat haid pun Anda dapat melakukannya. Tetapi apabila olahraganya menguras tenaga, misalnya badminton atau tenis, ia akan punya banyak pengaruh. Selain darah yang keluar, keringat pun bercucuran, sehingga ada komponen cairan, Na, Cl, dan air ikut keluar. Ditambah lagi jika Anda berlarian ke sana-kemari, bisa timbul "kekejangan" pada kandungan Anda hingga ada kemungkinan haid Anda akan bertambah banyak dan Anda akan merasakan lemah.

Adanya larangan-larangan olahraga pada saat haid adalah demi kesehatan Anda sendiri, dan demi kenyamanan orang lain. Misalnya, berenang, walau dengan pembalut wanita yang ketat sekali pun, air dapat masuk ke dalam pembalut tersebut. Selain itu karena air yang ada di kolam renang bukan milik Anda sendiri, maka Anda akan mudah terkena infeksi, meskipun air tersebut relatif steril. Sebaliknya, orang lain yang tidak haid akan mendapatkan air yang tidak baik.

Jadi olahraga yang boleh Anda lakukan adalah olahraga ringan, misalnya jalan kaki atau olahraga yang tidak melibatkan orang lain. Menurut dr Soetomo, sebaiknya orang yang sedang haid tidak melakukan pekerjaan atau olahraga yang membebani kekuatan dirinya sendiri.

http://female.kompas.com/read/xml/2009/09/23/10562773/olahraga.saat.menstruasi