Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu Hamil. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2011

Ibu Hamil Dilarang Makan Ikan Hiu

Ibu Hamil Dilarang Makan Ikan Hiu

VIVAnews – Usai melahirkan, sebagian ibu mengeluhkan perasaan depresi. Tetapi sebenarnya keadaan mental ini tidak akan terjadi, seandainya saat hamil mereka membiasakan diri mengonsumsi ikan.

“Konsumsi DHA selama kehamilan pada tingkat yang cukup yang diperoleh dari makanan, memiliki potensi untuk mengurangi gejala depresi paska melahirkan," kata peneliti dari Universitas Connecticut, Amerika Serikat, Dr. Michelle Price Judge, yang dikutip dari laman Daily Mail.

Manfaat lemak omega-3 yang dikandung ikan terhadap baby bluesatau depresi pada ibu yang baru bersalin, telah diteliti secara khusus oleh para ilmuwan di Amerika Serikat.

Namun, jumlah ikan yang dikonsumsi juga mesti dibatasi. Karena bila kebanyakan, hasilnya juga tidak baik. Yakni, dapat berakibat buruk bagi perkembangan bayi. Pada prinsipnya, ibu harus menyeimbangkan nutrisi dengan konsumsi makanan lain sebagai penyeimbang.

Dr. Michelle menambahkan beberapa wanita lebih memilih makanan suplemen untuk sebagai pengganti ikan. Namun, katanya, makan ikan tetap merupakan pilihan yang lebih bergizi.

Ikan yang dapat dikonsumsi ibu hamil juga tidak sembarangan. Lemak ikan, termasuk mackerel, sarden, salmon dan trout, tidak boleh dimakan lebih dari dua kali seminggu. Begitu juga dengan tuna steak, dibatasi hanya dua pekan sekali.

Dan yang harus diingat betul, para ibu hamil sama tidak boleh mengonsumsi ikan pedang, hiu, dan marlin.

Rabu, 18 November 2009

Pilihan Ikan yang Aman untuk Ibu Hamil

Selasa, 10/11/2009 12:00 WIB

Pilihan Ikan yang Aman untuk Ibu Hamil

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: ehow)
Jakarta, Konsumsi ikan bagi ibu hamil sangat baik karena ikan merupakan sumber asam lemak omega 3 yang bagus untuk perkembangan saraf otak bayi. Tapi ibu hamil juga harus pintar memilih ikan apa yang baik untuk dikonsumsi saat hamil.

Banyak para ahli yang setuju bahwa perempuan yang sedang hamil harus memenuhi asupan ikan dalam makanannya untuk mencapai kesehatan yang baik serta pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal. Badan pengawas makanan dan obat AS (FDA) menyarankan sebaiknya perempuan hamil mengonsumsi setidaknya 12 sampai 14 ons (2 sampai 3 porsi) ikan per minggu.

Seperti diketahui omega 3 sangat penting dalam perkembangan saraf otak janin dan cara yang paling mudah untuk mendapatkannya adalah melalui konsumsi ikan secara teratur. Membatasi atau kurangnya asupan ikan yang masuk ke dalam tubuh dapat merugikan perkembangan mental anak itu sendiri.

Dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa ibu yang makan sedikitnya 3 porsi ikan per minggu selama hamil ternyata memberikan hasil yang baik pada beberapa tes mengenai fungsi mental dari si anak setelah lahir.

Sementara itu, ada juga penelitian lain yang dilakukan oleh Dr Emily Oken dari Harvard Pilgrim Health Care di Boston, AS yang memeriksa keseimbangan antara keuntungan dan risiko kontaminasi jika mengonsumsi ikan selama hamil.

Ternyata didapatkan ibu yang mengonsumsi ikan dengan kadar merkuri rendah sebanyak 2 kali seminggu memberikan hasil tes yang bagus pada anaknya, bahkan jika sang ibu hanya makan ikan dalam kalengan saja.

"Perempuan yang mengonsumsi ikan sekitar 14 ons per minggu, rata-rata memiliki perkembangan yang lebih baik sebesar 30 persen dalam hal kemampuan motorik dan hasil tes kognitifnya," ujar Dr Emily Oken, seperti dikutip dari Babycenter, Selasa (10/11/2009).

Disarankan bagi ibu-ibu hamil agar mengonsumsi ikan yang rendah kadar merkurinya, karena jika kadar merkuri terlalu tinggi bisa membahayakan perkembangan otak bayi itu sendiri.

Ibu hamil sebaiknya menghindari ikan todak, king mackerel, tilefish dan ikan kakap karena mengandung kadar merkuri yang lebih tinggi. Tapi bagi ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon, sarden, ikan kembung dan ikan air tawar karena kandungan merkurinya rendah.

Hal lain yang harus diperhatikan oleh ibu hamil dalam mengonsumsi ikan adalah memasak ikan tersebut hingga benar-benar matang, untuk itu sebaiknya hindari mengonsumsi sushi atau makanan lain yang mengandung ikan mentah. Serta diusahakan ibu hamil tidak mengonsumsi jenis ikan yang sama dalam waktu satu minggu. Jadi tidak mengonsumsi ikan selama hamil bukanlah pilihan yang tepat, tapi cermatlah dalam memilih ikan apa yang akan dikonsumsi.

Bolehkan Ibu Hamil Minum Air Dingin?

Jumat, 13/11/2009 12:03 WIB

Bolehkan Ibu Hamil Minum Air Dingin?

Vera Farah Bararah - detikHealth


img
(Foto: womanspassion)
Jakarta, Ada mitos orang hamil tidak boleh minum air dingin karena bisa bikin anak yang dikandungnya besar. Apa benar ibu hamil tidak boleh minum air dingin? Berikut penjelasannya.

Saat hamil terkadang perempuan ingin minum air dingin, apalagi jika cuaca sedang terik. Tapi banyak juga yang takut minum air dingin karena khawatir bakal sulit saat melahirkan nanti. Padahal tidak demikian. Bayi yang besar saat dilahirkan bukan karena kebanyakan minum air dingin tapi lebih pada si ibu yang mempunyai turunan penyakit kencing manis (diabetes).

Ibu hamil boleh saja mengonsumsi air dingin, tapi porsinya jangan terlalu banyak karena untuk ibu hamil lebih baik mengonsumsi air putih biasa dengan jumlah yang cukup agar tidak terjadi dehidrasi. Saat manusia mengonsumsi air dingin, maka tubuh harus membakar kalori atau lemak untuk meningkatkan temperatur dari minuman dingin tersebut.

Jadi kalau ibu hamil sering minum air dingin tubuhnya akan bekerja keras dan mengurangi kalori ditubuhnya karena air dingin yang masuk ke dalam tubuh harus disesuaikan dengan suhu tubuh itu sendiri. Tapi bukan berarti air dingin akan membuat si bayi besar. Karena air dingin yang dikonsumsi ibu hamil tetap akan dikeluarkan kembali melalui urine.

Satu hal yang pasti jangan mengonsumsi air dingin setelah makan, karena bisa memperlambat pencernaan dan menyerap makanan padat lebih lama. Untuk itu, sebaiknya ibu hamil minum air hangat saja setelah makan.

Seperti dikutip dari Childbirth, Jumat (13/11/2009) bayi yang lahir dari ibu yang menderita diabetes sangat berisiko lahir dengan tubuh yang besar sehingga menyulitkan ibu dalam melahirkannya. Ini terjadi karena saat kadar gula dalam darah ibu bertambah, maka secara otomatis bayi pun akan mendapatkan tambahan kadar gula. Kelebihan gula ini akan membuat bayi lahir dengan bobot yang besar.

Karena bayi mendapatkan asupan gula tambahan, maka secara otomatis pankreas bayi juga akan membuat insulin tambahan. Sehingga saat lahir nanti sulit bagi bayi untuk menghentikan insulin yang berlebihan tersebut.

Penting bagi ibu hamil untuk selalu mengontrol kadar gula darahnya selama hamil dan setelah bayi dilahirkan juga harus dipastikan kadar gula darah bayi stabil tidak terlalu rendah atau tinggi.

Jika memang memiliki riwayat atau turunan penyakit diabetes, maka sebaiknya mengatur pola makan agar tidak meningkatkan kadar gula dalam darah dan menghindari bayi lahir dengan bobot tubuh yang besar.

Bagi ibu hamil tidak ada masalah untuk mengonsumsi air dingin, asalkan tidak terlalu berlebihan dan jangan minum air dingin setelah makan.