Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Facebook. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Mei 2010

Orang Tua Diminta Jauhkan Anak dari Facebook

Orang Tua Diminta Jauhkan Anak dari Facebook
Tiga perempat waktu guru bimbingan konseling dihabiskan untuk mengatasi pertengkaran.
SENIN, 3 MEI 2010, 18:45 WIB
Muhammad Firman, Harriska Farida Adiati
(digiactive.org)

VIVAnews - Kepala sekolah sebuah sekolah di New Jersey, Amerika Serikat (AS) meminta para siswa untuk ikut mencekal situs jejaring sosial dan pengiriman pesan untuk mencegah terjadinya ancaman dan gangguan melalui jaringan cyber.

Anthony Orsini, kepala sekolah Benjamin Franklin Middle School di Ridgewood, New Jersey, mengirimkan email berisi permintaan agar orang tua siswa menjauhkan anak-anak mereka dari situs-situs sosial seperti Facebook. Orsini juga meminta orang tua untuk membaca pesan elektronik yang diterima anak mereka.

“Duduk lah bersama putra-putri Anda karena mereka masih anak-anak, dan beri tahu mereka bahwa mereka belum diperbolehkan menjadi anggota situs sosial apa pun,” kata Orsini seperti dikutip dari laman The Telegraph, Senin 3 Mei 2010.

“Biarkan mereka tahu bahwa Anda pada suatu waktu tertentu tiap pekan memeriksa pesan-pesan teks online mereka. Biarkan mereka tahu bahwa Anda akan menginstal perangkat lunak pengontrol, sehingga Anda bisa mengetahui situs-situs yang mereka kunjungi di internet, dan cek semua pesan chatting mereka,” tutur Orsini.

Meredith Wearly, guru bimbingan konseling di sekolah mengatakan, sekitar tiga perempat harinya dihabiskan untuk mengatasi pertengkaran akibat persoalan-persoalan di dunia maya yang melibatkan para siswa.

“Tidak berlebihan bagi saya untuk mengatakan bahwa rasa sakit hati yang ditimbulkan situs jejaring sosial sangat tidak signifikan,” tulis Orsini dalam surat elektroniknya.

“Ini merupakan gangguan psikologis dan kami akan menemukan cara untuk mengatasi efek jangka panjangnya, serta mengatasi semua dampak sosial yang telah ditimbulkan,” ujarnya.

Orsini juga menjelaskan bahwa isi surat elektronik tersebut bukan merupakan bentuk sikap anti-teknologi.

“Kami tetap akan mengajarkan teknologi bertanggung jawab pada para murid. Hanya mereka belum siap secara psikologis untuk menghadapi dampak akibat perbuataan seseorang di dunia maya, dan saya tidak ingin satu pun dari siswa kami harus merasakan rasa sakit hati yang tidak perlu itu, yang banyak dari mereka telah mengalaminya,” kata Orsini. (art)

• VIVAnews

Senin, 07 September 2009

Facebook vs Twitter

Senin, 07/09/2009 17:25 WIB

'Facebook-an Bikin Pintar, Twitter-an BikinBodoh'
Santi Dwi Jayanti - detikinet

Facebook (Telegraph)


Jakarta
- Psikolog mengklaim, sering-sering Facebook-an bikin intelegensi kita meningkat. Namun, hasil ini kebalikan dengan Twitter yang dikatakan malah 'membodohkan' penggunanya. Apa alasannya?

Video game Total War, permainan Sudoku dan Facebook, memiliki efek yang sama. Mereka diklaim bisa menguatkan memory bekerja
(working memory) kita.

Seri dari Total War membantu melatih
working memorykarena pemainnya diharuskan untuk mengingat-ingat aksi sebelumnya dan memetakan aksi yang akan diambil.

Begitu juga dengan Sudoku dan juga Facebook. Mempertahankan hubungan dengan teman-teman di jejaring sosial ini dipercaya juga bisa 'merawat'
working memory.

Working memory sendiri mencakup kemampuan untuk mengingat informasi dan menggunakannya. Dr.Alloway dari University of Stirling di Skotlandia yang mempelajari mengenai working memory ini yakin bahwa hal itu sangat berandil dalam kesuksesan dan kebahagiaan dibanding dengan IQ.

Kebalikan dengan Total War dan Facebook, situs berbagi video YouTube dan mikroblogging Twitter, serta pesan singat SMS, malah mampu mengurangi intelegensi pemakainya, setidaknya masih menurut psikolog Alloway.

"Pada Twitter Anda menerima gelombang informasi tiada henti, namun semuanya dibungkus dengan sangat singkat hingga Anda tak harus memprosesnya, " ujar Dr Alloway seperti dilansir
detikINET dari Telegraph, Senin (7/9/2009).

Hal inilah yang menyebabkan kita hanya sedikit melibatkan pekerjaan otak dan hubungan antar syaraf saat berTwitter-ria, sehingga intelegensi kita bisa berkurang.
( sha / faw )