Tampilkan postingan dengan label Langsing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Langsing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 November 2009

Cokelat yang Bikin Langsing, Mau?

Cokelat yang Bikin Langsing, Mau?
KAMIS, 19 NOVEMBER 2009 | 10:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pencinta cokelat kini tak perlu cemas lagi dengan makanan favorit mereka. Pasalnya, kini telah diciptakan sejenis cokelat yang dapat melangsingkan tubuh.

Para ahli di Spanyol menciptakan panganan yang dinamai Lola. Panganan ini mengandung zat penahan rasa lapar, namun rasanya sama dan memuaskan seperti cokelat. Tapi dari sisi tampilan, Lola masih kalah dibandingkan cokelat konvensional. Lola memiliki warna kehijauan karena terbuat dari bahan-bahan yang digunakan untuk penurun berat badan.

Cokelat ini mengandung suplemen spirulina, alga kecil dengan tingkat nutrisi yang tinggi seperti vitamin A dan B12 yang bermanfaat menurunkan berat badan. Perusahaan Spanyol pembuat cokelat ini, Cocoa Bio, juga mengklaim produk ini mengandung asam amino spesial agar pemakan cokelat ini merasa tak lapar dan mencegah mereka dari kelebihan makan.

Makanan ini juga mengandung fenilalalin, asam amino yang dapat menstimulasi kolesitokinin, hormon peptida yang dikeluarkan otak untuk menekan rasa lapar. Cokelat Lola tak mengandung kolesterol, dan membantu pencernaan dengan meningkatkan tingkat bakteri yang sehat.

Cocoa Bio mengatakan bahwa cokelat ini 100 persen alami dan dibuat menggunakan cokelat asli dari Peru dan Santa Domingo. Salah satu penemunya, Armando Yanez, mengatakan, cokelat ini mempunyai rasa yang kuat dan bersifat antioksidan.

“Orang perlu satu atau dua cokelat sekitar 1 jam sebelum makan. Mereka akan merasa cukup penuh dan makan lebih sedikit setelahnya,” ujarnya.

Lola dihadirkan pertama kalinya pada acara cokelat internasional di Madrid, Spanyol. Cokelat ini dijual lima atau 30 buah per kotak, tapi pembuatnya sedang berpikir untuk mengenalkan sebuah paket mini sebagai cara menurunkan berat badan.

Mereka juga bergegas menjualnya untuk versi Natal. Meski demikian, cokelat ini hanya tersedia di Spanyol dan dijual sekitar 5 poundsterling atau sekitar Rp 70.000 untuk satu kotak berisi lima buah.


M14-09

Editor: acandra

Sumber : Telegraph

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/11/19/10264310/cokelat.yang.bikin.langsing.mau

Rabu, 18 November 2009

Tidur Banyak di Akhir Pekan Bikin Anak Tetap Langsing

Minggu, 15/11/2009 08:03 WIB

Tidur Banyak di Akhir Pekan Bikin Anak Tetap Langsing

Irna Gustia - detikHealth


img
(Foto: dailymail)
Jakarta, Apakah anak-anak Anda sering bermalas-malasan di tempat tidur sepanjang akhir pekan? Tak perlu khawatir, sebuah penelitian menemukan anak-anak yang lebih banyak tidur pada Sabtu dan Minggu bisa membuat badannya lebih langsing.

Tapi ingat itu hanya tidur ekstra di akhir pekan bukan tidur berlebihan setiap hari. Tidur banyak di akhir pekan akan menggantikan waktu istirahat yang kurang di hari-hari biasa.

Para ilmuwan meneliti kebiasaan banyak tidur yang dilakukan anak-anak usia 5-15 tahun di hari Sabtu dan Minggu. Hasilnya, anak-anak ini malah tidak memiliki masalah berat badan.

Penemuan ini terkait dengan studi sebelumnya bahwa kurang tidur saat malam hari bisa mengganggu metabolisme tubuh karena bisa meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi kalori lebih banyak dan akhirnya dapat terkena obesitas.

Dalam penelitiannya, para ahli menanyakan orangtua dari 5.000 anak di sekolah dan mengumpulkan informasi soal gaya makan, gaya hidup, berat badan serta rutinitas tidurnya.

Sebagian besar anak-anak memiliki waktu tidur sembilan jam sepanjang hari saat hari sekolah. Namun ternyata untuk tidur malamnya justru kurang dari 8 jam.

Kemudian peneliti melihat pola tidurnya di akhir pekan dan ternyata anak-anak yang banyak tidur di akhir pekan berhasil tetap langsing. Peneliti percaya tidur banyak di akhir pekan sangat penting untuk anak-anak mengganti kekurangan tidurnya di hari-hari biasa.

Tambahan waktu tidur juga mengatur pola asupan kalori anak dan mengurangi kebisaan mengemil ketika mereka sedang tidak tidur.

Peneliti dari Universitas China di Hong Kong mengatakan kelebihan berat badan dan obesitas pada anak banyak terjadi pada anak yang bangun tidur lebih awal dan durasi tidur yang lebih pendek sepanjang hari sekolah.

"Studi kami menunjukkan tidur lebih lama di akhir pekan atau saat libur bisa menurunkan risiko kelebihan berat badan atau obesitas," ujar para peneliti seperti dilansir dari dailymail, Minggu (15/11/2009).

Temuan ini telah diterbitkan di jurnal Pediatri yang melengkapi penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan antara kurang tidur dengan obesitas.

Penelitian ini diharapkan bisa membantu menata ulang pola tidur anak agar tidak terkena ancaman obesitas. Angka obesitas yang mulai terjadi dari anak-anak diperkirakan tetap akan tinggi meski saat ini kecenderungannya menurun.

Satu dari tiga anak laki-laki diperkirakan masih akan mengalami ancaman obesitas pada tahun 2020.