Tampilkan postingan dengan label Sikat Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sikat Gigi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Oktober 2010

Cegah Penyakit Jantung Dengan Sikat Gigi 2 kali Sehari

Jumat, 28/05/2010 11:00 WIB

Cegah Penyakit Jantung Dengan Sikat Gigi 2 kali Sehari

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: sheknows)
London, Sikat gigi tak hanya membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi. Rajin menyikat gigi dua kali sehari bisa mencegah seseorang terkena serangan jantung.

Para ilmuwan menuturkan bahwa orang yang malas menjaga kebersihan gigi dan mulutnya memiliki kesempatan lebih tinggi menderita masalah jantung. Hal ini memperkuat bukti bahwa
penyakit gusi membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit jantung.

Namun penelitian ini merupakan yang pertama kali mengungkapkan keterkaitan antara
penyakit jantung dengan kebiasaan menyikat gigi.

Peneliti menemukan bakteri yang masuk dari mulut ke dalam aliran darah akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Ini akan membuat dinding pembuluh darah meradang dan menyempit atau membuat penumpukan lemak di arteri sehingga menyebabkan penyempitan yang lebih lanjut.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang tidak pernah atau jarang menyikat gigi memiliki 70 persen kemungkinan menderita penyakit jantung dibandingkan orang yang rajin menyikat gigi dua kali sehari.

Pada studi sebelumnya, peneliti menemukan bahwa kesehatan gigi dan gusi yang buruk bisa memunculkan 700 jenis bakteri masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini tentu saja dapat meningkatkan risiko serangan jantung tanpa melihat apakah orang itu sehat atau tidak.

Dalam studi ini, peneliti dari University College London menganalisa data lebih dari 11.000 orang dengan usia rata-rata 50 tahun. Peserta diminta menjawab pertanyaan seberapa sering menggosok gigi dan mengunjungi dokter gigi.

Setelah 8 tahun kemudian terdapat 555 kasus masalah jantung serius dengan 170 kasus fatal. Ternyata didapatkan orang yang tidak pernah atau jarang gosok gigi memiliki kemungkinan sebesar 70 persen untuk menderita penyakit jantung. Kondisi ini akan diperburuk jika seseorang memiliki obesitas, merokok atau pola hidupnya tidak sehat.

"Hasil penelitian kami memperkuat hubungan antara kesehatan mulut dan risiko penyakit jantung, hal ini menunjukkan bahwa menggosok gigi juga memiliki peran penting untuk kesehatan jantung," ujar peneliti Profesor Richard Watt, seperti dikutip dari
Dailymail, Jumat (28/5/2010).

Profesor Damien Walmsley, penasihat ilmiah dari
British Dental Association mengungkapkan bahwa ada beberapa penelitian yang menghubungkan berbagai kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes bahkan demensia yang berhubungan dengan kesehatan mulut yang buruk.

Namun penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah hal ini hanya kebetulan saja atau memang menjadi
penyebab pasti.

"Apapun hasil yang benar nantinya, kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa rajin menggosok gigi dua kali sehari merupakan suatu hal yang penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi serta membuat organ-organ lainnya tetap sehat," ungkap Prof Walmsley.


(ver/ir)

Sabtu, 11 September 2010

Infeksi Akibat Sikat Gigi

Senin, 28/06/2010 13:45 WIB

Infeksi Akibat Sikat Gigi

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: livestrong)
Jakarta, Sikat gigi berguna untuk membersihkan gigi dari berbagai bakteri atau sisa-sisa makanan. Tapi jika alat ini tidak dijaga kebersihannya bisa saja menimbulkan infeksi.

Tanpa disadari, sebenarnya banyak bakteri, jamur dan virus yang bisa menetap pada sikat gigi. Jika sikat gigi yang terkontaminasi ini digunakan, maka mikroorganisme tersebut dapat menginfeksi mulut dan gigi.

Karena sikat gigi berfungsi untuk menghilangkan plak dan kotoran lain dari gigi, maka sikat gigi menjadi barang yang rentan terkontaminasi bakteri, darah dan sisa-sisa kotoran di mulut.

Seperti dikutip dari Dentalresource.org, Senin (28/6/2010) ada beberapa mikroorganisme yang bisa saja tersisa di sikat gigi dan mengkontaminasi, yaitu:

  1. Mutans streptococcus, merupakan bakteri utama yang bisa menyebabkan karies gigi.
  2. Beta-hemolytic streptococcus, merupakan bakteri utama yang menyebabkan radang tenggorokan akibat Streptococcus (pharyngotonsillitis).
  3. Candida albicans, merupakan jamur yang bisa menyebabkan sariawan pada bayi.
  4. Coliform bacteria, bakteri ini biasa terdapat di kamar mandi dan bisa menginfeksi.
  5. Herpes simplex virus, merupakan virus yang bisa menyebabkan cold sores.

Sebagian besar masyarakat bisa berisiko terkena infeksi dari mikroorganisme yang mengkontaminasi sikat gigi. Orang yang paling berisko terkena infeksi sikat gigi adalah:
  1. Orang yang memiliki infeksi di oral
  2. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu
  3. Orang yang sedang menjalani kemoterapi, transplantasi tulang sumsum atau organ lainnya.

Untuk mencegah kontaminasi dari mikroorganisme ini disarankan:
  1. Mengganti sikat gigi setiap 3 bulan sekali.
  2. Anak-anak atau orang dewasa yang habis sakit sebaiknya mengganti sikat giginya untuk mencegah infeksi berulang. Membilas sikat gigi dengan air hangat yang mengalir sebelum dan setelah digunakan
  3. Meletakkan sikat gigi ditempat yang tinggi serta jangan menyimpan sikat gigi di tempat yang lembab.

American Dental Association (ADA) memberikan kriteria penting dalam memilih sikat gigi yaitu:
  1. Ukuran dan kemampuannya untuk mencapai semua area mulut.
  2. Sebaiknya memilih sikat gigi yang memiliki kepala sikat kecil dengan bulu yang lembut atau setengah lembut, karena sikat gigi ini bisa bekerja dengan baik untuk menghilangkan plak dan bakteri.
  3. Hindari sikat gigi dengan bulu yang keras
  4. Hindari cara menyikat gigi yang salah misalnya terlalu keras, karena bisa merusak enamel gigi dan juga gusi yang dapat memicu infeksi.
(ver/ir)

Sabtu, 29 Mei 2010

Cegah Penyakit Jantung Dengan Sikat Gigi 2 kali Sehari

Jumat, 28/05/2010 11:00 WIB

Cegah Penyakit Jantung Dengan Sikat Gigi 2 kali Sehari

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: sheknows)
London, Sikat gigi tak hanya membantu menjaga kebersihan mulut dan gigi. Rajin menyikat gigi dua kali sehari bisa mencegah seseorang terkena serangan jantung.

Para ilmuwan menuturkan bahwa orang yang malas menjaga kebersihan gigi dan mulutnya memiliki kesempatan lebih tinggi menderita masalah jantung. Hal ini memperkuat bukti bahwa penyakit gusi membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit jantung.

Namun penelitian ini merupakan yang pertama kali mengungkapkan keterkaitan antara penyakit jantung dengan kebiasaan menyikat gigi.

Peneliti menemukan bakteri yang masuk dari mulut ke dalam aliran darah akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Ini akan membuat dinding pembuluh darah meradang dan menyempit atau membuat penumpukan lemak di arteri sehingga menyebabkan penyempitan yang lebih lanjut.

Sebuah studi menemukan bahwa orang yang tidak pernah atau jarang menyikat gigi memiliki 70 persen kemungkinan menderita penyakit jantung dibandingkan orang yang rajin menyikat gigi dua kali sehari.

Pada studi sebelumnya, peneliti menemukan bahwa kesehatan gigi dan gusi yang buruk bisa memunculkan 700 jenis bakteri masuk ke dalam aliran darah. Kondisi ini tentu saja dapat meningkatkan risiko serangan jantung tanpa melihat apakah orang itu sehat atau tidak.

Dalam studi ini, peneliti dari University College London menganalisa data lebih dari 11.000 orang dengan usia rata-rata 50 tahun. Peserta diminta menjawab pertanyaan seberapa sering menggosok gigi dan mengunjungi dokter gigi.

Setelah 8 tahun kemudian terdapat 555 kasus masalah jantung serius dengan 170 kasus fatal. Ternyata didapatkan orang yang tidak pernah atau jarang gosok gigi memiliki kemungkinan sebesar 70 persen untuk menderita penyakit jantung. Kondisi ini akan diperburuk jika seseorang memiliki obesitas, merokok atau pola hidupnya tidak sehat.

"Hasil penelitian kami memperkuat hubungan antara kesehatan mulut dan risiko penyakit jantung, hal ini menunjukkan bahwa menggosok gigi juga memiliki peran penting untuk kesehatan jantung," ujar peneliti Profesor Richard Watt, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (28/5/2010).

Profesor Damien Walmsley, penasihat ilmiah dari British Dental Association mengungkapkan bahwa ada beberapa penelitian yang menghubungkan berbagai kondisi kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes bahkan demensia yang berhubungan dengan kesehatan mulut yang buruk.

Namun penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah hal ini hanya kebetulan saja atau memang menjadi penyebab pasti.

"Apapun hasil yang benar nantinya, kita dapat mengatakan dengan pasti bahwa rajin menggosok gigi dua kali sehari merupakan suatu hal yang penting untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi serta membuat organ-organ lainnya tetap sehat," ungkap Prof Walmsley.

(ver/ir)